Divergen dan Konvergen dalam Analisis Teknikal

Divergen dan Konvergen dalam Analisis Teknikal


Ada istilah divergen dan konvergen yang dipakai saat melakukan analisis teknikal. Namun, tidak semua investor sudah paham akan arti dari kedua istilah tadi, terutama untuk newbie. Nah, apa maksud kedua istilah tersebut dan bagaimana cara menentukannya?

 

 

 

Source: cleantechnica.com

 

 

 

Pengertian Divergen dan Konvergen dalam Analisis Teknikal

Divergen dan konvergen adalah dua konsep penting dalam analisis teknikal yang dapat digunakan untuk memprediksi perubahan arah tren. Divergen adalah kondisi di mana harga aset bergerak berlawanan arah dengan indikator teknikal.

Sedangkan, konvergen adalah kondisi di mana harga aset dan indikator teknikal bergerak ke arah yang sama.

Divergen positif terjadi ketika harga aset membuat puncak atau lembah yang lebih rendah, dari puncak atau lembah sebelumnya. Sementara indikator teknikal membuat puncak atau lembah yang lebih tinggi. Beda hal dengan divergen negatif, terjadi ketika harga aset membuat puncak atau lembah yang lebih tinggi, dari puncak atau lembah sebelumnya. Sementara indikator teknikal membuat puncak atau lembah yang lebih rendah.

Divergen positif seringkali mengindikasikan bahwa tren yang sedang berlangsung mungkin akan melemah atau berbalik arah. Divergen negatif seringkali mengindikasikan bahwa tren yang sedang berlangsung mungkin akan menguat atau berbalik arah.

Berikut adalah beberapa contoh divergensi dan konvergensi:

  • Divergensi positif

Harga aset membentuk puncak yang lebih rendah, sementara indikator teknikal membentuk puncak yang lebih tinggi. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tren naik mungkin akan melemah atau berbalik arah menjadi tren turun.

  • Divergensi negatif

Harga aset membentuk lembah yang lebih tinggi, sementara indikator teknikal membentuk lembah yang lebih rendah. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tren turun mungkin akan melemah atau berbalik arah menjadi tren naik.

 

 

 

Mengenal Sinyal Divergence

[Baca lagi: Mengenal Sinyal Divergence, Bisa Bikin Kamu Cuan Lho!]

 

 

 

  • Konvergensi positif

Harga aset dan indikator teknikal membentuk puncak atau lembah yang lebih tinggi secara berurutan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tren yang sedang berlangsung mungkin akan menguat.

  • Konvergensi negatif

Harga aset dan indikator teknikal membentuk puncak atau lembah yang lebih rendah secara berurutan. Kondisi ini mengindikasikan bahwa tren yang sedang berlangsung mungkin akan melemah.

Perlu diingat bahwa divergensi dan konvergensi hanyalah sinyal yang dapat digunakan untuk memprediksi perubahan arah tren. Sinyal ini tidak selalu 100% akurat. Maka sebagai antisipasinya, investor harus menggunakan analisis lainnya untuk mendukung keputusan investasi.

Berikut ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan divergensi dan konvergensi:

  • Gunakan divergensi dan konvergensi sebagai bagian dari strategi analisis teknikal. Jangan mengandalkan divergensi dan konvergensi saja untuk membuat keputusan investasi.
  • Konfirmasikan sinyal divergensi dan konvergensi dengan indikator teknikal lainnya. Misalnya, untuk mengkonfirmasi sinyal divergensi positif dengan indikator MACD.
  • Gunakan divergensi dan konvergensi untuk memprediksi perubahan arah tren jangka pendek. Divergensi dan konvergensi tidak selalu akurat untuk memprediksi perubahan arah tren jangka panjang.

Dengan memahami pengertian divergensi dan konvergensi, maka kita dapat meningkatkan peluang keberhasilan investasi.

 

 

Perbedaan Antara Divergen dan Konvergen

Divergen dan konvergen adalah dua konsep yang saling berlawanan yang digunakan dalam berbagai bidang, termasuk matematika, fisika, psikologi, dan ekonomi. Dalam konteks investasi, divergen dan konvergen mengacu pada hubungan antara harga saham dan indikator teknis, seperti moving average (MA), relative strength index (RSI), dan stochastics oscillator.

Divergen terjadi ketika harga saham bergerak berlawanan arah dengan indikator teknis. Misalnya, jika harga saham naik tetapi RSI turun, ini menunjukkan adanya divergen. Divergen dapat mengindikasikan bahwa tren harga saat ini mungkin tidak berkelanjutan dan bahwa pembalikan tren mungkin akan terjadi.

Konvergen, sebaliknya, terjadi ketika harga saham dan indikator teknis bergerak ke arah yang sama. Misalnya, jika harga saham naik dan RSI juga naik, ini menunjukkan adanya konvergen. Konvergen dapat mengindikasikan bahwa tren harga saat ini kuat dan kemungkinan akan berlanjut.

Perbedaan utama antara divergen dan konvergen adalah arah pergerakan harga saham dan indikator teknis. Dalam divergen, harga saham bergerak berlawanan arah dengan indikator. Sdangkan dalam konvergen, harga saham dan indikator bergerak ke arah yang sama.

Divergen dan konvergen dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi perubahan tren harga saham. Namun, penting untuk dicatat bahwa divergen dan konvergen hanyalah indikator, dan bukan sinyal pasti bahwa pembalikan tren akan terjadi. Untuk itu, jika seorang investor menggunakan divergen dan konvergen, perlu melakukan analisis lainnya seperti  analisis fundamental dan juga memperhatikan sentimen pasar apa saja yang memengaruhi.

 

 

 

Cara Menentukan Divergen dan Konvergen dalam Analisis Teknikal

Divergen dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu bullish divergen dan bearish divergen. Bullish divergen terjadi ketika pergerakan harga aset membentuk pola puncak atau lembah yang lebih rendah, sementara pergerakan indikator teknikal membentuk pola puncak atau lembah yang lebih tinggi. Bullish divergen mengindikasikan bahwa momentum harga aset sedang melemah, dan harga aset berpotensi untuk berbalik arah naik.

Bearish divergen terjadi ketika pergerakan harga aset membentuk pola puncak atau lembah yang lebih tinggi, sementara pergerakan indikator teknikal membentuk pola puncak atau lembah yang lebih rendah. Bearish divergen mengindikasikan bahwa momentum harga aset sedang menguat, dan harga aset berpotensi untuk berbalik arah turun.

 

 

 

Indikator-Teknikal-Saham-untuk-Pemula

[Baca lagi: Belajar Indikator Teknikal Saham untuk Pemula]

 

Konvergen juga dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu bullish konvergen dan bearish konvergen. Bullish konvergen terjadi ketika pergerakan harga aset dan pergerakan indikator teknikal membentuk pola puncak atau lembah yang semakin sama. Bullish konvergen mengindikasikan bahwa momentum harga aset sedang menguat, dan harga aset berpotensi untuk berbalik arah naik.

Bearish konvergen terjadi ketika pergerakan harga aset dan pergerakan indikator teknikal membentuk pola puncak atau lembah yang semakin sama. Bearish konvergen mengindikasikan bahwa momentum harga aset sedang melemah, dan harga aset berpotensi untuk berbalik arah turun.

Berikut adalah cara untuk menentukan divergen dan konvergen dalam analisis teknikal:

  1. Pilih indikator teknikal yang sesuai dengan tujuan analisis.
  2. Sesuaikan periode waktu dengan hasil analisis yang kita lakukan.
  3. Amati pergerakan harga aset dan pergerakan indikator teknikal.
  4. Jika pergerakan harga aset dan pergerakan indikator teknikal tidak sejalan, maka kemungkinan terjadi divergen.
  5. Jika pergerakan harga aset dan pergerakan indikator teknikal bergerak menuju arah yang sama, maka kemungkinan terjadi konvergen.

 

 

Kesimpulan

Divergen dan konvergen adalah dua istilah yang sering digunakan dalam analisis teknikal. Divergen adalah kondisi di mana pergerakan harga aset tidak sejalan dengan pergerakan indikator teknikal. Konvergen adalah kondisi di mana pergerakan harga aset dan pergerakan indikator teknikal bergerak menuju arah yang sama.

Perlu diingat bahwa divergen dan konvergen hanyalah sinyal yang dapat digunakan untuk mengkonfirmasi tren harga aset. Sinyal ini tidak selalu akurat dan benar. Dengan begitu penting untuk kita sebagai value investor, memperhitungkan lagi keputusan investasi berdasarkan hasil analisis fundamental perusahaan dan prospek bisnis di masa mendatang. Termasuk potensi risiko yang akan timbul.

Bukan hanya berdasarkan analisis teknikal divergen dan konvergen.***

 

###

 

DISCLAIMER ON:
Segala tulisan di luar konteks tentang Value Investing pada web/blog/situs ini tidak dimaksudkan sebagai suatu rekomendasi metode/cara/langkah/strategi investasi yang dianjurkan. Melainkan hanya berupa informasi mengenai ilmu dalam pasar saham. Penulis web/blog/situs ini tidak bertanggung jawab apabila ada kerugian yang terjadi, baik secara langsung maupun tidak langsung yang timbul atas tindakan pembaca.

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya

Youtube Update

Our Social Media

Arsip Artikel