Cara Investasi Saham Jangka Panjang yang Cuan Maksimal, Begini Tipsnya!

Cara Investasi Saham Jangka Panjang yang Cuan Maksimal, Begini Tipsnya!


Terakhir diperbarui Pada 21 Agustus 2023 at 9:36 am

Investasi jangka panjang merupakan investasi saham dengan jangka waktu di atas 5 tahun. Caranya bahkan tidak sesederhana hanya dengan menaruh sejumlah uang besar begitu saja di pasar saham. Melainkan membutuhkan cara investasi saham jangka panjang yang tepat. Kira-kira seperti apa tips dan triknya biar investasi jangka panjang bisa cuan maksimal?

 

Mengenal Investasi Saham Jangka Panjang

Cara investasi saham jangka panjang? Sangat mudah dan sederhana untuk dilakukan, jika memahami betul apa yang dimaksud investasi jangka panjang.

Jadi investasi saham jangka panjang adalah dengan membeli saham yang dilakukan secara bertahap untuk terus menambah porsi kepemilikan. Atau bisa juga dilakukan dengan one-shot dalam jumlah yang cukup signifikan. Di mana akhirnya portfolio kepemilikan saham tersebut, tidak akan dijual dalam jangka waktu yang panjang di atas 5 tahun.

Berbeda dengan investasi jangka pendek maupun menengah. Dalam cara investasi saham jangka panjang kita tidak hanya mengharapkan capital gain saja, namun juga dividend yang dapat dijadikan sebagai passive income bagi investor dalam jangka panjang ke depan.

 

Trik dan Cara Memilih Saham Jangka Panjang

Lantas bagaimanakah caranya kita memilih saham jangka panjang? Mengingat ada banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih saham jangka panjang, membuat kita tidak bisa sembarangan memilih saham yang akan diinvestasikan untuk jangka waktu 5 tahun ke atas.

Bayangkan apabila kita memilih perusahaan dengan manajemen GCG yang buruk dan produk yang kita tidak ketahui bentuknya atau jasanya. Sudah tentu kita berisiko atas uang yang akan hilang begitu saja.

Nah, berikut ini beberapa cara untuk memilih saham jangka panjang:

  1. Pilih perusahaan yang produk atau jasanya kita pahami

Ada banyak perusahaan/emiten yang listing di BEI, memiliki produk atau jasanya yang sering kali kita pakai. Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), contohnya ketika bangun tidur kita sikat gigi menggunakan Pepsodent, kemudian kita sarapan ditemani roti isi mentega Blueband dan teh Sariwangi, semua produk tersebut merupakan milik UNVR.

Contoh lain adalah Warren Buffet yang lebih tertatik berinvestasi di perusahaan consumer goods dibandingkan perusahaan sektor teknologi, salah satu alasannya karena bisnis proses consumer goods lebih mudah dipahami.

Bagaimana dengan kamu? Jika kamu paham industri jasa keuangan dan penunjangnya, maka sebaiknya kamu masuk ke industri tersebut. Berkenaan dengan itu, Penulis ada triknya yakni teman-teman investor bisa memilih saham dari industri yang menjadi tempat kalian bekerja atau pernah bekerja pada industri tersebut. Karena dengan begitu, teman-teman investor jauh lebih paham dan mengetahui betul seluk beluk produk dan/atau jasa dari perusahaan tersebut.

  1. Pilih perusahaan yang laba nya terus bertumbuh secara konsisten

Salah satu tips investasi dari Warren Buffet ialah perhatikan earning per share (EPS) atau laba per saham dari perusahaan yang kalian investasikan dalam jangka panjang.

Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang konsisten menghasilkan laba yang bertumbuh selama 5 hingga 10 tahun.

Oleh sebab itu, sebaiknya lihatlah kondisi laporan keuangannya terlebih dahulu dan EPS nya, sebelum akhirnya memutuskan membeli saham perusahaan.

  1. Pilih manajemen perusahaan yang jujur dan memiliki Good Corporate Governance (GCG) yang Baik

Manajemen perusahaan merupakan nahkoda dari suatu perusahaan, maka pilihlah perusahaan yang memiliki manajemen yang jujur dan diisi oleh orang-orang yang peduli akan keberlangsungan perusahaan.

Indikator GCG ini memang merupakan salah satu indikator yang sulit, karena sangat objektif. Untuk bisa mengetahuinya, teman-teman investor hanya perlu menganalisa laporan keuangan, beserta dengan kondisi fundamental perusahaan.

Namun dalam hal ini perlu di ingat kembali, ketika saat ini menganalisa karakter seseorang dalam jajaran perusahaan, bisa jadi saat ini ia adalah orang yang baik. Tetapi karena sesuatu hal tertentu, maka bukan tidak mungkin ia menjadi tidak jujur.

Contohnya adalah Benny Tjokro pada kasus saham PT Armidian Karyatama Tbk (ARMY), di mana sahamnya sempat menjadi penghuni LQ 45 hingga akhirnya di suspensi.

  1. Pahami struktur keuangan perusahaan

Laporan keuangan perusahaan terdiri dari beberapa bagian mulai dari Neraca, Laba/Rugi dan Laporan Arus Kas. Dan di dalam laporan keuangan terdapat beberapa item yang dapat di analisa. Seperti halnya revenue, apakah pendapatnnya berasal dari hal yang wajar yakni kegiatan operasional atau dari investasi.

Tidak hanya itu, kita juga bisa menganalisa kondisi risiko perusahaan dari struktur liabilitas ataupun debt to equity ratio (DER). Ketika perusahaan memiliki DER yang tinggi, artinya perusahaan tersebut rentan terhadap kenaikan suku bunga dan kondisi bisnis.

  1. Lakukan evaluasi berkala

Langkah terakhir adalah memantau laporan keuangan secara berkala, hal ini cukup dilakukan selama 3 bulan sekali atau hitungan per kuartalan. Dalam hal evaluasi ini, kita harus dapat menganalisa apakah perusahaan memiliki pertumbuhan bisnis yang masih inline atau apakah ada hal yang mencurigakan dari laporan keuangannya, dan lain sebagainya.   

Lantas bagaimana jika pertumbuhan perusahaan justru tidak sesuai? Jawabannya, jelas kita bisa menjual saham perusahaan secara langsung. Tidak perlu lagi sesuai target jangka investasi, karena langkah ini dapat meminimalisir risiko dalam berinvestasi jangka panjang.

 

Keuntungan Investasi Saham Jangka Panjang

Ada beberapa keuntungan investasi saham jangka panjang antara lain:

  1. Passive Income dan Financial Freedom

Tentunya kita tidak ingin selamanya bekerja bukan? Suatu saat nanti pasti kita akan memasuki masa pensiun dan uanglah yang bekerja untuk kita.

Dengan melakukan investasi jangka panjang, maka perusahaan yang akan bekerja untuk kita. Di mana perusahaan akan membagikan dividend setiap tahunnya.

  1. Memiliki karakter hemat

Dengan menyisihkan uang secara berkala untuk investasi saham, maka secara tidak langsung sudah melatih kita untuk memiliki gaya hidup yang hemat atau istilah kerennya adalah “frugal living”.

Dengan menerapkan cara investasi saham jangka panjang, maka secara perlahan kita akan terbiasa dan terlatih untuk hidup sewajarnya. Sehingga selalu bisa menyisihkan uang untuk berinvestasi.

Menurut penasihat keuangan Prita Ghozie:

“Sebaiknya kita sisihkan uang sebanyak 20% dari gaji bulanan kita untuk berinvestasi”.

  1. Nilai investasi yang terus bertumbuh

Jika melakukan investasi uang dalam bentuk deposito, maka akan tergerus inflasi. Sedangkan untuk tingkat rata-rata inflasi tahunan saat ini masih di atas dari deposito.

Oleh karena itu, salah satu alternatif untuk menghindari inflasi adalah menggunakan saham sebagai salah satu instrument investasi.

Menurut data dari stockbit.com, tingkat inflasi yang lebih rendah dari pertumbuhan IHSG setiap tahunnya seperti berikut:

Source: stockbit.com

 

Tujuan Investasi Saham Jangka Panjang

Investasi saham dalam jangka panjang dapat memiliki beberapa tujuan antara lain:

  • Bagi perorangan maupun investor ritel saham, dapat dijadikan sebagai alternatif pendapatan setiap tahunnya melalui dividen Terlebih lagi, kelebihan saham juga dapat diwariskan ke anak dan cucu kita.
  • Bagi perusahaan seperti beberapa perusahaan investment company, investasi saham jangka panjang dapat dijadikan sebagai pendapatan Contohnya perusahaan asal US Berkshire Hathaway (sticker code: BRK.B) yang memberikan return investasi pada sahamnya di atas rata-rata, dari return investasi saham di NYSE. Sehingga menjadikannya sebagai sumber pendapatan perusahaan.

 

Perbandingan Investasi Saham Jangka Pendek vs Jangka Panjang

Jika pada tulisan di atas, kita telah membahas cara berinvestasi saham jangka panjang, beserta dengan tujuannya. Maka di bagian ini, kita akan membandingkan bagaimana investasi saham jangka pendek vs investasi saham jangka panjang:

Investasi Jangka Pendek

Investasi Jangka Panjang

Waktu

< 1 tahun

>5 Tahun

Tujuan

Memenuhi kebutuhan jangka pendek dan untuk kebutuhan saat ini

Memenuhi kebutuhan jangka panjang untuk kebutuhan masa depan

Risiko

TinggiModerat
Efek InvestasiTidak memberikan keuntungan compounding

Memberikan keuntungan compounding

 

Contoh Studi Kasus Keberhasilan Investasi Saham Jangka Panjang

Salah satu investor fenomenal di pasar modal Indonesia Lo Kheng Hong (LKH). Beliau merupakan seorang investor ulung, yang menyenangi investasi jangka panjang.

Beberapa prinsip LKH dalam berinvestasi saham jangka panjang adalah:

 “Beli Mercy harga Bajaj” dan “Sleeping Investor”.

Memang betul dua hal itu yang digunakan beliau saat berinvestasi saham jangka panjang. Di mana LKH akan melihat perusahaan dari sisi harga tidak wajar, untuk kemudian membeli saham tersebut. Lalu tidur, yang artinya ia tidak memantau saham setiap hari.

Salah satu contoh investasi fenomenal LKH yang baru saja terealisasi laba nya adalah investasi di saham CFIN atau Clipan Finance. Dikutip dari artikel cnbc.com, LKH membeli CFIN pada harga rata-rata Rp200 per lembar saham, dan ia juga menjadi salah seorang pemegang saham CFIN terbesar dengan porsi kepemilikan 5.12% atau 203.944.700 lembar saham.

Ketika CFIN mengumumkan pembagian dividend pada Juni 2023, LKH menjual 0.12 % saham CFIN pada harga Rp500 per lembarnya, atau setara 4.612.000 lembar saham.

Lantas jika kita hitung berapakah cuan LKH? Berikut ini penghitungannya…

(500 – 200) x 4.612.000 = Rp. 1.383.600.000

Sangat besar bukan keuntungan investasi jangka panjang yang LKH peroleh? Padahal itu hanyalah keuntungan dari 0.12% kepemilikannya. Bayangkan jika LKH menjual semua saham CFIN?

Pertanyaanya sekarang, sebagai investor individu apakah teman-teman mampu menahan saham tersebut cukup lama, seperti yang dilakukan LKH? Tentu jawabannya itu kembali lagi, seberapa kuat niat dan mental kita untuk mencapai tujuan finansial yang baik di masa depan.

 

Tips Berinvestasi Saham Jangka Panjang

  1. Tetapkan tujuan investasi saham jangka panjang

Hal paling prioritas dalam memutuskan sesuatu, apalagi berkaitan dengan tujun finansial adalah apa tujuan investasi, akan digunakan untuk apakah uangnya nanti. Jika dirangkum setidaknya ada beberapa tujuan strategis seorang investor melakukan investasi saham jangka panjang, antara lain:

    • Mendapatkan penghasilan pasif, sebagai tambahan dari penghasilan utama.
    • Memiliki dana khusus untuk sejumlah kebutuhan, seperti biaya pendidikan anak, atau bahkan pensiun.
    • Memelihara pertumbuhan aset dalam jangka panjang.
  1. Bangun portfolio terdiversifikasi

Sesuai dengan istilah “Don’t put all your eggs in one basket” – jangan meletakkan seluruh telur dalam satu keranjang yang sama. Memiliki arti, ketika satu keranjang telur itu jatuh. Maka pecahlah seluruh telur dalam keranjang.

Tetapi beda cerita, ketika meletakkan telur ke dalam beberapa keranjang yang berbeda. Maka masih ada telur-telur utuh yang tidak pecah.

Analogi tersebut sejalan dengan portfolio investasi yang tidak di diversifikasi, ketika menempatkan seluruh dana pada satu produk investasi dan mengalami kerugian. Jelas lenyaplah seluruh dana investasi tersebut.

Sebaliknya ketika membangun portfolio terdiversifikasi, maka sewaktu-waktu produk investasi tersebut mengalami anjlok, maka masih akan ada sejumlah dana yang aman pada beberapa produk investasi lain.

itulah pentingnya portfolio terdiversifikasi, sehingga dapat meminimalisir risiko kerugian. Dengan diversifikasi, maka performa portfolio investasi juga bisa menjadi lebih stabil. Lantaran meski ada aset investasi yang kinerjanya turun, namun masih ada beberapa aset investasi yang memiliki performa naik.

Portfolio yang terdiversifikasi dengan baik, juga dapat memaksimalkan potensi cuan.

  1. Terapkan strategi investasi Dollar Cost Averaging (DCA)

Dalam investasi saham jangka panjang, bukan hanya membutuhkan analisa fundamental saja. Namun juga memerlukan strategi yang tepat sasaran, yakni dengan menerapkan strategi Dollar Cost Averaging (DCA) atau dengan kata lain ‘nabung rutin’. Yang berarti kita perlu menginvestasikan sejumlah dana yang sama, sesuai dengan jangka waktu yang sudah ditentukan.

Menabung ini bisa diterapkan pada investasi saham jangka panjang, di mulai dari Rp100 ribu setiap bulannya secara disiplin. Strategi DCA ini cukup efektif untuk membantu teman-teman investor yang masih pemula, dalam mengambil keputusan investasi. Serta membantu menghindari keputusan yang berdasarkan emosional.

Cara melakukan strategi DCA:

Jika ingin berinvestasi dengan modal Rp15 juta, maka tidak perlu memaksakan kondisi untuk memasukkan jumlah uang tersebut secara sekaligus dalam sekali waktu. Tetapi bisa di mulai dengan cara menabung tadi, misalnya sebanyak Rp1 juta selama 15 bulan ke depan.

Manajemen Risiko Berinvestasi Jangka Panjang

Dalam berinvestasi jangka panjang diperlukan mental yang sangat kuat, dan manajemen risiko yang baik. Berikut ini manajemen risiko untuk investasi saham jangka panjang:

  • Pahami profil risiko kamu
  • Pilihlah sektor atau industri yang kamu kuasai
  • Diversifikasi portfolio dengan tidak terlalu diversifikasi (10 saham cukup untuk asset dibawah 1 miliar rupiah)
  • Lakukanlah dollar cost averaging, yakni pembelian saham secara berkala dimana kita memili conviction yang tinggi terhadap perusahaan tersebut.

 

Kesimpulan

Cara investasi saham jangka panjang cocok untuk menjamin kehidupan di masa mendatang, terutama untuk menciptakan pasive income, disamping dari penghasilan utama.

Rentang waktu investasi saham jangka panjang ini, umumnya akan berlangsung di atas 5 tahun. Misalnya saja investasi saham untuk 10 tahun ke depan.

Rentang waktu investasi yang panjang tersebut, secara tidak langsung sudah menjaga pertumbuhan nilai aset yang kita miliki. Di mana kita juga semakin maksimal dalam mendapatkan cuan.

Namun kembali Penulis ingatkan, bahwa dalam cara investasi saham jangka panjang ini teman-teman investor harus mampu bersabar ya, untuk tidak terburu-buru menjual saham yang dimiliki. Apalagi kinerja saham masih positif, baik dari kinerja keuangan maupun prospek perusahaan.

Dan yang tidak kalah pentingnya juga, jangan pernah mengambil keputusan investasi berdasarkan emosional.

Demikianlah pembahasan kita mengenai cara investasi saham jangka panjang, seperti Pak LKH. Apakah kalian tertarik? Kalian juga dapat mengikuti tips-tips pada artikel ini jika kalian tertarik. Happy Investing!***

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya

Youtube Update

Our Social Media

Arsip Artikel