Apa yang Menyebabkan Harga Saham Naik dan Turun? Ini Jawabannya…

Apa yang Menyebabkan Harga Saham Naik dan Turun? Ini Jawabannya…


Terakhir diperbarui Pada 22 November 2023 at 12:08 pm

Apa yang menyebabkan harga saham naik dan turun? Salah satunya, karena fluktuasi harga saham. Namun dalam pasar saham, naik dan turun harga adalah hal yang wajar terjadi. Supaya tidak panik terhadap fluktuasi harga saham, yuk kenali penyebabnya!

 

 

Penyebab Harga Saham Naik dan Turun

Harga saham sebuah perusahaan dapat naik dan turun, disebabkan karena berbagai faktor. Secara umum, penyebab naik dan turunnya harga saham, terbagi dalam dua kategori:

  1. Faktor Internal

    • Kinerja keuangan perusahaan

Kinerja keuangan perusahaan adalah salah satu faktor utama yang mempengaruhi naik dan turunnya harga saham. Ketika perusahaan melaporkan laba yang meningkat dan pertumbuhan yang sehat, maka akan diikuti oleh kenaikan harga saham. Sebaliknya, ketika kinerja keuangan buruk atau merugi, maka harga saham bisa turun.

    • Manajemen perusahaan

Manajemen yang kompeten dan efisien juga dapat memengaruhi harga saham. Salah satu penggeraknya ialah kepercayaan investor terhadap kemampuan manajemen dalam mengelola perusahaan dengan baik, maka sudah tentu akan mendorong naiknya harga saham.

Namun sebaliknya, jika investor pesimis dan kinerja manajemen buruk, bukan tidak mungkin harga saham turun.

    • Inovasi dan produk baru

Kemampuan perusahaan untuk berinovasi dan meluncurkan produk atau layanan baru, juga dapat memicu minat investor, yang pada akhirnya mendukung kenaikan harga saham.

 

 

 

kesalahan-dalam-membaca-laporan-keuangan

[Baca lagi: Kesalahan dalam Membaca Laporan Keuangan]

 

 

  1. Faktor Eksternal

    • Perubahan ekonomi

Perubahan ekonomi makro, seperti suku bunga, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi, dapat memengaruhi seluruh pasar saham. Misalnya, penetapan kenaikan suku bunga akan memicu saham menjadi kurang menarik, sehingga harga saham akan turun.

    • Perkembangan Industri

Perkembangan sektor industri, tempat di mana perusahaan bergerak juga dapat memengaruhi harga saham. Hal ini dipicu oleh beredarnya berita maupun isu-isu terkait perusahaan yang akan menggiring spekulasi pasar. Yang pada akhirnya akan menggerakan harga saham naik atau turun.

    • Perubahan Regulasi

Perubahan dalam regulasi pemerintah, seperti perubahan pajak atau regulasi industri, juga akan berdampak signifikan pada harga saham.

Dalam hal perubahan regulasi, sebaiknya kita sebagai investor dapat mengikuti perkembangan regulasi yang ada dengan cermat. Sehingga dapat menakar akan seperti apa pergerakan pasar atas perubahan regulasi.

    • Panic Selling

Istilah panic selling ini merujuk pada sebuah tindakan, di mana banyak investor yang berbondong-bondong menjual saham mereka dengan cepat dan dalam jumlah besar. Aksi tersebut dilatarbelakangi oleh rasa ketakutan atas sentimen negatif yang mendominasi pasar.

Ketika terjadi panic selling secara massal, maka akan secara cepat memicu penurunan harga saham yang signifikan, karena penawaran saham yang melampaui permintaan.

Sebaliknya, ketika investor mendapatkan kepercayaan diri yang kuat, sehingga melakukan pembelian besar-besaran. Maka akan menyebabkan kenaikan harga saham yang melonjak signifikan.

Itulah kenapa, panic selling juga dapat menyebabkan harga saham naik dan turun, erutama dalam jangka pendek. Namun, dalam jangka panjang, faktor fundamental dan kinerja perusahaan akan lebih memengaruhi tren harga saham.

 

 

 

mr-hyde-dan-keputusan-dalam-berinvestasi

[Baca lagi: Mr. Hyde dan Keputusan dalam Berinvestasi]

 

 

Dampak Harga Saham Naik dan Turun bagi Investor

Pergerakan harga saham naik dan turun tentu memiliki dampak langsung kepada para investor, terutama bagi yang telah menginvestasikan uangnya ke dalam saham perusahaan tertentu. Berikut ini adalah beberapa dampaknya:

  1. Keuntungan atau kerugian finansial

Ketika harga saham naik, sudah tentu teman-teman investor bisa mendapat keuntungan finansial, terlebih saat menjual saham dengan harga lebih tinggi daripada harga beli. Sebaliknya, jika harga saham turun, tentu akan mengalami kerugian, apalagi jika harus menjual saham dengan harga yang lebih rendah dari harga beli.

  1. Kecemasan dan sentimen

Pergerakan harga saham dapat memengaruhi kecemasan dan juga sentimen investor. Di mana ketika, harga saham turun secara tiba-tiba, maka saat itu juga akan menimbulkan kekhawatiran bagi investor. Tidak jarang, ada banyak investor yang akhirnya ragu terhadap keputusan investasi yang akan diambil.

  1. Keputusan investasi

Perubahan harga saham naik dan turun, juga mampu memengaruhi keputusan investasi di masa depan.

Namun, hal ini belum tentu terjadi pada investor yang menerapkan metode value investing yang justru memilih untuk membeli lebih banyak saham ketika harganya turun, karena melihatnya sebagai peluang beli. Dan kemudian akan menjual sahamnya, jika harga saham naik mencapai nilai intrinsiknya, untuk mengoptimalkan keuntungan.

 

 

Bagaimana Cara Memprediksi Pergerakan Harga Saham?

Memprediksi pergerakan harga saham adalah suatu tantangan besar, bahkan hampir tidak mungkin pasti. Namun, ada beberapa metode yang dapat digunakan oleh teman-teman investor untuk mempermudah mengidentifikasi tren pergerakan harga saham:

  1. Analisis Fundamental

Lakukan analisis fundamental untuk menilai sebarapa sehat kinerja keuangan perusahaan, tata kelola manajemen (GCG), inovasi produk, hingga berbagai faktor internal lain.

Hasil dari analisis fundamental ini, sangat penting untuk menentukan berapa nilai intrinsik saham.

  1. Analisis Teknikal

Analisis teknikal juga menjadi pendukung, karena didalamnya ada grafik dan data historis harga saham, yang berguna untuk mengidentifikasi siklus pergerakan saham. Analisis ini akan mempermudah teman-teman investor untuk memahami perilaku pasar dan kemudian memprediksi pergerakan harga selanjutnya.

  1. Analisis Pasar dan Sentimen

Analisis berikutnya yang dapat menguatkan hasil fundamental dan teknikal, ialah mempelajari bagaimana pergerakan pasar dan sentimen apa saja yang terjadi. Melalui analisis pasar dan sentimen, maka akan mudah menemukan penyebab harga saham naik dan turun, seperti halnya berita aksi korporasi, rumor, spekulasi pasar dan lain sebagainya.

 

 

Siklus-Sektor-Saham

[Baca lagi: Siklus Sektor Saham, Ini Fase-fasenya dan Berbagai Faktor yang Memengaruhi!]

 

 

 

Tips untuk Berinvestasi Saham di Tengah Fluktuasi Harga

Investasi saham akan selalu sebanding dengan potensi risiko, terutama ketika fluktuasi harga saham terjadi. Nah berikut ini adalah beberapa tips mengelola investasi saham di tengah fluktuasi harga saham:

  1. Diversifikasi Portfolio

Untuk meminimalisir segala risiko terburuk dalam berinvestasi saham, maka lakukanlah diversifikasi portfolio, yakni dengan mengalokasikan penempatan dana investasi pada beberapa saham potensial, atau bahkan aset investasi lain.

Diversifikasi portfolio ini, terbukti efektif dalam menurunkan potensi risiko. Karena dengan diversifikasi, maka kerugian dalam satu saham dapat ditutupi oleh keuntungan dari saham lain.

  1. Riset Emiten yang Diinginkan

Sudah menjadi kewajiban para investor, untuk selalu melakukan riset mendalam terhadap saham-saham potensial yang diinginkan atau yang sudah masuk watchlist investasi.

Dengan riset, akan mempermudah mengenal historical kinerja perusahaan, prospek bisnis di masa depan, potensi risiko yang mungkin akan dihadapi, hingga berbagai faktor umum yang dapat memengaruhi sektor industri tempat perusahaan bergerak.

Riset akan membuat kita jauh lebih bijak dalam mengambil keputusan investasi. Bahkan sekalipun harga saham turun, kita akan lebih mengedepankan pada pertimbangan situasi perusahaan. Apakah saham sudah layak untuk investasi? Dan layak untuk long term investment?

  1. Tetap Tenang dan Bijak

Sebagai investor, maka sebaiknya latih diri untuk tidak mudah terpancing emosi dan euforia pasar, ketika harga saham berfluktuasi. Keputusan investasi yang melibatkan emosi, seringkali akan merugikan.

Oleh karenanya, penting untuk mempertimbangkan kembali keputusan investasi dengan situasi dan kinerja perusahaan.

  1. Lakukan Investasi Jangka Panjang

Berinvestasi dengan time frame jangka panjang, jauh lebih efektif untuk membantu mengurangi dampak fluktuasi harga saham. Karena investasi jangka panjang akan membuat kita mengabaikan pergerakan harga saham harian atau mingguan. Sehingga secara psikologis, juga akan lebih tenang dan tidak mudah dipengaruhi spekulasi maupun sentimen pasar.

  1. Cari mentor finansial

Jika sudah merasa bingung atau tidak memiliki waktu untuk melakukan analisis sendiri. Maka tidak ada salahnya untuk mempertimbangkan menggunakan seorang Mentor Finansial yang berpengalaman.

Keberadaan mentor ini akan sangat membantu dalam memberi pencerahan dalam mengambil keputusan investasi.

 

 

Dapatkan seluruh layanan dari RK Team secara lengkap dan harga spesial hanya untuk member RK. Yuk gabung sekarang juga menjadi Platinum Member !

Platinum-Members

 

 

Kesimpulan

Jadi apa yang menyebabkan harga saham naik dan turun? Jawabannya ialah dimulai dari hasil kinerja keuangan, tata kelola manajemen (GCG), hingga kemampuan perusahaan menciptakan inovasi dan merilis produk baru. Tidak hanya itu, harga saham naik dan turun juga bisa disebabkan oleh perubahan ekonomi, perkembangan industri bisnis yang dinamis, perubahan regulasi, panic selling/panic buying.

Terlepas dari berbagai penyebab harga saham naik dan turun, perlu dipahami kembali bahwa fluktuasi harga saham yang bergerak naik dan turun adalah hal yang lumrah dan wajar terjadi dalam pasar saham. Mengingat ada banyaknya sentimen yang akan memengaruhi situasi pasar saham.

Adapun langkah bijak dalam menghadapi harga saham naik dan turun adalah melakukan diversifkasi portfolio, yang akan membuat penempatan dana investasi terbagi pada beberapa saham potensial. Dengan begitu maka akan dapat menurunkan potensi risiko, dan memperbesar peluang untuk mendapatkan keuntungan dari saham yang lainnya.***

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya

Youtube Update

Our Social Media

Arsip Artikel