Cara Menghitung Laba Per Saham (EPS), Tujuan, dan Contohnya

Cara Menghitung Laba Per Saham (EPS), Tujuan, dan Contohnya


Terakhir diperbarui Pada 21 Maret 2024 at 2:03 pm

Tidak banyak investor paham, bahwa laba per saham atau Earning per Share (EPS) sebenarnya juga bisa membantu investor untuk memprediksikan pergerakan harga saham. Jadi bukan hanya sebagai rumus perhitungan laba dan valuasi saham perusahaan saja. Nah, tapi bagaimana cara menghitung laba per saham (EPS)? Untuk bisa menjawab, dalam artikel ini kita akan membahas mengenai  bagaimana cara menghitung laba per saham (EPS), beserta faktor yang memengaruhinya!

 

Pengertian Laba per Saham (EPS)

Laba per saham atau dikenal dengan earning per share adalah keuntungan yang dihasilkan oleh suatu emiten di bagi dengan jumlah saham yang beredar. Dalam kata lain, laba per saham ini juga disebut dengan istilah Earning per Share. EPS merupakan komponen yang dipenting karena dapat menentukan apakah harga saham masih murah ataupun mahal, selain itu EPS dapat digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba.

 

Cara Menghitung Laba per Saham (EPS)

Untuk menghitung EPS tidaklah susah, hanya ada dua data yang akan dibutuhkan untuk menghitung EPS suatu perusahaan, antara lain: Laba bersih dan Jumlah saham yang beredar.

Nah teman-teman investor dapat memasukan dua data tersebut, ke dalam rumus di bawah ini:

Oya, kalian juga dapat membandingkan EPS dalam periode yang berbeda. Dan jangan hanya menggunakan patokan satu EPS di satu periode keuangan, mengapa? Karena melalui EPS kita harus dapat membandingkan beberapa periode, bahkan beberapa tahun.

 

Contoh Perhitungan EPS:

Perusahaan A menghasilkan laba bersih sebesar Rp 1 miliar, dengan jumlah saham yang beredar adalah 10.000 lembar biasa dan 100 lembar saham preferen. Maka didapat nilai EPS sebagaimana berikut:

EPS = 1.000.000.000 / (10.000 – 100) = Rp 10.101

Maka, jika harga saham perusahaan A ini ada di level Rp 9.000 per lembar atau di bawah dari nilai EPS. Itu artinya mengindikasikan bahwa kita telah membeli saham perusahaan A di harga yang sangat murah. Karena berada di bawah kemampuan laba yang dihasilkan dalam tiap lembarnya.

Tapi sebaliknya, ketika harga saham perusahaan A ini ada di level Rp 20.000, maka biaya yang kita keluarkan bisa lebih mahal karena harga saham per lembar ada diatas EPS. Namun memang sangat jarang kita dapati harga per lembar saham dibawah EPS.

Untuk bisa mendapatkan data jumlah lembar saham, teman-teman investor hanya perlu mendapatkan data jumlah lembar saham hingga data laba bersih pada laporan keuangan. Atau juga memanfaatkan platform penyedia data keuangan.

 

 

Manfaat Mengetahui Laba per Saham (EPS)

Mengetahui tingkat EPS suatu perusahaan memiliki manfaat antara lain:

  • Membantu investor untuk melakukan screening awal dalam berinvestasi di suatu saham dengan cepat.
  • Tolok ukur efektivitas perusahaan dalam menghasilkan laba.
  • Investor mendapatkan proyeksi kepada investor dalam menentukan kemampuan perusahaan menghasilkan laba
  • Dapat digunakan untuk menentukan Price Earning Ratio (PER) dan Price to Growth Ratio (PEG).

 

Tujuan Menghitung Laba per Saham (EPS)

Tujuannya, jelas agar kita bisa mengetahui performance perusahaan dalam menghasilkan laba.

Dalam menghitung EPS, kita dapat menilai kinerja perusahaan antara lain:

  • Nilai EPS yang meningkat dalam beberapa periode menandakan perusahaan mengalami peningkatan kemampuan menghasilkan laba. Tetapi sebaliknya, ketika nilai EPS dalam beberapa periode justru mengalami penurunan, maka menandakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan juga mengalami penurunan.
  • Nilai EPS yang mengalami peningkatan dalam suatu tahun buku dapat mengindikasikan besar jumlah dividen yang akan dibagikan perusahaan ke.

 

Faktor-Faktor yang Memengaruhi EPS

Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi EPS diantaranya adalah:

  • Aksi korporasi seperti right issue. Di mana right issue ini akan membuat EPS suatu emiten menjadi kecil karena jumlah pemegang saham bertambah.
  • Kenaikan laba bersih dan jumlah saham yang beredar tetap. Hal tersebut juga membuat EPS suatu emiten semakin menarik.
  • Aksi korporasi seperti buyback stock oleh owner. Hal ini juga akan mengakibatkan EPS saham cenderung tinggi karena jumlah saham yang beredar semakin sedikit

 

Keuntungan EPS sebagai Indikator Keuangan

Terdapat beberapa keuntungan menggunakan EPS sebagai indikator antara lain:

  • Membantu dalam melakukan screening di awal, apakah perusahaan dapat menghasilkan laba dan sehat.
  • Untuk memonitor siklus bisnis perusahaan dalam periode waktu tertentu.

 

Kekurangan EPS sebagai Indikator Keuangan

Walaupun cukup mudah, namun penggunaan EPS sebagai penentu dalam berinvestasi di suatu emiten perlu diperhatikan. Lantaran EPS memiliki beberapa kelemahan antara lain:

  • Terbatasnya Indikator Fundamental

Jika seorang investor hanya menggunakan EPS untuk penentuan entry point ke dalam suatu saham. Berarti investor ini hanya memperhatikan jumlah saham beredar dan laba yang dihasilkan, tanpa mengindahkan beberapa faktor lain seperti: potensi asset dalam menghasilkan ROA yang besar, kondisi cashflow perusahaan dan jumlah hutang dari perusahaan.

  • EPS Bias

EPS dapat bias khususnya untuk menentukan proyeksi harga yang bersifat siklikal seperti coal, oil, nickel dan beberapa sektor yang bersifat siklikal lainnya. Hal ini telah terlihat pada EPS yang cukup besar yang dihasilkan oleh emiten-emiten coal di tahun 2022. Sehingga banyak dari investor yang membeli coal tersebut di awal tahun 2023, dengan menggunakan patokan harga di tahun 2022 dan memperoleh kerugian. Mengapa? Karena emiten-emiten coal jumlah labanya sangat sensitif terhadap fluktuasi harga coal. Sedangkan harga coal di tahun 2023 ini mengalami penurunan jauh dari harga coal di tahun 2022.

Berikut ini perbandingan harga coal dan harga saham emiten PT Bukit Asam Tbk (PTBA):

(Source: Refinitiv Workspace)

Terlihat pergerakan harga saham PTBA yang mengikuti pergerakan harga coal. Jadi ketika investor menggunakan pendekatan EPS, maka akan sangat sulit memprediksi pergerakan harga sahamnya karena harga coal yang fluktuatif.

  • Tidak memperhatikan aksi korporasi

Banyak kesalahan yang dialami investor adalah menggunakan patokan EPS untuk proyeksi laba tahunan tanpa memperhatikan aksi korporasi. Beberapa investor terkadang menggunakan patokan EPS di kuartal I atau kuartal II untuk mementukan EPS tahunan.

Sedangkan dalam jangka waktu tersebut, memungkinkan ada banyak aksi korporasi yang terjadi seperti private placement dan right issue. Sehingga akan berdampak pada proyeksi EPS ke depannya.

  • Rentan terhadap Manipulasi Pendapatan

Salah satu item dalam akuntansi yang paling mudah di manipulasi adalah pendapatan. Tidak jarang perusahaan dengan sengaja memanipulasi pendapatan, sehingga laba yang dihasilkan terkesan besar. Pada akhirnya dapat memukau perhatian para investor untuk menanamkan modalnya. Biasanya hal ini terjadi menjelang musim rilis keuangan atau bahkan aksi korporasi. Tentunya hal ini sangat merusak kepercayaan investor.

Nah salah satu faktor yang menyebabkan praktik manipulasi pendapatan masih berlanjut ialah kepercayaan investor dengan proyeksi EPS. Mengingat dalam proyeksi EPS, investor tidak akan memperhatikan asset (apakah dengan asset tertentu masuk akal untuk menghasilkan EPS pada tingkatan tertentu).

 

Faktor-faktor Lain yang Perlu Dipertimbangkan Selain EPS

Dengan mengetahui cara menghitung laba per saham, beserta dengan kelebihan dan kekurangan analisa saham menggunakan pendekatan EPS. Maka sebaiknya teman-teman investor mampu mengkombinasikan perhitungan EPS dengan teknik lain, untuk bisa menentukan valuasi harga saham.

Berkenaan dengan itu, juga masih ada beberapa faktor lain yang perlu teman-teman investor pertimbangkan, yakni faktor-faktor yang menyebabkan kenaikan dan penurunan laba per saham atau Earning per Share (EPS).

Faktor kenaikan EPS:

  • Persentase penurunan pada jumlah lembar saham yang beredar lebih besar dari penurunan laba bersih.
  • Persentase kenaikan laba bersih lebih besar dari persentase jumlah saham yang beredar.
  • Jumlah laba dan total lembaran saham yang beredar mengalami penurunan.
  • Laba bersih dan saham beredar mengalami penurunan.
  • Laba bersih meningkat dan jumlah lembaran saham biasa yang beredar stagnan.

Faktor keturunan EPS:

  • Laba bersih stagnan dan jumlah lembaran saham biasa yang beredar mengalami kenaikan.
  • Laba bersih turun dan jumlah lembaran saham yang beredar stagnan.
  • Persentase penurunan laba bersih jadi lebih tinggi dari penurunan jumlah lembar saham beredar.
  • Peningkatan jumlah saham beredar lebih tinggi dari persentase kenaikan laba bersih.

 

Kesimpulan

Laba per saham atau earning per share merupakan rumus penghitung laba dan valuasi saham perusahaan, di mana laba bersih perusahaan dibagi dengan jumlah saham beredar. Oleh karenanya, earning per share menjadi indikator penting untuk mengetahui sebuah valuasi nilai saham perusahaan.

Dengan cara mengetahui laba per saham atau earning per share (EPS), maka investor bisa lebih mudah memperhitungkan keuntungan perusahaan berdasarkan basis per saham.

Tidak hanya itu, cara menghitung laba per saham (EPS) ini, juga bisa digunakan dalam beberapa metrik penilaian, khususnya rasio harga terhadap pendapatan yang dipakai untuk membandingkan penilaian saham.

Dengan cara menghitung laba per saham (EPS), teman-teman investor bisa mendapatkan dasar untuk melakukan perbandingan antara satu perusahaan dengan perusahaan lain.

Bagaimana? Mudah bukan cara menghitung laba per saham (EPS)? Yuk praktikan sekarang juga, dengan mengaplikasikan teknik perhitungan di atas dan menggunakan kondisi saham yang saat ini kalian miliki. Jangan lupa ya, untuk membandingkan hasilnya dengan competitor dalam industri yang sama.

Setelah berhasil mendapatkan nilai EPS, maka langkah selanjutnya yang bisa dicoba adalah menghitung PER dan PEG. Silakan mencoba!***

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya

Youtube Update

Our Social Media

Arsip Artikel