Cara Kerja Bandar Saham, Ketahui Strategi dan Dampak Bagi Investor!

Cara Kerja Bandar Saham, Ketahui Strategi dan Dampak Bagi Investor!


Terakhir diperbarui Pada 14 September 2023 at 11:35 pm

Para pembaca setia blog rivankurniawan.com pasti sering mendengar istilah bandar saham bukan? Atau pernah mendengar saham di goreng bandar? Nah pada artikel kali ini kita akan membahas bandar saham! Apa itu bandar saham?

 

Pengertian Bandar Saham

Bandar saham atau disebut juga market maker ialah seorang individu / sekelompok orang / atau bahkan sebuah institusi yang secara terorganisir, untuk memainkan harga saham tertentu atau memanipulasi harga saham. Sehingga harga saham dapat bergerak secara tidak wajar dalam waktu singkat.

Bandar saham seringkali diasumsikan memiliki dana sebesar market cap dari saham, memungkinkan baginya untuk mengontrol pergerakan harga saham di pasar.

Bandar saham ini akan sering melakukan aktivitas ‘menggoreng saham’, di mana hal ini merupakan aktivitas yang dilarang dan ilegal.

Bicara masalah bandar saham ini, sudah ada beberapa judul film yang berhasil mengadopsi kisah bandar saham seperti Wolf of Wall Street dan Wall Street.

 

Peran Bandar Saham dalam Memengaruhi Harga Saham dan Memainkan Psikologi Ritel

Cara kerja bandar saham tentu memiliki cara supaya harga saham dapat bergerak sangat volatile dalam waktu singkat. Bandar saham biasanya akan membeli saham yang masih belum bergerak atau harga sahamnya rendah.

Namun umumnya, bandar saham akan menargetkan saham-saham kecil, lantaran harganya yang bersifat fluktuatif alias gampang naik dan turun. Sebaliknya, kalau para Bandar saham ini menargetkan saham besar (big caps), maka mereka membutuhkan dana yang sangat besar untuk bisa menggerakan harga saham tertentu.

Dan cara kerja bandar saham ini akan melakukan pembelian langsung secara massive, di mana jumlahnya bisa beribu-ribu lot, sehingga seluruh offer akan di “makan” oleh bandar.

Dalam hal ini, selama para bandar saham mempunyai dana besar, maka selama itu pula mereka mampu memengaruhi harga saham di pasar secara signifikan. Dana besar tersebut, mendorong mereka untuk mempunyai power yang kuat untuk menggerakkan harga saham hingga undervalue atau bahkan overvalue.

Hal tersebut, sudah tentu memainkan psikologis para investor ritel, terutamanya trader untuk segera memasang bid yang tidak wajar, dengan begitu akan memacu para ritel untuk “memakan” harga offer. Awalnya bandar akan ikut bersama ritel untuk “memakan” harga offer hingga titik tertentu, di mana seluruh offer di “makan” oleh ritel.

Nah! Disaat itu bandar biasanya akan menjual sahamnya dengan cukup massive, akibatnya harga saham akan merosot sangat tajam dalam waktu singkat dan tidak wajar.

Tidak jarang para ritel terpaksa “pensiun” dari dunia saham karena ulah bandar saham. Lantaran bandar saham ini bisa menghasilkan profit yang sangat besar, dengan cara mengorbankan para trader dan investor ritel.

 

Strategi Kerja Bandar Saham

Bandar saham memiliki 3 strategi dalam menjalankan aksinya, yakni strategi akumulasi, strategi partisipasi dan strategi distribusi. Berikut ini penjelasannya:

  1. Strategi Akumulasi

Pada tahap ini bandar saham melakukan pembelian awal suatu saham dengan memanfaatkan momentum, saat harga saham tertentu mengalami penurunan dan bergerak relatif stabil.

Dalam hal ini ada bandar yang membelinya dalam jumlah sedikit demi sedikit, sehingga investor ritel tidak dapat mendeteksi adanya bandar pada saat strategi akumulasi dijalankan.

 

  1. Strategi Partisipasi

Pada tahap ini mulai terlihat volume yang tinggi dari transaksi dan tingginya permintaan dari suatu saham. Harga saham pun akan mulai naik dengan jumlah yang signifikan pada fase ini.

Pada fase ini bandar menjalankan aksinya melalui para influencer saham, untuk melakukan “pom-pom” atau bahkan dengan menyebarkan berita yang baik terkait suatu emiten yang sahamnya ditargetkan “digoreng”.

Pada fase ini dapat dilihat mulai banyaknya ritel yang masuk ke saham tersebut, dan mayoritas mereka takut kehilangan momentum kenaikan harga saham. Akibatnya para investor ritel atau trader ini tidak akan memperhatikan analisa fundamental dan teknikal. Situasi tersebut adalah sesuatu yang sangat disukai oleh bandar.

 

  1. Strategi Distribusi

Fase ini disebut juga “golden momentum” bagi para bandar saham, di fase ini ada banyak ritel yang mulai memiliki saham tersebut dan sahamnya dibicarakan di mana-mana, hingga memiliki isu prospek yang cerah. Pada fase ini bandar akan menjual sahamnya dengan jumlah yang besar, sehingga ritel tidak sempat menghindar ataupun menjual sahamnya terlebih dahulu.

 

Dampak Cara Kerja Bandar Saham bagi Investor

Sebagai investor yang mengedepankan analisa fundamental dalam membeli saham, tentunya kehadiran bandar saham tidak akan terlalu berpengaruh terhadap investor saham, khususnya bagi investor jangka menengah dan panjang.

Lho kenapa begitu? Jawabannya, karea ketika akan masuk ke suatu saham, para bandar saham tidak akan memperhatikan faktor-faktor seperti kondisi manajemen perusahaan, laporan keuangan, analisa industri dan kesehatan perusahaan. Sehingga kehadiran Bandar saham tersebut, tidak akan berpengaruh bagi seorang investor yang memutuskan untuk berinvestasi jangka menengah atau panjang.

 

Dampak Cara Kerja Bandar Saham terhadap Stabilitas Pasar

Pasar saham akan terdampak dengan kehadiran para bandar saham, beberapa saham akan naik secara signifikan atau turun yang mengakibatkan IHSG menjadi tidak stabil.

Oleh sebab itu, ada beberapa cara yang dilakukan regulator untuk meminimalisir dampak kehadiran bandar saham terhadap pergerakan IHSG, antara lain:

  1. Menerapkan Auto Reject Atas (ARA) dan Auto Reject Bawah (ARB)

Dengan adanya ARA dan ARB, maka akan membantu meminimalisir pergerakan saham yang tidak wajar. Di mana secara otomatis BEI akan menghentikan perdagangan, ketika saham sudah mencapai level ARA maupun ARB.

Adapun tingkat ARA yang berlaku saat ini menurut website resmi BEI adalah:

ARA dan ARB 5 Juni 2023 – 3 September 2023:

    • Saham harga Rp50-Rp200: limit ARA 35% dan ARB 15%
    • Saham harga >Rp200-Rp5.000: limit ARA 25% dan ARB 15%
    • Saham harga >Rp5.000: limit ARA 20% dan ARB 15%

Auto Rejection Simetris berlaku mulai 4 September 2023:

    • Saham harga Rp50-Rp200: limit ARA 35% dan ARB 35%
    • Saham harga >Rp200-Rp5.000: limit ARA 25% dan ARB 25%
    • Saham harga >Rp5.000: limit ARA 20% dan ARB 20%

 

  1. Menerapkan Suspensi Saham

BEI akan melakukan suspensi terhadap saham yang memiliki pergerakan tidak wajar atau dikenal denga UMA (unusual market activity). Bursa akan melakukan suspensi terhadap emiten selama beberapa hari. Dengan harapan, pergerakan harga saham tersebut akan kembali wajar.

Dua hal tersebut merupakan cara BEI untuk memproteksi para investor dan trader di pasar saham Indonesia dari tindak ilegal para bandar saham.

Meski begitu, tidak semua negara memberlakukan aturan ARA, ARB dan suspensi. Bahkan beberapa negara seperti Amerika dan Jepang tidak ada kebijakan ARA, ARB maupun suspense. Imbas buruknya, adalah harga saham yang dapat bergerak liar karena digerakkan oleh bandar saham.

 

Cara Mengidentifikasi Kehadiran Bandar Saham dalam Suatu Saham

Bagi para investor kehadiran bandar dapat juga bisa menjadi berkah, lho apa alasannya?

Karena bagi value investor, menunggu kenaikan harga saham itu relatif lama, namun dengan masuknya bandar saham ke saham tertentu, maka barulah harga saham bergerak naik.

Namun sebaliknya jika investor masuk di suatu saham, ketika harga saham sudah cukup tinggi. Maka bandar akan “memakan” para investor saham didalamnya.

Nah untuk mengantisipasi situasi tersebut, ada beberapa cara untuk mengidentifikasi kehadiran bandar saham:

  1. Menggunakan Broker Summary

Broker summary merupakan cara yang dapat digunakan oleh investor untuk melihat broker saham mana saja yang melakukan pembelian terhadap saham tertentu dan penjualan terhadap saham tertentu.

Di sini kita dapat mengkategorikan beberapa jenis broker yang dianggap adalah “kendaraan” bandar dan beberapa jenis broker yang dianggap “kendaraan” ritel.

Umumnya broker yang dianggap sebagai kendaraan bandar ialah broker yang tidak popular, namun memiliki volume transaksi yang sangat besar.

Berikut ini contoh dari broker summary:

Summary saham MPMX tanggal 3 Agustus 2023. Source: RTI Broker 

Dari data tersebut kita dapat melihat broker mana yang aktif melakukan jual saham dan beli saham. Kamu dapat cek ya apakah YP adalah kendaraan ritel? Atau KK adalah kendaraan bandar? Atau sebaliknya.

 

  1. Identifikasi volume transaksi

Jika suatu saham “ditumpangi” oleh Bandar saham, maka dapat terlihat dari peningkatan volume transaksi yang sangat signifikan dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

Biasanya peningkatan volume tersebut dibarengi dengan akumulasi dari satu atau dua broker saham tertentu pada hari-hari sebelumnya.

 

Contoh Kasus Bandar Saham: Pergerakan Harga Saham yang Digerakan oleh Bandar

Salah satu pergerakan saham yang terlihat digoreng oleh bandar ialah saham REAL pada 2020, pada saat itu saham REAL (PT Repower Asia Indonesia, Tbk) juga banyak di “pom-pom” oleh para influencer saham.

Bahkan juga ada seorang public figure yang ikut mempompom saham tersebut. Berikut ini pergerakan saham REAL selama lima tahun kebelakang:

Source: investing.com

Terlihat harga saham REAL yang baru IPO pada Bulan Desember 2019 mengalami kenaikan yang luar biasa di tahun 2020. Namun kemudian “digoreng” pada Bulan Juli 2022 dan di “banting”, sehingga saat ini sahamnya berada di harga 50.

 

Kesimpulan

Dari pembahasan kita mengenai cara kerja bandar saham di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa bandar saham akan membeli saham yang memiliki harga rendah dan akan dibeli dalam jumlah yang sangat besar. Baik itu ribuan, bahkan sampai ribuan lot saham secara sekaligus.

Pertanyaan lain mengenai bandar saham ini, kenapa keberadaannya seolah dibiarkan begitu saja, padahal jelas merugikan?

Bandar saham bisa dikatakan sebagai pisau bermata dua, kehadirannya memang bisa membahayakan investor karena ada cukup banyak investor yang akhirnya ‘gulung tikar’ karena kehilangan dana. namun di lain sisi, kehadiran bandar saham juga diperlukan untuk menjalankan perannya sebagai market maker tadi.

Dengan adanya bandar saham, maka volume transaksi saham tertentu bisa meningkat, bahkan nilai transaksinya berpotensi tidak terbatas.

Kita sebagai value investor, sebaiknya perlu membuka mata terhadap keberadaan para bandar saham ini. Mengingat bandar saham memang merupakan suatu fenomena yang nyata di pasar saham. Salah satunya dengan mempelajari pengetahuan bagaimana cara kerja bandar saham dan seperti apa pola investasi yang bandar jalankan alias bandarmology.

Dengan pengetahuan tersebut, tentu kita berharap dapat terhindar dari potensi kerugian yang bandar saham buat, sehingga tidak menjadi korban empuk bagi para bandar saham ini. Untuk itu, bandar saham tidak perlu kita takuti!!!

Sebaliknya, kita harus dapat membaca pergerakan bandar saham agar investasi kita aman dan berhasil mencapai tujuan finansial yang kita harapkan. Happy Investing!***

 

 

Disclaimer !
Segala tulisan di luar konteks tentang Value Investing pada web/blog/situs ini tidak dimaksudkan sebagai suatu rekomendasi metode/cara/langkah/strategi investasi yang dianjurkan. Melainkan hanya berupa informasi mengenai ilmu dalam pasar saham. Penulis web/blog/situs ini tidak bertanggung jawab apabila ada kerugian yang terjadi, baik secara langsung maupun tidak langsung yang timbul atas tindakan pembaca.

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya

Youtube Update

Our Social Media

Arsip Artikel