Begini Cara Menghitung Average Down Saham! Biar Cuan Makin Optimal!

Begini Cara Menghitung Average Down Saham! Biar Cuan Makin Optimal!


Terakhir diperbarui Pada 21 September 2023 at 3:02 pm

Sudah lama berinvestasi saham, tapi belum paham betul tentang cara menghitung average down saham. Padahal metode ini dapat membantu mengoptimalkan keuntungan, sekaligus meminimalkan potensi risiko yang mungkin terjadi. Nah gimana caranya? Langsung aja kita bahas!

 

Mengenal Average Down dalam Saham

Sebelum membahas cara menghitung average down saham, tentu teman-teman investor harus paham betul apa itu average…

Average adalah metode untuk merata-ratakan harga saham. Average ada dua jenis yakni average up dan average down.

Average up adalah pembelian bertahap untuk mendapatkan harga rata-rata, jika kondisi harga saham mengalami kenaikan. Kebalikan dari average up ini adalah average down.

Average down saham ialah membeli kembali saham yang dimiliki secara bertahap ketika harganya turun dengan tujuan mendapatkan harga rata-rata lebih murah. Strategi ini dapat berfungsi untuk meminimalisir kerugian dan mengoptimalkan investasi karena investor dapat mendapatkan harga lebih murah.

Pertanyaannya, apakah average down berisiko? Jawabannya tentu berisiko!

Oleh sebab itu, dalam artikel kali ini kita akan membahas bagaimana cara menghitung average down saham dan strategi apa yang tepat untuk melakukan average down.

 

Cara Menghitung Average Down Saham

Dalam berinvestasi, pastikan bahwa teman-teman investor sudah melakukan perhitungan sebelum memutuskan untuk melakukan average down saham. Berikut ini formula yang biasa digunakan untuk menghitung average down saham:

Keterangan:

P1 = harga pembelian pertama

P2 = harga pembelian kedua

L1 = Lot pembelian pertama

L2 = Lot pembelian kedua

Di mana harga pembelian lot pertama harus lebih tinggi, dibandingkan harga pembelian lot kedua dan seterusnya.

 

Manfaat Perhitungan Average Down

Average down memiliki beberapa manfaat baik bagi investor, antara lain:

  1. Investor Lebih Leluasa

Kita sebagai investor tidak bisa, bahkan belum pernah ada satupun orang yang dapat menjamin pergerakan harga saham esok hari, apakah akan turun atau naik. Bahkan untuk harga saham 1 menit ke depan saja tidak pernah bisa diprediksikan.

Oleh karena itu, metode average down ini dapat digunakan oleh investor untuk lebih leluasa menambah investasi saham. Sehingga bisa mendapatkan keuntungan yang maksimal dengan risiko yang terukur.

  1. Risiko Terukur

Dengan melakukan average down, maka risiko investasi menjadi lebih terukur dibandingkan melakukan all in pada saat melakukan pembelian saham.

  1. Memudahkan Analisa

Investor juga bisa melakukan analisa bertahap terhadap pergerakan saham dengan menyesuaikan dengan kondisi fundamental. Untuk itu bisa menerapkan teknik dollar cost averaging atau melakukan cicilan pembelian saham secara bertahap, saat melakukan average down saham. Dengan begitu, kita berpeluang memperoleh harga rata-rata pembelian yang optimal.

 

Tapi, average down juga memiliki beberapa risiko seperti:

  1. Keuntungan yang kurang optimal. Hal ini bisa terjadi, jika harga saham naik secara cepat, sudah tentu investor tidak akan mendapatkan keuntungan yang optimal, dikarenakan lot saham yang dimiliki tidak banyak.
  2. Investor dapat terperangkap dalam value trap. Hal ini juga menjadi risiko ketika melakukan average down, di mana tidak menerapkan cut loss saat melakukan average down. Perlu diingat, sekalipun average down ini dapat membuat harga rata-rata saham menjadi lebih murah, tapi jangan lupa untuk terapkan titik cut loss.

 

 

Ingin menyusun investing plan, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah banyaknya informasi yang beredar, Anda bisa menggunakan Monthly Investing Plan

Strategi untuk Melakukan Average Down Saham

Dalam melakukan average down terhadap saham, perlu diperhatikan juga beberapa strategi guna menghindari risiko-risiko dalam average down saham seperti:

  1. Tetapkan titik cut loss

Kebanyakan investor saat melakukan average down tidak menetapkan titik cut loss, sehingga ia akan membeli saham terus jika kondisi fundamental mendukung.

Namun perlu diingat, kondisi fundamental adalah kondisi yang telah terjadi. Jadi ketika investor terus melakukan average down tanpa menetapkan titik cut loss, besar potensi untuk terjebak dalam value trap.

  1. Gabungkan Analisa Fundamental dan Teknikal

Kalau dalam analisa teknikal teman-teman investor mengenal titik support dan resistance, serta pola-pola pergerakan harga saham. Maka lakukanlah average down dengan menggabungkan teknik analisa teknikal dalam average down saham.

Selain analisa teknikal, dalam melakukan average down saham kita tentu harus memperhatikan kondisi fundamental. Di mana jika kondisi fundamental tidak mendukung, maka jangan lakukan pembelian berkala secara average down ya teman-teman investor…

  1. Jangan Greedy dan Perhatikan Emosi

Average down merupakan teknik yang tidak cocok diterapkan oleh teman-teman investor pemula yang baru terjun, karena belum pandai mengelola emosi dalam berinvestasi saham.

Pasalnya dalam melakukan average down saham dibutuhkan pikiran yang rasional dan memperhatikan kondisi pasar dalam melakukan average down.

Adapun kalau teman-teman investor bertindak greedy dan tidak sabar dalam melakukan average down. Sudah jelas akan membuat teman-teman investor membeli terus saham sebelum titik pembelian atau titik average down yang sesuai. Risikonya akan membuat portfolio semakin “boncos”.

  1. Waspadai saat akan Melakukan Average Down pada Trading Jangka Pendek

Average down tidak cocok bagi teman-teman investor yang akan melakukan trading secara scalping atau jangka pendek atau bahkan daily trading. Memangnya kenapa? Karena untuk bisa melakukan metode average down saham, maka kita sebagai investor harus melakukan investasi dengan time frame jangka menengah atau bahkan panjang.

Jadi, hendaknya kita sebagai investor perlu memperhatikan empat poin di atas sebelum menerapkan strategi average down. Dan perlu teman-teman investor ingat, jika posisi unrealized loss masih di bawah 10%, maka sebaiknya jangan melakukan average down saham.

 

Contoh Average Down Saham

Seorang investor yang berinvestasi di saham ABCD dengan harga per lembar saham Rp 500. Kemudian melakukan lagi pembelian kedua dengan harga per lembar saham Rp 350. Sampai melakukan lagi pembelian ketiga di harga Rp 150.

Dengan memperhatikan kondisi fundamental dan teknikal, maka investor saham ABCD percaya bahwa harga saham akan kembali naik. Meskipun saat melakukan pembelian pertama di harga Rp 500, mengalami unrealized loss.

Maka seperti ini lah rincian pembelian saham investor tersebut

  • Pembelian pertama: Harga per lembar Rp 500 dan jumlah lot 10
  • Pembelian kedua: Harga per lembar Rp 350 dan jumlah lot 15
  • Pembelian ketiga: Harga per lembar Rp 150 dan jumlah lot 17

Dengan begitu, investor akan memperoleh harga rata-rata sebagaimana berikut:

Hasilnya diperoleh nilai average down sebesar Rp 304.76. Artinya ketika saham bergerak di level pembelian investor kedua (Rp 350), maka investor sudah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 45.24 per lembar saham. Dan jika saham kembali di level pembelian investor pertama (Rp 500), maka investor sudah mendapatkan keuntungan sebesar Rp 195.24.

Tapi ketika teman-teman investor memiliki portfolio yang masih dalam kondisi “merah” atau unrealized loss, maka bisa menggunakan teknik average down untuk menetukan kapan masuk. Namun perlu diperhatikan juga ya kondisi dari perusahaan emiten yang akan diinvestasikan.

 

Kesimpulan

Jadi dalam bahasa yang lebih sederhana, metode average down saham ini adalah cara menambah kepemilikan saham dengan membelinya secara mencicil atau bertahap. Dan sebaiknya dilakukan ketika harganya turun, supaya bisa mendapatkan harga rata-rata yang lebih murah. Metode average down saham merupakan salah satu strategi berinvestasi saham yang sudah cukup banyak dilakukan para investor. adapun fungsi dari average down saham adalah untuk meminimalisir kerugian dan mengoptimalkan investasi karena investor dapat mendapatkan harga lebih murah.

Adapun cara menghitung average down saham ini cenderung lebih cocok diterapkan pada investasi saham jangka panjang.

Kabar baiknya untuk saat ini, semua online trading milik perusahaan-perusahaan sekuritas sudah menyediakan average harga saham. Hal ini kian mempermudah para investor yang ingin melakukan average down, karena tidak perlu lagi melakukan perhitungan satu per satu harga beli suatu saham. Lantaran sudah ada harga average di platform online trading, jadi teman-teman investor tinggal melihat harga average yang tertera dalam platform online trading.

Kira-kira kalau teman-teman investor akan mencoba metode average down saham nggak ya? Kalau ya, selamat mencoba!***

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya

Youtube Update

Our Social Media

Arsip Artikel