Cara Beli Waran Saham dan Pertimbangan Untung Ruginya!

Cara Beli Waran Saham dan Pertimbangan Untung Ruginya!


Terakhir diperbarui Pada 16 August 2023 at 12:47 pm

Dalam dunia keuangan, mendengar investasi saham nampak sudah cukup biasa. Tapi gimana dengan waran saham? Apakah sebelumnya sudah pernah tahu apa itu waran saham? Dan bagaimana pula cara beli waran saham? Untuk itu, dalam artikel kali ini kita akan membahas mengenai waran saham, simak sampai akhir ya….

 

Apa itu Waran Saham?

Waran adalah efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan di harga yang telah ditetapkan oleh suatu perusahaan/emiten selaku penerbit waran, berkaitan dengan IPO maupun right issue saham tersebut.

Waran saham ini bisa ditebus oleh para pemegang saham pada waktu dan kondisi yang telah ditentukan.

 

Cara Beli Waran Saham

Kalau teman-teman investor masih bingung, berikut ini contohnya:

(Source: RTI Business)

Jika kamu membeli saham IPO PT WIR Asia Tbk (WIRG) yang listing di bursa pada tanggal 4 April 2022, maka kamu akan mendapatkan waran secara gratis dengan rasio 1:1. Di mana setiap 1 lembar saham, maka kamu akan mendapatkan 1 waran yang nanti akan dapat ditradingkan di antara tanggal 4 April 2022 hingga 3 Oktober 2023.

Lantas apa bedanya dengan saham IPO? Pada contoh WIRG yang memiliki harga IPO di 168, jika kamu membeli 1 lot saham tersebut saat IPO, maka kamu akan mendapatkan 1 lot waran WIRG dengan harga awal Rp 1. Dan kamu dapat memperdagangkan waran tersebut langsung di tanggal IPO.

Jadi dapat kita asumsikan waran ini merupakan “pemanis” yang diberikan suatu emiten saat IPO.

Biasanya waran memiliki tambahan kode W pada tiap kode emiten seperti WIRG-W, FREN-W, OBMD-W dan masih banyak lagi.

Menarik bukan? Berikutnya kita juga akan membahas secara lebih dalam bagaimanakah cara beli waran saham, risiko dan keuntungan, serta strategi investasi yang tepat jika ingin berinvestasi waran.

 

Keuntungan Waran Saham

Ketika teman-teman investor memutuskan membeli waran saham, ada beberapa keuntungan yang bisa didapatkan, antara lain:

  1. Waran bisa ditebus menjadi saham dengan harga murah

Waran dapat dikonversi menjadi saham dalam waktu dan kondisi yang ditentukan. Pada contoh saham WIRG di atas, jika kamu mendapatkan WIRG-W saat IPO secara cuma-Cuma. Maka kamu dapat menebusnya menjadi saham pada periode yang ditentukan, sehingga kepemilikan saham WIRG kamu bertambah. Namun perlu diingat ketika waran dikonversi menjadi saham, maka saham yang beredar emiten tersebut akan bertambah.

  1. Bisa ditransaksikan di Pasar Sekunder

Seperti yang Penulis ilustrasikan diawal, waran dapat diperdagangkan di pasar setelah induknya IPO. Di mana para pemegang saham bisa memperoleh keuntungan dari jual beli waran di pasar sekunder.

  1. Volatile dan berpotensi cuan besar

Waran tidak memiliki auto rejection atas (ARA) dan auto rejection bawah (ARB), sehingga harganya sangat volatile bisa naik turun beratus-ratus pips dalam sehari perdagangan. Oleh sebab itu, waran memiliki potensi cuan yang luar biasa.

  

Risiko Waran Saham

Kalau ada keuntungan, sudah pasti ada risiko yang mungkin akan timbul. Nah berikut ini beberapa kerugian beli waran saham:

  1. Volatile dan berpotensi rugi besar

Iya! Jika pada keuntungan kita berpotensi cuan besar. Sebaliknya karena volatilitas waran yang tinggi, maka waran juga berpotensi pula menghadirkan loss yang besar. Oleh sebab itu tidak banyak value investor yang aktif trading waran, karena umumnya para value investor sangat menjaga risiko jual beli saham.

  1. Tidak dapat mengikuti RUPS dan tidak mendapat dividend

Sebelum waran dikonversi menjadi saham, maka kita sebagai pemegang waran tidak tercatat dalam pemegang saham perusahaan. Sehingga kita tidak dapat mengikuti RUPS, atau bahkan mendapatkan dividend.

 

Contoh Perusahaan yang Menerbitkan Waran Saham

Sampai dengan akhir 31 Juli 2023, setidaknya ada sekitar ±258 saham yang menerbitkan waran yang listing di BEI. Jumlah tersebut cukup besar. Berdasarkan data dari website sahamidx.com, berikut ini 5 saham pertama yang menerbitkan waran di BEI:

  • AMAG (PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk) yang menerbitkan waran dengan rasio 1:1 pada 23 Desember 2005.
  • BTEL (PT Bakrie Telecom Tbk) yang menerbitkan waran dengan rasio 5:1 pada 3 Februari 2006.
  • TRUB (PT Truba Alam Manunggal Engineering Tbk) yang menerbitkan waran dengan rasio 25:14 pada 16 Oktober 2006.
  • CPRO (PT Central Proteina Prima Tbk) yang menerbitkan waran dengan rasio 4:1 pada 28 November 2006.
  • WEHA (PT Panorama Transportasi Tbk) yang menerbitkan waran dengan rasio 5:1 pada 31 Mei 2007.

Dan yang terbaru sebelum artikel ini dirilis, yakni pada tanggal 24 Juli 2023 kemarin ada waran saham yang diterbitkan oleh INET (PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk) dengan rasio 5:7.

 

Perbandingan Waran dengan Instrumen Investasi Lainnya (Saham dan Obligasi)

Faktor

SahamObligasi

Waran

Kepemilikan

Ada Kepemilikan

Ada Kepemilikan

Tidak Ada Kepemilikan Sebelum Dikonversi Menjadi Saham

Jatuh Tempo

Tidak adaAda

Ada biasanya 6 bulan hingga 5 tahun dan jika tidak ditebus bisa hangus

Fungsi

Investasi IntiInvestasi Inti

Pemanis dari saham

Harga

IPO dan SekunderPrimer dan Sekunder

Gratis

 

Jika dilihat dari perbedaan antara ketiga instrument di atas, maka dapat disimpulkan bahwa waran saham bukanlah sesuatu yang tepat untuk instrument investasi jangka panjang. Oleh karenanya diperlukan pemahaman yang baik, sebelum memutuskan beli waran saham.

 

Strategi Investasi dengan Waran Saham

Seperti yang dibahas di atas, bahwa waran memiliki risiko yang cukup tinggi, dibandingkan dengan saham. Di mana ada batas harga di 50 untuk saham. Namun di waran saham tidak ada batas bawah adalah Rp 0, itu artinya bisa dengan mudah uang kita lenyap dalam waktu singkat.

Untuk mengantisipasi itu, ada 2 strategi investasi waran saham, supaya uang tidak mudah lenyap begitu saja:

  1. Aktif jual beli waran

Ketika memutuskan beli waran saham, maka harus siap aktif melakukan jual beli waran atau melakukan trading jangka pendek dan menengah. Karena waran saham ini memiliki volatilitas yang cukup tinggi. Dan perlu di ingat! Ketika memutuskan membeli waran saham, maka harus sanggup disiplin taking profit dan cut loss.

  1. Arbitrage dengan menebus waran di harga tepat

Untuk strategi arbitrage ini cocok diterapkan, ketika harga waran anjlok atau sudah hold waran sejak IPO, di mana kita dapat melakukan arbitrage penebusan waran milik kita.

Contohnya: Harga saham PT ABC sebesar Rp250 per lembar saham pada 31 Juli 2023. Lalu PT ABC menerbitkan waran dengan nilai Rp40 per lembar. Sedangkan harga eksekusi di Rp150.

Jika investor mengeksekusi waran, maka akan mendapatkan saham dengan harga yang lebih murah dari pasar di harga Rp190 per lembar (Rp150 + Rp40).

 

Peraturan dan Regulasi Waran Saham Di Indonesia

Waran merupakan produk yang teregulasi dibawah Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal, yang menyatakan bahwa waran adalah efek yang diterbitkan suatu perusahaan dan merupakan instrument derivatif dari efek yang diterbitkan sebenarnya.

Umumnya di Indonesia, waran saham diterbitkan oleh emiten yang tidak memiliki market cap terlalu besar saat melakukan IPO. Nah berikut ini beberapa contoh perusahaan besar seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan lainnya tidak menerbitkan waran saat melakukan IPO.

 

Kesimpulan

Jadi waran saham bisa dikatakan sebagai turunan saham (derivatif), dikeluarkan oleh perusahaan/emiten yang sahamnya tercatat di Bursa Efek.

Waran saham memiliki jangka waktu, yakni hanya berlaku dalam jangka waktu tertentu sampai akhirnya ditebus menjadi saham.

Secara garis besar, keuntungan waran saham bagi investor ialah dapat meningkatkan jumlah kepemilikan saham perusahaan. Sedangkan keuntungan memberikan waran saham bagi perusahaan adalah mendapatkan sumber dana baru yang lebih banyak, yang bisa digunakan untuk mengembangkan bisnis.

Waran saham ini ada, ketika perusahaan/emiten melakukan IPO ataupun right issue.

Nah sampai di pembahasan kali ini, gimana teman-teman investor? Tentunya sudah lebih paham tentang apa itu waran saham dan juga menjadi tahu bagaimana cara beli waran saham, serta dengan strateginya.

Tapi, perlu diingat kembali ya bahwa waran saham adalah instrumen investasi yang tinggi risiko, di mana uang yang kita masukkan dapat hilang seluruhnya.

Oleh sebab itu, jika ingin berinvestasi di waran saham, sebaiknya lakukanlah dengan bijak dan penuh dengan perhitungan cermat. Termasuk siap untuk melakukan jual beli waran saham secara aktif, dan disiplin taking profit maupun cut loss.***

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya

Youtube Update

Our Social Media

Arsip Artikel