Cara Belajar Saham dari Nol, Newbie Wajib Baca Supaya Tahu

Cara Belajar Saham dari Nol, Newbie Wajib Baca Supaya Tahu


Terakhir diperbarui Pada 27 December 2023 at 10:18 am

Data KSEI menunjukan pertumbuhan jumlah investor dalam tiga tahun terakhir semakin banyak. Sayangnya banyak investor yang terjun secara gegabah, tanpa dibekali ilmu investasi. Nah, supaya tidak merugi begini cara belajar saham dari nol!

 

 

Cara Belajar Saham dari Nol

Dengan pertumbuhan investor yang semakin banyak saat ini, tentu menunjukkan ada banyak investor pemula atau ‘newbie’. Sayangnya hal itu, justru menjadi pisau bermata dua. Di mana positifnya, pertambahan investor menandakan semakin terbukanya pandangan masyarakat mengenai investasi dan tercapainya ‘financial freedom’.

Namun di lain sisi juga ada negatifnya, karena saat ini bursa saham ibarat hutan yang didalamnya ada para investor yang bisa saling menjatuhkan. Hanya untuk sukses di bursa, karena memang saham ini adalah “zero sum game”.

Ada pemenang – tentu ada pihak yang kalah. Oleh sebab itu, jika secara knowledge kita tidak mumpuni. Maka siap-siap kita akan “diterkam” oleh para ‘Big Player’ yang sudah lama malang melintang di dunia saham.

Untuk itu kali ini, kita akan membahas cara belajar saham dari nol. Sehingga lebih siap secara ilmu dan mental, sebelum terjun berinvestasi saham.

 

 

 

 

Dapatkan seluruh layanan dari RK Team secara lengkap dan harga spesial hanya untuk member RK. Yuk gabung sekarang juga menjadi Platinum Member !

Platinum-Members

 

 

 

Kesalahan Saat Belajar Saham dari Nol

Sebagai langkah pertama, kita perlu mengetahui kesalahan-kesalahan apa saja yang seringkali terjadi saat belajar saham dari nol. Beberapa diantaranya:

  1. Jangan terpaku hanya pada satu saham tertentu

Hindari cara belajar yang terpaku pada satu saham tertentu. Hal ini akan membuat teman-teman investor cenderung tidak rasional untuk menilai kinerja saham dan faktor-faktor lain yang mempengaruhinya.

Di mana biasanya, seorang yang hanya belajar satu saham tertentu. Cenderung akan menutup diri terhadap informasi-informasi butuk mengenai saham perusahaan tersebut. Tindakan ini bisa membuat kita sebagai investor menolak hal-hal negatif dan potensi risiko yang bisa saja terjadi, pada saham tersebut. Sebaliknya, kita hanya mau menerima berita-berita positif dari saham perusahaan itu. Perilaku investor seperti itu bisa dikatakan sebagai confirmation bias.

 

  1. Tidak memahami kondisi fundamental

Seperti kita tahu, seorang investor yang bijak akan selalu menjadikan kesehatan fundamental sebagai pondasi dasar ia membeli saham. Dengan melakukan analisis fundamental, maka kita jauh lebih mengenal bagaimana kinerja perusahaan.

Terutamanya dalam melihat seperti apa historical laba rugi yang dihasilkan perusahaan. Jika perusahaan konsisten mencetak pertumbuhan laba, dengan neraca dan kas yang juga sehat. Maka bisa dipastikan bahwa perusahaan memiliki kinerja fundamental yang kuat.

Namun sebaliknya, jika perusahaan seringkali merugi, neraca dan juga kas yang tidak sehat. Sudah tentu hal ini akan mengancam investor di kemudian hari.

Itu mengapa analisis fundamental sangat penting untuk dilakukan, sebelum memutuskan berinvestasi saham.

 

  1. Mudah tergiur pada saham murah

Membeli pada harga murah dan menjualnya ketika harga tinggi. Ya, itu sudah menjadi bagian yang melekat bukan hanya pada bisnis, namun juga investasi dan trading saham.

Hanya saja, sangat disayangkan karena hal ini disalahartikan pada banyak investor, terutama para pemula (newbie).

Harga saham yang murah memang ada dan menggiurkan untuk dibeli. Di mana banyak pelaku pasar, berburu saham dengan nilai kecil dan mengharapkan return besar. padahal sebenarnya langkah ini cenderung akan merugikan.

Perlu kita ingat bahwa tidak semua harga saham murah, berasal dari perusahaan yang kinerjanya bagus dan menarik. Ini mengapa ada cukup banyak investor yang terjebak pada ‘saham murahan’. Karena terburu-buru membeli saham dengan harga murah, tanpa mempedulikan kinerja fundamental perusahaan.

 

 

 

 

Ciri-Saham-Murahan

[Baca lagi: Ciri Saham Murahan dan Trik Menghindarinya!]

 

 

 

 

  1. Mudah panik

Salah satu bentuk kesalahan besar, ketika seorang terjun ke pasar saham adalah mudah terbawa panik. Rasa panik, biasanya muncul karena adanya emosi dan rasa takut berlebih. Akibatnya mudah bertindak seperti pelaku pasar kebanyakan, seperti halnya panic selling.

Ya, panic selling terjadi karena banyak pelaku pasar yang merasa rugi karena harga saham anjlok. Sehingga mereka berbondong-bondong menjual saham, lantaran takut harga semakin jatuh. Mereka tentu tidak peduli bagaimana fundamental perusahaan, melainkan hanya fokus pada kepanikan pasar yang terjadi.

Untuk terhindar dari kerugian, maka sebaiknya kelola rasa panik. Lakukan investasi leher ke atas, dengan berbagai ilmu pengetahuan mengenai investasi saham. Terapkan juga analisis fundamental untuk mengukur seberapa layak saham perusahaan di hold. Jangan mudah panik, ditengah berbagai spekulasi pasar yang menggiring kita pada potensi kerugian.

Ke empat hal di atas hanyalah sebagian kecil kesalahan, yang sering terjadi di saat cara belajar saham dari nol.

 

 

Cara Menentukan Tujuan Investasi Saham untuk Pemula

Belajar saham dari nol ini akan sangat bermanfat bagi teman-teman investor pemula, yang baru terjun di dunia saham. Investasi saham sejatinya bisa menjadi Primary Income. Bahkan banyak sekali Success Story dari para miliarder karena berinvestasi saham. Sebut saja contoh paling populer seperti Warren Buffet dan Lo Kheng Hong.

Berikut ini beberapa cara berinvestasi saham dari nol:

  1. Investasi pada Ilmu dan Perbanyak Literasi

Sebelum kita berinvestasi dengan menggunakan dana yang sudah dialokasikan. Maka step awal yang sebaiknya kita lakukan adalah investasi leher ke atas, alias berinvestasi dengan ilmu.

Saat ini banyak sekali sarana untuk belajar saham, mulai dari yang gratis maupun berbayar. Salah satu contohnya adalah belajar saham di website rivankurniawan.com. Jika teman-teman investor membutuhkan mentorship, maka  dapat ikut kelas berbayar juga seperti yang diadakan oleh RK team.

Dan bagi teman-teman investor yang ingin serius menjadi Professional di dunia saham. Bisa mengikuti sertifikasi resmi di dunia saham, seperti WMI (Wakil Manajer Investasi), CSA (Certified Securities Analyst). Atau juga berbagai macam sertifikasi lainnya.

Tidak hanya itu, teman-teman investor juga dapat menambah literasi dari belajar saham melalui berbagai media. Seperti halnya buku-buku mengenai investasi saham, e-book maupun hardcopy. Dari media-media tersebut, teman-teman investor akan dapat mengambil contoh sukses berinvestasi saham dari tokoh Benjamin Graham, Warren Buffet, Peter Lynch dan investor lainnya.

 

  1. Memahami Analisa Laporan Keuangan dan Analisa Teknikal

Jika teman-teman investor bukan seorang akuntan, jelas memahami analisa laporan keuangan membutuhkan effort lebih. Namun jika teman-teman berniat melakukan investasi di dunia saham. Maka hal tersebut harus teman-teman investor lakukan.

Dengan melakukan analisa laporan keuangan, maka teman-teman investor dapat belajar bagaimana hubungan harga saham dengan performance laporan keuangan.

Ingat, harga saham juga akan digerakkan oleh performance di laporan keuangan ya!, Oleh sebab itu, penting bagi teman-teman tahu fungsi-fungsi Neraca, Laporan laba rugi, hingga catatan pada laporan keuangan.

Sebagai alternatif, teman-teman investor juga dapat membaca artikel Rivan Kurniawan. Untuk mempelajari bagaimana memahami laporan keuangan dengan mudah. Aksesnya pun bisa dilakukan secara gratis pada blog ini.

Selanjutnya adalah analisa teknikal, meskipun teman-teman investor tidak memiliki latar belakang matematika atau statistik dalam chart. Namun dalam hal investasi saham, teman-teman investor harus mempelajari chart dan indikator-indikatornya secara dasar. Lantaran teknikal analisis atau kemampuan kita membaca chart, akan dapat membantu kita menentukan titik masuk dan keluar dalam berinvestasi saham.

 

  1. Miliki Tujuan Investasi

Tujuan investasi akan berbeda-beda pada setiap orang. Di mana ada tujuan investasi jangka pendek, menengah ataupun panjang.

Nah, demikian juga bagi teman-teman investor perlu memiliki tujuan investasi. Di mana hal ini akan membantu teman-teman untuk bisa konsisten berinvestasi saham.

Contohnya, ketika kita memiliki tujuan investasi jangka panjang. Namun ternyata saham yang dibeli berhasil naik 5% dalam sehari. Maka jangan terburu-buru dijual, karena tujuan investasi kita adalah untuk jangka panjang yang bisa lebih dari 1 sampai 5 tahun ke atas.

 

 

 

 

8-Investor-Mindset-dalam-Berinvestasi-Saham

[Baca lagi: 8 Investor Mindset dalam Berinvestasi Saham]

 

 

 

 

  1. Tentukan Modal Investasi

Menentukan modal investasi merupakan langkah yang penting bagi investor pemula. Tujuannya jelas, yakni untuk teman-teman investor pemula dapat menyisihkan secara bertahap dana investasi dari tabungan.

Dalam hal ini, teman-teman investor dapat membuat rule 20%, 50%, 80%. Angka-angka tersebut menandakan jumlah dana investasi yang disisihkan dari tabungan, untuk dapat naik secara bertahap.

Ingat ya, teman-teman investor jangan lakukan all in pada suatu saham tertentu. Sehingga cash digunakan habis-habisan. Seperti ungkapan bahwa Cash is The King! Yang berarti, teman-teman investor harus tetap punya cash, untuk mengantisipasi gejolak di bursa saham.

 

  1. Lakukan Diversifikasi

Ketika teman-teman investor berinvestasi saham, pastikan menerapkan strategi diversifikasi. Tujuan diversifikasi saham, jelas untuk meminimalisir risiko investasi yang mungkin timbul.

Diversifikasi saham di sini, dapat diterapkan dengan memiliki beberapa portfolio saham dari sektor yang berbeda.

Contohnya: Ketika ibu Ratna memiliki uang 10 juta dan membeli saham TLKM sebanyak 5 juta, ISAT sebanyak 3 juta dan FREN sebanyak 2 juta. Diversifikasi ketiga saham tersebut, tidak tepat. Karena ketiganya berada dalam satu sektor industri yang sama.

Diversifikasi saham yang tepat, adalah ketika Pak Sendi memiliki uang 10 juta. Lalu ia investasikan pada beberapa saham dari sektor yang berbeda. Seperti TKLM sebesar 3 juta, BBCA sebesar 3 juta, ICBP sebesar 3 juta dan INCO sebesar 1 juta. Dalam contoh ini diversifikasi saham sudah tepat, karena dilakukan pada beda sektor. TLKM di sektor telekomunukasi, BBCA di sektor perbankan, ICBP di sektor consumer dan INCO di sektor energy dan pertambangan.

 

 

 

 

Diversikasi-Investasi-ke-Saham-Luar-Negeri

[Baca lagi: Diversifikasi Investasi ke Saham Luar Negeri. Simak Keuntungannya..]

 

 

 

Kesimpulan

Itu tadi kelima langkah yang dapat teman-teman investor terapkan dalam cara belajar saham dari nol. Langkah-langkah yang sebaiknya dihindari secara umumnya, juga dapat teman-teman investor hindari. Agar tidak terjebak dalam kerugian.

Teman-teman investor yang masih pemula, yang baru belajar saham dari nol. Perlu ingat, bahwa besarnya tingkat pengembalian investasi yang kita lakukan, tidak ditentukan dari seberapa banyak lembar saham yang kita beli.

Melainkan bagaimana masa depan perusahaan yang sahamnya sudah kita beli. Untuk itu penting bagi kita melakukan analisis fundamental, memahami pertumbuhan laba ruginya, kesehatan neraca dan kas perusahaan. Termasuk dengan mengenali seperti apa rantai bisnis yang dijalankan. Bagaimana pula prospek yang dimiliki perusahaan di masa mendatang dan risiko-risikonya.

Hal demikian justru akan memperbesar peluang return yang akan kita peroleh. Karena kita telah membeli saham dari perusahaan yang unggul dan berkualitas. Ketimbang membeli saham yang nilainya murahan.

Dan sebagai investor pemula atau newbie, teman-teman investor juga perlu ingat. Ketika sudah terjun secara aktif dalam berinvestasi, maka jangan mudah terpengaruh oleh pom-pom dari para influencer saham yang tidak bertanggung jawab. Dan jangan takut ketinggalan kereta, karena dalam investasi lebih baik ketinggalan kereta, daripada memaksa mengejar kereta yang sudah berjalan kencang. Happy investing!***

 

###

 

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya

Youtube Update

Our Social Media

Arsip Artikel