Apa Kabar GGRM 3Q2022

Apa Kabar GGRM 3Q2022 Di Tengah Isu Cukai Rokok Naik Lagi!


Sepanjang 2022 berjalan, nampaknya bukan tahun emas bagi GGRM. Bagaimana tidak, hingga 3Q2022 GGRM kembali harus mencatatkan kinerja laba bersih yang tergerus cukup dalam. Buruknya, penurunan kinerja GGRM ini terjadi di tengah isu cukai rokok naik lagi mulai tahun 2023 nanti…

.

Kinerja Profitabilitas GGRM

So, let’s breakdown…

GGRM salah satu emiten rokok yang kembali mencatatkan penurunan kinerja sepanjang 9 bulan 2022. Berdasarkan Laporan Keuangan 3Q2022, laba bersih GGRM kembali tergerus cukup dalam mencapai -63.92% YoY menjadi Rp 1.49 triliun, dari periode sebelumnya 3Q2021 yang sebesar Rp 4.13 triliun.

Menurunnya laba bersih 3Q2022, kembali menegaskan bahwa secara historikal kinerja GGRM dalam waktu tiga tahun terakhir memang cukup tertekan…

Terlebih lagi penurunan laba bersih terjadi di waktu penjualan GGRM terus meningkat meski tipis. Tercatat di 3Q2022, penjualan GGGRM tumbuh 1.99% YoY menjadi Rp 93.91 triliun, dari periode 3Q2021. Penjualan tersebut tumbuh didorong oleh segmen Sigaret Kretek Mesin yang tumbuh (1.7% YoY) menjadi Rp 86.01 triliun dan juga segmen Sigaret Kretak Tangan yang tumbuh (3.7% YoY) menjadi Rp 6.56 triliun.

Meski demikian, sangat disayangkan karena GGRM justru mencatatkan beban pokok penjualan yang membengkak menjadi Rp 86.23 triliun di 3Q2022, dibandingkan Rp 81.61 triliun ada 3Q2021. Salah satu pemicunya adalah naiknya beban pita cukai, PPN dan pajak rokok yang besarnya mencapai Rp 74.34 triliun di 3Q2022. Berbanding jauh dengan Rp 70.17 triliun di 3Q2021 yang lalu.

Akibatnya, laba kotor GGRM pun tercatat turun -26.08% YoY menjadi Rp 7.68 triliun di 3Q2022, dibandingkan Rp 10.39 di 3Q2021. Demikian halnya dengan GPM rasio yang turun di level 8% per 3Q2022.

.

Isu Cukai Rokok Naik!

GGRM adalah salah satu perusahaan rokok terbesar di Indonesia, yang terpukul oleh sentimen cukai rokok yang dalam beberapa tahun terakhir terus digenjot oleh pemerintah. Kita semua tahu, pemerintah belum lama ini memberikan keputusannya bahwa cukai hasil tembakau (CHT) untuk rokok tarifnya kembali naik sebesar 10% yang akan beraku pada tahun 2023 – 2024 mendatang.

Kenaikan cukai rokok 10% akan berlaku berbeda-beda sesuai golongannya. Besar kemungkinan nantinya kenaikan akan terlihat berdasar golongan rokok. Untuk Sigaret Kretek Mesin (SKM) I dan II kenaikan berpotensi sekitar 11.5% – 11.75%, Sigaret Putih Mesin (SPM) I dan II naik sekitar 12%, lalu Sigaret Kretek Pangan (SKP) I, II, dan III naik 5%.

Pemerintah mengklaim bahwa kenaikan cukai rokok bisa sampai angka 25% yang tujuannya untuk mengendalikan konsumsi tembakau, supaya lebih optimal. Diikuti pula dengan berbagai pertimbangan positif lainnya. Namun, di saat yang bersamaan kenaikan cukai rokok telah menekan kinerja emiten di industri rokok.

Kondisi tersebut, setidaknya sejalan dengan kinerja GGRM yang tercatat turun. Meskipun penjualan GGRM konsisten bertumbuh, akan tetapi hal ini tidak akan baik apabila laba bersih terus tertekan. Pasalnya, perusahaan yang laba bersihnya tertekan dapat berpengaruh pada besaran dividen yang dibagikan oleh perusahaan.

GGRM sendiri menyatakan bahwa perusahaan masih terus berupaya melakukan penyesuaian, namun diluar dari opsi menaikkan harga jual rokok miliknya. Keputusan tersebut mempertimbangkan banyaknya kompetitor serupa dan juga daya beli konsumen.

GGRM sendiri sekarang ditransaksikan di harga Rp 21550 per lembar saham dan divaluasikan di PER 21.4x, PBV 0.8x. Nilai valuasi tersebut saat ini memang masih berada dibawah historikalnya,namun dengan menimbang kondisi industri yang kurang berpengaruh positif terhadap GGRM membuat banyak investor yang mendepresiasi harga sahamnya, tercatat dengan isu kenaikan cukai rokok tahun depan dalam 1 bulan terakhir harga saham GGRM turun 3.92%.

Nah, kira-kira apa keputusan mu jika kamu terlanjur berinvestasi di GGRM?

.

.

.

.

DISCLAIMER : Tulisan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Tulisan ini bersifat untuk edukasi berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Do Your Own Research sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

###

Info:

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya