INDY Bangun Ekosistem Kendaraan Listrik

INDY Siap Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik, Prospeknya Kian Menarik?


INDY dikenal sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di sektor batubara. In fact, INDY dan Indika Group sendiri dikenal sebagai salah satu pemain terbesar di sektor batubara, lengkap dengan bisnis model-nya yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Namun, yang menarik adalah bahwa INDY sendiri tengah membangun ekosistem kendaraan listrik di tanah air, merespon adanya potensi shifting dari kendaraan berbasis combustion engine (ICE) akan pindah ke EV. Apakah strategi ini akan membuat INDY semakin menarik? Mari kita bahas.

AA

Bisnis Model INDY

Secara kinerja perusahaan, perlu diketahui bahwa sampai dengan 9M21 kemarin, hampir 87% dari kinerja perusahaan didapatkan dari sektor batubara dan sisanya sekitar 13% disumbangkan dari non-coal. Angka ini naik dari 75:25 yang dicatatkan pada tahun 2020 lalu, yang mayoritas disebabkan karena adanya trend peningkatan harga batubara yang meningkatkan kinerja bisnsi batubara INDY.

Sehingga apabila kita perhatikan kinerja keuangan INDY per 9M21 kemarin, dapat kita ambil beberapa kesimpulan sebagai berikut: profitabilitas INDY meningkat secara drastis. Per 9M21, pendapatan meningkat +43%, gross profit +163%, dan sampai ke core profit meningkat +17x lipat (yes, +1600% YoY). Pencatatan kinerja yang impresif.

Kami juga ingin meng-highlight pencapaian kinerja tersebut disebabkan dari adanya cost management yang ciamik dari perusahaan. Seperti chart di atas, terlihat bahwa cash cost dan stripping ratio perusahaan masih berada dalam trend penurunan yang mengindikasikan adanya management biaya yang sangat terjaga despite peningkatan kinerja perusahaan karena harga komoditas batubara yang meningkat.

Selain itu, di tengah peningkatan harga oil dunia, INDY juga masih mampu menjaga level fuel cost-nya stabil, bahkan di masih di bawah level covid ketika harga oil sempat lebih tinggi saat itu (vs 9M21).

AA

AA

AA

AA

Ikuti segera program terbaru dari RK Team – Stock Market Mastery yang dirancang untuk membantu Anda menjadi investor profesional di pasar saham. Program ini berisikan sejumlah topik pembahasan yang dikemas secara komprehensif, sehingga dapat menunjang Anda dalam melihat pasar saham secara keseluruhan. Segera dapatkan tiket Stock Market Mastery di sini.

AA

AA

AA

AA

Inisiatif INDY Bergerak ke Sektor EV

Inisiatif INDY untuk masuk ke sektor EV dituangkan melalui pembuatan PT Electra Mobilitas Indonesia (EMI) dan mengincar pasar 2W di Indonesia yang sangat besar, di mana lebih dari 43% kendaraan yang ada di Indonesia sekarang telah berumur lebih dari 10 tahun. Sehingga membuka peluang untuk mengganti kendaraan-kendaraan tersebut ke kendaraan yang lebih baru nantinya.

Selain itu, inisiatif ini juga didukung pemerintah yang akan bertujuan untuk mencapai Net Zero Emission dan akan meningkatkan penetrasi EV, 2 juta mobil dan 13 juta motor di tahun 2030.

Secara spesifik, sektor 2W yang akan diincar oleh INDY adalah scooter, di mana 88% pemakai kendaraan roda dua di Indonesia menggunakan moda scooter. Ini jauh di atas dua moda lainnya (~12%).

Update terbaru dari strategi INDY adalah bahwa perusahaan telah berhasil menggaet beberapa pemain ternama di Indonesia untuk membuat ekosistem EV di Indonesia. Nama-nama besar seperti IBC, Foxconn, dan Gogoro bersama INDY telah menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk mengembangkan ekosistem EV di Indonesia. Nantinya, kolaborasi ini sendiri akan dilakukan dengan skema Build, Operate & Localize (BOL).

Lingkup kerja sama juga mencakup pengembangan industri penunjang EV yang meliputi energy storage system (ESS), battery exchange atau swap station, baterai daur ulang, serta penelitian dan pengembangan (R&D) di bidang baterai elektrik dan EV.

Sekarang INDY diperdagangkan di harga Rp 2180 per lembar saham. Dengan pencapaian yang dibukukan perusahaan sekarang dan prospek perusahaan ke depannya, apakah Anda tertarik untuk memasukkan INDY ke dalam portfolio Anda?

AA

AA

AA

DISCLAIMER : Tulisan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Tulisan ini bersifat untuk edukasi berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Do Your Own Research sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

###

Info:

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

1 Comment

  • PCI
    February 17, 2022 at 12:32 PM

    Isi Pesan

Komentar

Artikel Lainnya