HERO Supermarket Jual Aset

HERO Supermarket Jual Aset, Demi Menutup Utang?


HERO supermarket jual aset yang berada di wilayah Alam Sutera kepada PT Okabe Hardware Indonesia. Langkah HERO memicu banyak spekulasi di kalangan pelaku pasar, salah satunya adalah untuk menutup utang perusahaan. Benarkah demikian?

.

Kronologi HERO Supermarket Jual Aset

HERO supermarket jual aset setelah mencapai kesepakatan dengan PT Okabe Hardware Indonesia pada 28 September 2022. Jual beli aset yang dilakukan HERO berupa tanah dan bangunan yang berada di Serpong Utara dan ex Giant Alam Sutera, Tangerang Selatan – Banten.

Bangunan yang dilepas HERO, merupakan bangunan dua lantai dengan luas tanah sekitar 11.240m² dan total luas bangunan lantai sekitar 12.406m². Adapun nilai total penjualan aset tanah dan bangunan HERO mencapai Rp 200 miliar.

Tujuan HERO supermarket jual aset adalah untuk mendapatkan dana tunai yang dapat mengurangi leverage sehingga posisi keuangan perusahaan jadi lebih kuat. Leverage yang berkurang juga dapat meringankan pembayaran bunga.

Tidak hanya itu, dana perolehan jual aset juga akan mendukung profitabilitas perusahaan di tahun ini. Termasuk untuk menjaga kemampuan perusahaan dalam memonetitasi aset-aset yang sudah tidak likuid.

Sementara dari sisi dampak yang mungkin ditimbulkan atas langkah HERO supermarket jual aset, antara lain:

  • Aset lancar HERO tahun 2022 diprediksikan meningkat;
  • Laba (rugi) sebelum pajak tahun 2020 juga diprediksikan meningkat sekitar Rp 123.2 juta, karena keuntungan dari penjualan aset tetap menjadi Objek Transaksi;
  • Beban bunga pinjaman bank jangka pendek yang diprediksikan akan turun, karena posisi HERO yang sanggup membayar pinjaman bank jangka pendek senilai Rp 120 juta di tahun ini;
  • Kas bersih diharapkan meningkat jadi Rp 196 juta, setelah bayar pajak dan beban bunga berkurang. Dengan Rp 120 juta dipakai membayar utang dan saldo kas diprediksikan naik menjadi Rp 76.8 juta.

.

benarkah hero mengalami kebangkrutan

[Baca lagi: Bisnis Makanan Rugi Rp 64 Miliar, HERO Tutup ke 6 Gerai Giant. HERO Mengalami Kebangkrutan?]

.

Apakah Akan Dapat Menunjang Peningkatan Kinerja HERO?

Berkaca dari tujuan yang ingin dicapai oleh perusahaan, pasca HERO supermarket jual aset, maka jawabannya ialah tergantung. Ya tergantung pada kemampuan perusahaan mengelola dana yang telah diterima, sekalipun telah ada sejumlah alokasi yang dibuat.

HERO sendiri pernah mencatatkan kinerja pendapatan tertingginya di tahun 2015 yakni di angka Rp 14.35 triliun. Setelahnya, HERO justru mencatatkan pendapatan yang terus turun secara historikal..

Histori Pendapatan HERO mulai dari tertinggi di 2015 – 2022 (Annualized). Source: Cheat Sheet 2Q2022

Dari data di atas, setidaknya kita mendapati bahwa CAGR pendapatan mengalami penurunan rata-rata sekitar -6.5%. Dengan penurunan yang terjadi, HERO masih harus bekerja keras meningkatkan kembali pendapatan perusahaan. Terutama di tengah gejolak ekonomi seperti sekarang, bukanlah perkara semudah membalikkan telapak tangan.

Salah satu yang sudah pernah diupayakan HERO adalah dengan melakukan transformasi bisnis.

Meskipun hasil dari HERO supermarket jual aset diperkirakan dapat membiayai “beban bunga pinjaman bank jangka pendek yang diprediksikan akan turun, karena posisi HERO yang sanggup membayar pinjaman bank jangka pendek senilai Rp 120 juta di tahun ini.

Namun hal itu masih belum akan cukup. Mengingat besarnya liabilitas yang ditanggung oleh perusahaan. Berikut adalah data liabilitas jangka pendek perusahaan..

Histori Utang Jangka Pendek HERO. Source: Cheat Sheet 2Q2022

Apabila di break down pada Pos Pinjaman Bank Jangka Pendek, HERO tercatat mempunyai pinjaman bank senilai Rp 2.31 triliun di 2Q2022. Bahkan nilai tersebut mengalami kenaikan dari Rp 1.64 triliun dari bulan Desember 2021. Berikut pos pinjaman tersebut..

Adapun jika dilihat pada catatan kaki 27c, maka kita juga akan mendapati rincian pinjaman yang diterima HERO dari sejumlah bank seperti The Hongkong and Shanghai, MUFG Bank Ltd, Citibank, DBS Bank, Mizuho Bank, dan Bank BTPN.

Sedangkan untuk total liabilitas jangka panjang tercatat sebesar Rp 2.14 triliun di 2Q2022. Dengan demikian, posisi HERO saat ini bisa dikatakan sedang tidak baik karena memiliki cukup banyak utang. Tercermin dari rasio DER berikut:

Data di atas menunjukkan rasio DER tertinggi HERO terjadi di tahun 2022 ini mencapai level 7.59x. DER yang naik signifikan, tentu akan menjadi ‘pekerjaan rumah’ berikutnya bagi HERO. Terkecuali jika HERO dapat merealisasikan kinerja yang meningkat di tahun ini.

Jadi, seberapa optimis Anda terhadap upaya perbaikan kinerja yang dilakukan HERO?

.

.

.

.

DISCLAIMER : Tulisan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Tulisan ini bersifat untuk edukasi berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Do Your Own Research sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

###

Info:

 

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya