ASSA Raih Pinjaman Rp300 Miliar

ASSA Raih Pinjaman Rp300 Miliar, Bagian dari Ekspansi Bisnis?


Sepak terjang bisnis ASSA kian hari mampu memperlihatkan pertumbuhan yang positif. Bahkan baru-baru ini, ASSA raih pinjaman Rp300 miliar. Nominal angka pinjaman tersebut tentu dipertanyakan banyak pihak, mengingat kinerja ASSA yang positif. Lantas apakah pinjaman Rp300 miliar yang diperoleh ASSA adalah bagian dari ekspansi bisnis perusahaan?

.

Bisnis ASSA Mampu Bertumbuh Positif

Source : Public Expose ASSA 2022

.

ASSA raih pinjaman Rp300 miliar, tentu menarik perhatian banyak investor. Terlebih lagi dalam beberapa tahun terakhir, kinerjanya mampu memperlihatkan pertumbuhan yang positif.

Bahkan pengembangan di setiap lini bisnis nampak terarah dengan baik, terlihat dari milestone bisnis yang terus berkembang mulai tahun 2003 lalu.

Tidak heran apabila secara historikal pendapatan yang dicetak ASSA konsisten bertumbuh setiap tahunnya, dengan rata-rata pertumbuhan CAGR sebesar 24.5%.

Source : Cheat Sheet by RK Team Kuartal II-2022

Bukan rahasia lagi, bahwa pertumbuhan yang diraih ASSA tidak lepas dari kontribusi besar jasa pengiriman barang melalui AnterAja. Bahkan sampai dengan kuartal I-2022, AnterAja berhasil menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan ASSA!

Jasa Pengiriman ASSA[Baca lagi: Jasa Pengiriman kembali menjadi Penopang, Bagaimana Prospek ASSA ke Depan?]

.

Tidak hanya itu, ASSA melalui AnterAja telah berhasil menjalankan layanan Payment on Delivery yang bekerja sama dengan Lazada. ASSA juga memperkenalkan Cold Chain Delivery dan layanan Drop Off.

Sementara dari sisi armada pada bisnis rental kendaraan, ASSA juga berhasil meningkatkan jumlah armada yang hingga akhir Juni 2022 telah mencapai ±28.000 unit kendaraan. Bahkan rencananya, ASSA masih akan memperbesar kapasitas bisnis rental kendaraannya tersebut.

Menimbang peluang yang ditawarkan oleh bisnis rental kendaraan sangat besar, mulai dari lonjakan inflasi yang diikuti dengan potensi kenaikan suku bunga. Imbasnya banyak perusahaan menahan capex. Oleh karenanya, ASSA siap mengambil alih peluang tersebut…

.

.

.

Anda kesulitan mengatur waktu untuk analisa laporan keuangan? Anda bisa menggunakan E-Book Quarter Outlook Q2 2022, di mana Anda akan mendapatkan hasil analisa saham-saham potensial dari RK Team. Segera dapatkan di sini.

.

.

.

ASSA Raih Pinjaman Rp300 Miliar

Hal demikian, dibuktikan dengan ASSA raih pinjaman Rp300 miliar dari PT Bank Muamalat tertanggal 16 Agustus 2022 belum lama ini. Pinjaman tersebut merupakan fasilitas pembiayaan yang berupa Line Facility Al-Musyarakah (Reimbursement) – Non Revolving Loan.

Source : Keterbukaan Informasi ASSA

.

Melalui pinjaman tersebut, ASSA ingin ada penambahan unit kendaraan baru yang nantinya akan disewakan kembali kepada pelanggan. Dengan asumsi, dapat meningkatkan potensi pendapatan, sekaligus mengembangkan bisnis rental kendaraan dapat berkembang lebih besar lagi.

Disebutkan juga di atas, bahwa pinjaman Rp 300 miliar dari PT Bank Muammalat ini berupa Line Facility Al-Musyarakah (Reimbursement) – Non Revolving. Di mana Line Facility ini merupakan fasilitas pembiayaan yang dilakukan secara bergulir dalam jangka waktu tertentu, berdasarkan waktu yang disepakati kedua belah pihak, serta terikat secara moral.

Sedangkan untuk Al-Musyarakah dinilai sebagai perjanjian kerja antara kedua belah pihak, dalam mencapai keuntungan tertentu.

Sementara yang dimaksud dengan Non Revolving Loan dalam pinjaman ini mengindikasikan dalam hal pelunasannya tidak bisa dilakukan secara berulang dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, jadi tetap harus mengikuti perjanjian yang ada.

 .

Bagaimana dengan Neraca Keuangan ASSA?

Di tengah pertumbuhan bisnisnya, lalu dengan besarnya pendapatan yang diraih ASSA. Tentu yang jadi pertanyaan, kenapa ASSA raih pinjaman Rp 300 miliar?

Langsung saja, kita lihat dari sisi neraca keuangannya. Total liabilitas yang dimiliki sebesar Rp 4.74 triliun per kuartal II-2022, dengan total ekuitas sebesar Rp 2.57 triliun per kuartal II-2022. Mengindikasikan rasio utang terhadap ekuitas yang dimiliki mencapai DER 2.90x. Hal ini membuat ASSA cukup berisiko dalam menyelesaikan kewajibannya, bila hanya mengandalkan modal yang dimiliki.

Terlebih lagi DER masih menjadi ‘pekerjaan rumah’ yang harus diperbaiki oleh ASSA sampai dengan saat ini, dengan harapannya DER bisa lebih rendah dari saat ini…

Source : Cheat Sheet by RK Team Kuartal II-2022

.

Sementara dari sisi jangka pendek, total aset lancarnya sebesar Rp 1.88 triliun per kuartal II-2022. Dibandingkan dengan liabilitas jangka pendek sebesar Rp 1.72 triliun per kuartal II-2022. Telah mencerminkan Liquidity Ratio ASSA sebesar 1.1x, artinya ASSA masih mampu mengatasi liabilitas jangka pendeknya menggunakan aset lancar yang dimiliki, meski gap nya sangatlah tipis.

Jadi, meski pinjaman Rp 300 miliar ini akan berdampak baik bagi pengembangan bisnis ASSA, seperti yang sudah dijelaskan di bagian atas. Namun dari sisi neraca keuangan masih perlu diperhatikan kembali, di mana adanya kenaikan suku bunga dapat menekan profitabilitas. angan sampai hal ini justru dapat membebani kinerja perusahaan di masa mendatang.  

Dan apakah dengan ASSA raih pinjaman Rp 300 miliar ini adalah bagian dari ekspansi? Ya, seperti yang kita tahu, saat ini ASSA memang tengah giat melakukan ekspansi pengembangan bisnis, terutamanya pada bisnis mobilitas dan logistik. Sejalan dengan semakin meningkatnya permintaan pasar terhadap aktivitas produksi, manufaktur hingga transaksi berbasis e-commerce.

.

.

.

.

DISCLAIMER : Tulisan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Tulisan ini bersifat untuk edukasi berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Do Your Own Research sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

###

Info:

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya