Third Wave of Pandemic

Third Wave of Pandemic: Masih Jadi Momentum Sektor Kesehatan?


Indonesia sedang menghadapi badai ketiga pandemic Covid-19 yang kali ini disebabkan variant Covid-19 Omicron. Omicron sendiri memang dikenal dapat dengan mudah tersebar (jauh lebih transmissible dibandingkan Delta variant), walaupun dianggap dampaknya tidak separah Delta. Unfortunate events, tetapi juga mampu membawa dampak positif di kinerja keuangan perusahaan-perusahaan sektor kesehatan. Apakah wave ke-3 ini masih menjadi momentum sektor kesehatan? Mari kita bahas lebih dalam.

AA

Put Things Into Context – Bahaya Omicron

Sejauh ini dunia sudah menghadapi 3 badai Covid melalui 3 variant: 1) Alpha (variant original), 2) Delta, dan 3) Omicron. Mutasi yang terjadi di variant Covid-19 sendiri memiliki dampak yang berbeda-beda. Di Delta, virus Covid-19 menjadi lebih transmissible dan juga jauh lebih berbahaya dibandingkan Alpha. Namun di Omicron, meskipun di satu sisi variant Covid-19 menjadi lebih mudah ditularkan, tetapi dampak yang dihasilkan juga lebih ringan.

AA

AA

Seperti yang terlihat yang terjadi pada dua negara di atas: US dan UK, di mana pada korelasi antara kasus – hospitalization – ICU – fatality masih sangat tinggi pada wave Alpha dan Delta. Tetapi pada wave omicron, hal yang terjadi tidak demikian. Meskipun spike up kasus yang sangat cepat, tetapi transmisi ke hospitalization sampai ke fatality jauh lebih rendah.

AA

AA

Data di atas adalah data di Indonesia (tidak tersedia data ICU maupun hospitalization). Terlihat bahwa dalam peningkatan kasus Covid belakangan ini tidak translate into higher deaths—konsisten dengan yang terjadi di beberapa negara lain. Meskipun demikian, tentu tidak boleh bersikap acuh tak acuh dan complacent – karena kita belum keluar dari pandemic Covid-19.

 

AA

AA

AA

Anda yang ingin atau sedang menyusun investing plan Anda, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah banyaknya informasi yang beredar, Anda bisa menggunakan Monthly Investing Plan edisi Februari 2022 yang telah terbit di sini…

Monthly Investing Rivan Kurniawan

AA

AA

AA

 

Dampak ke Sektor Kesehatan

Untuk melihat dampak ke sektor kesehatan, kami mengumpulkan snapshot dari 3 rumah sakit yang listed di Indonesia: HEAL (Hermina), SILO (Siloam) dan MIKA (Mitra Keluarga).

  • HEAL (Hermina Hospitals)

Hermina memiliki 42 jaringan rumah sakit yang tersebar di 26 kota di Indonesia.

Di mana memang terlihat secara profitabilitas, Covid masih mendongkrak kinerja HEAL dan menyebabkan per 9M21 kemarin pendapatan bertumbuh +60.5% YoY, EBITDA +137%, dan sampai ke level laba bersih hampir meningkat +200% YoY.

AA

  • SILO (Siloam Hospitals)

SILO memiliki 40 jaringan rumah sakit yang tersebar di seluruh Indonesia. Membuat SILO beroperasi sebagai salah satu pemain sektor kesehatan terbesar di Indonesia.

Sama seperti HEAL, kinerja SILO secara tidak mengejutkan, tumbuh ke arah yang lebih positif juga dari berbagai metrics profitabilitas. Pertumbuhan profitabilitas SILO, juga dikontribusikan dari adanya uluran tangan SILO untuk membantu menangani Covid-19.

Sampai dengan 9M21 kemarin, SILO telah mendeliver >3 juta rapid test dan serology test dan >700k PCR dan isothermal testing, dan telah merawat >31k pasien Covid-19. Hal ini menyebabkan kinerja SILO juga terdongkrak.

AA

  • MIKA (Mitra Keluarga)

Mitra Keluarga mengoperasikan 26 rumah sakit di seluruh Indonesia, memang di bawah jumlah HEAL dan SILO.

AA

Apabila dilihat dari pertumbuhan kinerja, dapat dilihat bahwa pertumbuhan kinerja MIKA memang tidak se-impresif perusahaan lain, tetapi apabila dilihat dari strategi perusahaan untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit – baik secara organic maupun inorganic, serta mendapatkan benefit dari adanya universal healthcare coverage (UHC) atau BPJS yang akan dirubah menjadi 1 kelas saja – MIKA yakin dapat menumbuhkan kinerjanya dalam masa depan.

AA

Kami melihat bahwa dampak positif yang mungkin akan ditimbulkan dari Omicron hanya akan terjadi di peningkatan jumlah testing, yang juga akan meningkatkan kinerja perusahaan di sektor healthcare. Tidak seperti wave-wave sebelumnya yang pasiennya membutuhkan perawatan intensif, Omicron kali ini memang terlihat lebih ringan dan kemungkinan dampak ke kinerja perusahaan rumah sakit tidak akan sebesar sebelumnya. Bagaimana menurut Anda? Apakah saat ini masih saat yang baik untuk mengoleksi saham rumah sakit?

 

AA

AA

AA

DISCLAIMER : Tulisan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Tulisan ini bersifat untuk edukasi berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Do Your Own Research sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

 

###

 

Info:

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

2 Comments

  • Laswi
    February 10, 2022 at 12:38 PM

    Isi Pesan

  • Kayun
    February 10, 2022 at 12:49 PM

    Isi Pesan

Komentar

Artikel Lainnya