Jumlah ARPU TLKM Turun, Laporan Keuangan FY2023 Aman?

Jumlah ARPU TLKM Turun, Laporan Keuangan FY2023 Aman?


Terakhir diperbarui Pada 4 April 2024 at 12:26 pm

Artikel telah ditinjau oleh: Stock Market Analyst RK Team 

Terhitung mulai pertengahan Maret 2024, harga saham TLKM anjlok sekitar -13.0% Ytd. Jika dirunutkan, maka penurunan harga saham TLKM bersamaan dengan rilisnya laporan keuangan FY2023. Yang menandakan bahwa adanya respon negatif market terhadap saham TLKM, yang dipicu oleh jumlah ARPU TLKM turun. Pertanyaannya apakah Laporan Keuangan FY2023 TLKM aman? Bagaimana pula fokus bisnis TLKM di tahun ini?

 

Review Kinerja Laporan Keuangan TLKM FY2023

PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) telah merilis laporan keuangan FY2023. Secara keseluruhan TLKM masih mampu mencatatkan pertumbuhan yang positif, baik dari sisi pendapatan dan laba bersih. Berikut ini review kinerja fundamental TLKM…

  • Profitabilitas

Berdasarkan kinerja kuartal IV-2023, TLKM berhasil mencatatkan pendapatan yang bertumbuh dari tahun sebelumnya sekitar 1.28% YoY, menjadi sebesar Rp149.2 triliun, dari periode kuartal IV-2022 yang sebesar Rp147.3 triliun. Meski tumbuh tipis, namun sudah menyumbang pertumbuhan rata-rata CAGR perusahaan menjadi sebesar 6.4%. Berikut historical kinerja pendapatan TLKM:

Historical pendapatan TLKM. Source: Cheat Sheet Kuartal IV-2023 by RK Team

Pertumbuhan tersebut didorong oleh kinerja operasional yang mayoritas juga mencatatkan kenaikan, berikut rinciannya:

Rincian pendapatan TLKM. Source: Laporan Keuangan TLKM Kuartal IV-2023

Hanya saja jika dibreakdown, kita akan mendapatkan adanya jumlah ARPU (Average revenue per user) TLKM turun, yang cukup menekan pendapatan TLKM FY2023 di angka Rp149.2triliun.

Untuk kita ketahui, dalam bisnis telekomunikasi – ARPU merupakan suatu metrik yang rata-rata pendapatan per user/pengguna, sebagai konsumen yang memakai jasa telekomunikasi. Nah ARPU yang diperoleh TLKM pada segmen bisnis seluler dan IndiHome justru mengalami penurunan di kuartal IV-2024, dibandingkan kuartal III-2023:

Indikator kinerja operasional. Source: Info Memo TLKM FY2023

Dapat terlihat bahwa secara QoQ, ARPU dari segmen mobile turun sekitar -4.3% QoQ dan juga ARPU segmen IndiHome turun sekitar -2.9% QoQ.

Tidak hanya itu, TLKM juga mencatatkan kenaikan sejumlah beban: Beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi naik 4.19%YoY, Beban karyawan naik 6.71%YoY, Biaya interkoneksi naik 16.6%YoY, Beban umum dan administrasi juga naik 3.4%YoY. Ditambah dengan Rugi selisih kurs – bersih sebesar -Rp36 miliar. Dan juga rugi Biaya pendanaan sebesar -Rp4.6 triliun. Namun ternyata laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik entitas induk justru tumbuh 18.35% YoY menjadi sebesar Rp24.5 triliun per kuartal IV-2023, lebih tinggi dari Rp20.7 triliun di kuartal IV-2022.

Historical laba bersih TLKM. Source: Cheat Sheet Kuartal IV-2023 by RK Team

 

  • Arus Kas

Berdasarkan arus kas operasi, TLKM mencatatkan kas operasi positif sebesar Rp60.5 triliun. Lebih rendah dari kas operasi kuartal IV-2022 yang sebesar Rp73.3 triliun. Arus kas positif tersebut menunjukkan besarnya kas yang masuk ke perusahaan, yang berarti TLKM mampu menghasilkan uang tunai dari seluruh kegiatan operasionalnya. Terlihat dari kenaikan Penerimaan kas dari pelanggan dan operator lain sebesar Rp148.4 triliun, Penerimaan dari pendapatan bunga sebesar Rp1.0 triliun, dan ada Penerimaan kas lainnya – bersih.

Rincian arus kas operasi TLKM. Source: Laporan Keuangan TLKM Kuartal IV-2023

Sedangkan dari arus kas investasi tercatat negatif sebesar -Rp36.9 triliun, menandakan TLKM sebagai perusahaan masih giat melakukan investasi. Meski dari sisi nilai, lebih rendah sedikit dari biaya investasi kuartal IV-2022.

Rincian arus kas investasi TLKM. Source: Laporan Keuangan TLKM Kuartal IV-2023

Demikian juga dengan arus kas pendanaan yang tercatat negatif di -Rp26.5 triliun, yang berarti TLKM masih berupaya melakukan sejumlah pembayaran. Baik itu membayar utang bank dan pinjaman lainnya, membayar sewa, membayar dividen, hingga membeli kembali saham entitas anak usaha. Dan terlihat bahwa ternyata kas yang dikeluarkan untuk pendanaan ini jauh lebih kecil dibandingkan dengan tahun lalu.

Rincian arus kas pendanaan TLKM. Source: Laporan Keuangan TLKM Kuartal IV-2023

  • Balance Sheet

Berdasarkan Aset lancar yang dicatatkan TLKM sebesar Rp55.6 triliun, dibandingkan dengan Liabilitas jangka pendeknya sebesar Rp71.5 triliun. Mencerminkan Liquidity ratio di level 0.78x, walaupun dibawah 1x nya tetapi model bisnis TLKM mampu memberikan jaminan yang baik kepada stakeholdernya.

Historical Liquidity Ratio TLKM. Source: Cheat Sheet Kuartal IV-2023 by RK Team

Dan berdasarkan Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada Pemilik entitas induk – bersih sebesar Rp135.7 triliun. Dibandingkan dengan total Liabilitas yang mencapai Rp130.4 triliun. Mencerminkan Debt to Equity ratio di level 0.96x.

Historical DER TLKM. Source: Cheat Sheet Kuartal IV-2023 by RK Team

 

Harga Saham TLKM Anjlok ke 3470an di Maret 2024

Jumlah ARPU TLKM turun tadi, bukan hanya menahan kinerja pendapatan. Namun juga menjadi sentiment negatif terhadap pergerakan harga saham TLKM sepanjang Maret 2024 berjalan. Sejak TLKM merilis laporan keuangannya, harga saham TLKM seolah di hukum oleh pelaku pasar. Sehingga harga sahamnya terdepresiasi sekitar 13.0% Ytd, dari 3900an ke kisaran 3470…

Harga saham TLKM turun 13.0% Ytd. Source: RTI Business

 

Anda sedang ingin menyusun investing plan, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah informasi. Maka sekarang bisa menggunakan Monthly Investing Plan yang telah terbit!

BANNER-ARTIKEL-MIP-2024

Bagi teman-teman investor yang ingin berlangganan Monthly Investing Plan, bisa menggunakan voucher…

 

Rencana Bisnis TLKM ke Depan

Meski jumlah ARPU TLKM turun, ditambah dengan harga saham yang turun. Nampaknya tidak menyurutkan optimism TLKM untuk meningkatkan kinerjanya di tahun ini. Di mana TLKM sudah memiliki beberapa rencana bisnis sebagai fokusnya, antara lain:

  • Akan mengembangkan bisnis Hyperscale Data Center dan juga Enterprise Data Center, yang akan direalisasikan lewat Telkom Data Ekosistem atau NeutraDC.
  • Berupaya meningkatkan kapasitas data center, dari yang semula sebesar 42MW akan ditambahkan hingga 55MW di sepanjang tahun ini.
  • Membuka diri terhadap potensi kerja sama pada berbagai mitra strategis. Terutamanya untuk mendorong pengembangan kapasitas dan juga kapabilitas data center.
  • Mendorong inisiatif FMC (Fixed Mobile Convergence) yang bertujuan melayani permintaan broadband dengan kecepatan tinggi. Dengan pertimbangan penetrasi home broadband yang masih rendah di Indonesia. TLKM optimis terhadap ekspansinya pada bisnis home broadband ini.
  • Terbaru, TLKM telah berinvestasi sebesar Rp3.5 triliun untuk merealisasikan Pembangunan Satelit Merah Putih 2. Yang ditujukan untuk dapat menggarap pasar satelit potensial, terutamanya pada segmen bisnis wholesale dan juga enterprise.

Source: beritainvestor.id

 

Kesimpulan

Secara keseluruhan kinerja fundamental TLKM sebenarnya tidak ada masalah yang berarti. Di mana laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik entitas induk justru masih tumbuh 18.35% YoY. Bahkan ketika melihat seluruh operasional TLKM seperti di bawah:

Kinerja operasional TLKM. Source: Info Memo TLKM FY2023

Maka sebenarnya secara volume masih menunjukkan pertumbuhan, baik itu secara kuartalan (QoQ) maupun tahunan (YoY). Di mana ini masih dapat mengcover kinerja pendapatan TLKM secara keseluruhan. Tercatat untuk basis pelanggan seluler TLKM sepanjang tahun 2023 ialah 159.3 juta pelanggan

Diikuti dengan kinerja arus kas yang juga sehat, di mana TLKM masih mampu mencetak uang tunai yang besar dari operasionalnya, aktivitas investasi yang juga masih berjalan dan komitmen TLKM dalam menunaikan kewajiban utang, pembayaran sewa, serta membagi dividen.

Bahkan dari sisi balance sheet, TLKM juga masih dalam posisi aman. Ditandai dengan Liquidity ratio 0.78x dan Debt to Equity ratio 0.96x.

 

Dengan itu, dapat kita tarik kesimpulan meskipun jumlah ARPU TLKM turun. Namun sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, TLKM sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk dapat menangkap pasar potensial dari segmen yang baru. Tentunya sebagai bagian dari cara untuk mengejar pertumbuhan ARPU di tahun ini.

Perlu kita tahu, bahwa level ARPU yang tinggi menandakan adanya peningkatan produktivitas pelanggan, terhadap produk TLKM. Didukung dengan kualitas yang juga tingkatkan secara berkelanjutan.

Nah gimana dengan teman-teman investor, apakah masih optimis terhadap kinerja keuangan TLKM di kuartal berikutnya?***

 

###

 

DISCLAIMER ON:
Tulisan ini bukan rekomendasi jual dan beli. Semua data dan pendapat pada artikel adalah bersifat informasi yang mengedukasi pembaca, berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Risiko investasi berada pada tanggung jawab masing-masing investor. Do Your Own Research!

 

Temukan Artikel Analisa dan Edukasi Saham lainnya di Google News.

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya

Youtube Update

Our Social Media

Arsip Artikel