IMAS Jadi Distributor Motor Listrik, Prospek Semakin Menarik?

IMAS Jadi Distributor Motor Listrik, Prospek Semakin Menarik?


Terakhir diperbarui Pada 12 Juni 2024 at 11:27 am

Artikel telah ditinjau oleh: Stock Market Analyst RK Team

Resmi menjadi distributor motor listrik adalah salah satu goals IMAS yang berhasil direalisasikan melalui entitas anak usaha PT Indomobil Emotor Internasional di tahun baru 2023 ini. Kini emiten otomotif tersebut tengah bersiap meluncurkan kendaraan listrik tersebut pada ajang IIMS pada 16 – 26 Februari mendatang. Jadi apakah hal ini membuat saham IMAS layak koleksi tahun ini?

 

IMAS Jadi Distributor Motor Listrik

Prospek electric vehicle (EV) di Indonesia tengah naik daun, kehadirannya digadang-gadang akan laris. Akibatnya banyak perusahaan yang melirik potensi bisnis EV, salah satunya adalah emiten otomotif IMAS.

Source: Kumparan.com

 

Ya di Februari 2023 ini, PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) resmi menjadi distributor motor listrik. Hal itu direalisasikan melalui entitas anak usaha, PT Indomobil Emotor Internasional yang dipercaya langsung oleh Wuxi Yadea Export-Import Co.,Ltd untuk menjadi distributor motor listrik merk Yadea, sekaligus sebagai importir. Termasuk juga melakukan pelayanan purna jual untuk suku cadang dan aksesoris motor listrik.

Perlu diketahui, bahwa PT Indomobil Emotor Internasional adalah salah satu entitas anak perusahaan yang 95% sahamnya dimiliki oleh PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (IMAS) secara tidak langsung melalui PT IMG Sejahtera Langgeng.

Adapun dengan adanya penunjukkan tersebut, maka entitas anak usaha IMAS tersebut resmi menjadi Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) Yadea di Indonesia.

Sebagai strategi penjualan, Indomobil Group akan melakukan peluncuran motor listrik Yadea secara resmi dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) yang akan dihadiri oleh banyak produk motor listrik baru pada periode 16-26 Februari 2023.

 

Fakta Merk Yadea

Yadea merupakan nama merk dagang motor listrik asal China. Yadea telah dikenal sebagai pemimpin global yang mengembangkan dan membuat kendaraan listrik roda dua meliputi: Sepeda motor listrik, Moped listrik, Sepeda listrik, dan Skuter tendangan listrik.

Hingga kini, merk dagang Yadea telah berhasil menjual produk kendaraan listrik ke ±60 juta pengguna di >90 negara. Jaringan dagang Yadea sudah >40.000 pengecer dan >3.000 distributor di seluruh dunia. Sehingga, Yadea berhasil menjadi produsen kendaraan listrik roda dua terbesar di dunia.

Produk motor listrik Yadea mampu menyimpan energi 30% lebih banyak dengan dukungan material karbon nanofiber yang memicu peningkatan densitas energi.

IMAS selaku induk usaha PT Indomobil Emotor Internasional yakin merk Yadea dapat memanfaatkan jaringan penjualan dan purna jual milik Indomobil Group yang sudah ada di seluruh Indonesia. Indonesia sendiri berpotensi besar untuk mengembangkan mobilitas kendaraan listrik. Hal itu juga sejalan dengan industri otomotif yang sudah bergeser ke arah elektrifikasi.

Berkaca dari kondisi di atas, IMAS menawarkan opsi kendaraan listrik dan ditargetkan bisa dengan cepat menjangkau pasar di luar Jawa seperti Sumatera, Sulawesi dan juga Kalimantan.

 

Review Kinerja IMAS

Melihat keseriusan IMAS mengembangkan industry motor listrik di Indonesia, nampaknya masih akan kurang jika tidak melirik kinerja IMAS sebelum merilis kendaraan EV ini.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal III-2022, IMAS berhasil mempertahankan perbaikan laba bersih sebesar Rp335.7 miliar. Setelah sebelumnya di kuartal III-2021 mengalami rugi -Rp117.1 miliar.

Source: Laporan Keungan IMAS Kuartal III-2022

Sayangnya, kinerja laba bersih yang positif di kuartal III-2022 tidak tercermin dalam posisi keuangan yang masih berdarah-darah. Tercatat untuk total utang IMAS senilai Rp40.275 triliun per kuartal III-2022, sedangkan total ekuitas yang dimiliki IMAS sangat kecil di Rp11.431 triliun per kuartal III-2022. Akibatnya rasio utang terhadap ekuitas (DER) meningkat hingga level 3.52x.

Beban total utang yang besar pada akhirnya semakin memberatkan beban keuangan dan menggerus laba IMAS. Dan secara historis DER IMAS relatif meningkat.

Source: Keuangan IMAS. Cheat Sheet Kuartal III-2022 by RK Team

Untuk jangka pendek, total asset lancar IMAS senilai Rp19.87 triliun per kuartal III-2022, lebih kecil dari total utang jangka pendek IMAS yang mencapai Rp27.76 triliun per kuartal III-2022. Sehingga menunjukkan liquidity ratio IMAS di level 0.72x, artinya IMAS tidak bisa membayar kewajiban utang jangka pendek menggunakan total asset lancar yang dimiliki.

Kondisi tersebut membuat IMAS sangat rentan mengalami gagal bayar atas utang-utangnya, sedangkan kemampuan perusahaan cenderung turun jika dilihat secara historis…

Source: Keuangan IMAS. Cheat Sheet Kuartal III-2022 by RK Team

 

Jadi Benarkah Prospek IMAS Semakin Menarik?

Apabila dilihat dari kacamata bisnis electric vehicle (EV) secara tidak langsung sudah membuat prospek bisnis IMAS menjadi menarik di masa mendatang. Terlebih posisi IMAS yang melalui entitas anak usaha – PT Indomobil Emotor Internasional menjadi agen pemegang merk eksklusif Yadea di Indonesia, sekaligus menjalankan purnajual suku cadang dan aksesoris produk motor listrik.

Sementara porsi kepemilikan akan kendaraan listrik di Indonesia masih sangat rendah, sehingga ada potensi meningkatnya permintaan kendaraan listrik.  Terlebih lagi sekarang ini penjualan kendaraan sudah mulai pulih kembali. Serta mendapat dukungan dari pemerintah dalam bentuk stimulus terhadap kendaraan listrik, khususnya motor listrik. Pada Desember 2022 lalu, pemerintah sudah sampai pada tahap finalisasi aturan insentif bagi kendaraan listrik di Indonesia, dengan harapan dapat mempercepat penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Kendati demikian, cukup disayangkan apabila dilihat dari sisi kinerja IMAS yang terbilang tidak terlalu sehat. Sehingga terkesan kurang menarik untuk diinvestasikan, mempertimbangkan neraca keuangan dan juga kinerja keuangan yang masih kurang baik. Terlepas dari itu, masih ada harapan untuk melihat potensi perbaikan kinerja di kuartal IV-2022 nanti…

Selain dari faktor internal IMAS yang belum mendukung, faktor eksternal berupa pesaing di industri electric vehicle (EV) juga perlu diperhatikan. Mengingat sampai dengan saat ini sudah cukup banyak perusahaan yang menjajal peruntungan di bisnis electric vehicle (EV). Salah satunya yang sudah ramai adalah INDY yang tengah berproses ekspansi bisnis ke kendaraan listrik.***

 

###

 

DISCLAIMER ON:
Tulisan ini bukan rekomendasi jual dan beli. Semua data dan pendapat pada artikel adalah bersifat informasi yang mengedukasi pembaca, berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Risiko investasi berada pada tanggung jawab masing-masing investor. Do Your Own Research!

 

Temukan Artikel Analisa dan Edukasi Saham lainnya di Google News.

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya

Youtube Update

Our Social Media

Arsip Artikel