Analisa Saham ASLC

ASLC: Dari Penjualan Naik Tapi Rugi Rp2 Miliar di 2Q2022, Hingga Ekspansi Touch Point


ASLC belum lama ini telah berhasil merebut perhatian investor. Di mulai dari penjualan yang naik tapi rugi mencapai Rp2 miliar di 2Q2022, hingga realisasi ekspansi touch point di beberapa daerah. Lalu apa yang sebenarnya menjadi target emiten ini?

.

Siapakah ASLC?

ASLC adalah code ticker dari PT Autopedia Sukses Lestari Tbk dan masih tergolong emiten baru di BEI, dengan pencatatan saham pada Januari 2022. ASLC merupakan perusahaan yang bergerak pada bidang perdagangan kendaraan bekas yang disalurkan melalui lelang dan jual beli.

Untuk jual beli melalui lelang di handle oleh JBAI, sedangkan untuk jual beli secara normal di handle oleh Caroline. ASLC juga berperan sebagai perusahaan holding. Jadi ASLC tidak hanya melakukan jual beli kendaraan bekas untuk mobil dan motor.

Namun ASLC juga menjalankan fungsi sebagai penyedia data harga mobil dan motor, yang dikembangkan melalui ekosistem CARTALOG, berupa situs yang berisi informasi harga kendaraan.

ASLC menjalankan bisnis melalui entitas anak usaha – PT JBA Indonesia (JBA). Di mana JBA saat ini merupakan salah satu perusahaan terbesar dalam bisnis lelang kendaraan di seluruh Indonesia. Tercatat ada lebih dari 100 ribu pelanggan, dengan market share sebesar 40%. ASLC juga sudah meluncurkan brand CAROLINE.id yang menjadi platform jual beli mobil secara online dan offline (O2O)…

Hal lain yang perlu kita ketahui dari ASLC adalah posisinya yang sebagai entitas anak usaha PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA). Dengan porsi kepemilikan saham ASSA di ASLC sebesar 77.60%.

.

.

Coming Soon Stock Market Mastery

Dalam waktu dekat, kami akan membuka SMM pada bulan September 2022. Sambil menunggu SMM akan dibuka, maka Anda dapat mengisi Form Pre-Register terlebih dahulu dan nantinya bisa mendapatkan special price! Segera daftar di bit.ly/NextEventRK.

.

.

Kinerja Laba ASLC

Jika dilihat secara top line, penjualan ASLC memang mengalami peningkatan dari 2Q2021 sebesar Rp 92.08 miliar, naik sekitar 73.21% YoY di 2Q2022 menjadi sebesar Rp 159.50 miliar. Angka ini mengalami lonjakan secara siginifikan, sejalan dengan ekspansi ASLC yang dilakukan dengan agresif melalui Caroline yang merupakan dealer Online to Offline (O2O) yang menjual kendaraan bekas.

Ya, ASLC telah membuka 8 titik baru layanan dealer Online to Offline (O2O) Caroline di sepanjang 2Q2022. Imbasnya, penjualan kendaraan bekas menjadi kontributor terbesar ASLC. Dengan penjualan sekitar 353 unit kendaraan di 2Q2022, naik dari 217 unit di 2Q2021.

Maka, kini ASLC mempunyai sebanyak 16 titik layanan dealer Online to Offline (O2O) sepanjang semester I-2022.

Catatan kaki nomor 19. Laporan Keuangan ASLC 2Q2022

.

Namun di waktu yang sama, ASLC justru harus menanggung Rugi Tahun Berjalan yang Dapat Diatribusikan kepada Pemilik entitas Induk mencapi sebesar Rp 2.60 miliar di 2Q2022 :

Kerugian yang dialami oleh ASLC ini disebabkan oleh kenaikan beban-beban, seperti berikut:

  1. Kenaikan Beban pokok pendapatan mencapai -Rp 96.7 miliar di 2Q2022, yang ditimbulkan oleh biaya penjualan kendaraan bekas hingga Rp 87.4 miliar.

.

  1. Kenaikan Beban umum dan administrasi menjadi Rp 67.05 miliar di 2Q2022, dengan sejumlah pos pengeluaran yang membengkak, seperti: Gaji dan tunjangan dari Rp 21.0 miliar naik menjadi Rp 30.6 milar, Penyusutan dan amortisasi dari Rp 14.7 miliar naik menjadi Rp 16.6 miliar.

Hingga pada biaya Asuransi yang dikeluarkan ASLC dari Rp 1.3 miliar naik menjadi Rp 2.0 miliar. Termasuk dengan biaya Perlengkapan komputer, Jasa profesional. Di bawah rinciannya:

.

  1. Kenaikan Beban Bunga mencapai Rp 1.41 miliar di 2Q2022, berbeda dengan kinerja 2Q2021 yang tidak mencatatkan Beban Bunga.

Berdasarkan kenaikan beban yang dialami oleh ASLC tadi, lantas bagaimana dengan prospeknya di sisa kuartal tahun ini? Apakah ASLC mampu membalikkan kerugian menjadi keuntungan di 3Q2022 nanti?

ASLC masih memegang target pembukaan 20 titik layanan baru dealer Online to Offline sampai dengan akhir tahun 2022 ini. Sekaligus sebagai upaya pengembangan dealer Caroline yang baru beroperasi sejak Februari 2022, sebagai brand perusahaan dalam jangka panjang.

Itu artinya, dalam beberapa waktu ke depan ASLC masih akan fokus untuk melakukan ekspansi organik.

Dari penjelasan di atas, cukup jelas target ASLC adalah dapat menguasai pangsa pasar jual beli kendaraan bekas. Hal itu menimbang potensi pasar kendaraan bekas yang masih terbuka lebar dan fragmented. Bahkan masih dikuasai oleh small dan medium enterprice, berdasarkan rasa percaya antar orang per orang atau bahkan pada showroom tertentu.

.

.

.

.

DISCLAIMER : Tulisan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Tulisan ini bersifat untuk edukasi berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Do Your Own Research sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

###

Info:

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya

Youtube Update

Our Social Media