BBCA Stock Split 1:5, Bakal Bernasib Seperti UNVR?


Belum lama ini pasar dikejutkan dengan berita bahwa salah satu Bank BUKU IV di Indonesia, Bank BCA akan melakukan stock split 1 : 5. Banyak teman-teman investor yang bertanya apa dampak dari Stock Split kalau saya sudah memegang saham BBCA ? Dan banyak juga yang bertanya, apakah jangan-jangan harga saham BBCA malah akan anjlok seperti hal nya harga saham UNVR ? Oleh karena itu, kita coba akan bahas dalam artikel kali ini.

 

Btw dalam artikel ini, kita gak akan bahas secara detail apa itu Stock Split, karena sudah pernah kita bahas dalam artikel terpisah. Kalau kamu belum paham apa itu stock split, kamu bisa baca kembali dalam artikel berikut ini :

[Baca lagi : Stock Split dan Pengaruhnya pada Harga Saham]

 

STOCK SPLIT BBCA 1 : 5

Ada beberapa hal yang perlu kamu ketahui terlebih dahulu tentang Stock Split BBCA :

  • Pertama, jumlah saham beredar BBCA akan bertambah 5x lipat. Saat ini jumlah saham beredar BBCA adalah sebanyak 24.65 miliar lembar saham. Dengan stock split 1:5, maka harga sahamnya akan menjadi 123.27 miliar lembar saham.
  • Kedua, nominal harga saham BBCA akan lebih kecil. Jika saat artikel ini ditulis harga saham BBCA berada di kisaran 30.000 an, maka dengan stock split 1:5, harga saham BBCA akan menjadi kisaran 6.000 an. Jadi kalau misalkan sebelumnya kamu mau membeli 1 lot saham BBCA butuh mengeluarkan uang Rp 30.000 X 100 lembar = Rp 3.000.000, maka sekarang untuk membeli 1 lot saham BBCA, kamu hanya perlu mengeluarkan uang Rp 6.000 x 100 lembar = Rp 600.000.

Harga saham BBCA per akhir Juli 2021 di sekitar Rp 30.000

 

  • Ketiga, Stock Split tidak mengubah valuasi. Stock split sama sekali tidak akan berpengaruh pada fundamental ataupun valuasi BBCA. Hal ini dikarenakan jumlah saham yang meningkat 5x lipat dalam poin pertama tadi, dikompensasi dengan nominal harga saham yang juga 5x lebih kecil.

 

 

Anda yang ingin atau sedang menyusun investing plan Anda, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah banyaknya informasi yang beredar, Anda bisa menggunakan Monthly Investing Plan edisi Agustus 2021 yang telah terbit di sini…

 

 

Apa Dampak dari Stock Split BBCA ini ?

Bagi investor yang sudah memiliki saham BBCA, jumlah lot yang dimiliki akan bertambah 5x lipat, dan harga average cost akan berkurang 5x lipat juga. Misalkan kamu saat ini memiliki 10 lot saham BBCA di harga rata-rata Rp 28.000. Maka dengan stock split ini, nantinya kamu akan memiliki 50 lot saham BBCA di harga rata-rata Rp 5.600. Tetapi jika dijumlahkan, nominalnya akan tetap sama, yaitu Rp 2.800.000.

Loh, kalau begitu apa gunanya BBCA melakukan Stock Split ? Apa hanya untuk iseng-iseng saja ? Jawabannya tentu tidak.

Bagi BBCA (dan investor yang belum memiliki saham BBCA), dengan adanya Stock Split 1 : 5 ini, perdagangan sahamnya akan lebih likuid. Hal ini tidak terlepas dari nominal yang perlu dikeluarkan investor untuk membeli saham per lot nya. Seperti disampaikan di atas, jika sebelumnya untuk membeli 1 lot BBCA membutuhkan Rp 3.000.000, saat ini hanya butuh Rp 600.000. Tentu dengan nominal yang lebih kecil ini, akan menjangkau lebih banyak investor retail. Dengan menjangkau lebih banyak investor retail, diharapkan akan mendorong harga sahamnya ke atas.

 

Apakah Harga Saham BBCA akan Jeblok Pasca Stock Split ?

Ini pertanyaan yang banyak ditanyakan, kemungkinan datang dari mereka yang mengalami koreksi harga di UNVR. Memang UNVR sendiri harga sahamnya saat ini sedang jeblok, padahal belum lama ini UNVR melakukan Stock Split.

Nah yang dapat disampaikan di sini adalah, penurunan harga saham UNVR tidak ada hubungan nya dengan Stock Split. Adalah anggapan yang salah jika penurunan harga saham UNVR dikaitkan dengan stock split. Penurunan harga saham UNVR tidak lain dan tidak bukan adalah karena :

  1. Kinerjanya yang flat cenderung turun dalam beberapa tahun terakhir.
  2. Valuasinya yang memang sudah sangat mahal, bahkan sebelum stock split.

Untuk lebih detail nya, kamu bisa nonton video YouTube pembahasan di balik koreksi harga saham UNVR yang cukup signifikan…

Ada Apa dengan UNVR

[Saksikan lagi : Ada Apa dengan UNVR?]

 

Kinerja BBCA

Berbeda dengan UNVR yang kinerjanya jeblok, kinerja BBCA justru terbilang masih bertumbuh positif ke depannya. Berikut beberapa update kinerjanya :

  • Total Asset BBCA masih terus bertumbuh. Di tahun 2016, total asset BBCA tercatat sebesar Rp 676.7 triliun. Sementara di akhir tahun 2020 kemarin, total asset BBCA justru meningkat menembus 1075,6 triliun.

 

 

 

 

 

  • Penyaluran Kredit BBCA juga masih terus bertumbuh. Di tahun 2016, BBCA menyalurkan kredit sebesar Rp 415.9 triliun. Sementara di tahun 2020 kemarin, BBCA menyalurkan kredit sebesar Rp 574.6 triliun. Memang pencapaian penyaluran kredit di 2020, sedikit turun dibandingkan dengan penyaluran kredit di 2019 yang sebesar Rp 586.9 triliun. Hanya saja penurunan penyaluran kredit -2.1% YoY tetap merupakan sebuah pencapaian yang positif di tengah tahun pandemic.

 

  • Seiring dengan bertumbuhnya penyaluran kredit, laba bersih BBCA juga bertumbuh. Tercatat laba bersih BBCA di tahun 2016 adalah sebesar Rp 20.6 triliun, sementara laba bersih BBCA di tahun 2020 adalah sebesar Rp 27.1 triliun. Pencapaian laba bersih BBCA di tahun 2020 memang turun 3.3% jika dibandingkan dengan pencapaian laba bersih BBCA di tahun 2019 yang sebesar Rp 28.6 triliun. Namun kembali lagi, penurunan laba bersih 3.3% tetap merupakan sebuah pencapaian yang positif di tengah tahun pandemic.

 

  • Dana Pihak Ketiga BBCA juga masih terus bertumbuh. Di tahun 2016, BBCA mengumpulkan Dana Pihak Ketiga sebesar Rp 530.1 triliun. Sementara di tahun 2020, Dana Pihak Ketiga bertumbuh menjadi Rp 834.3 triliun. Dan yang menariknya lagi, 77% dari Dana Pihak Ketiga tersebut berasal dari Dana Murah (Tabungan dan Giro), sementara hanya 23% yang berasal dari Dana Mahal (Deposito).

 

 

Dengan melihat beberapa aspek di atas, kita bisa melihat bahwa kinerja BBCA masih terus bertumbuh, sehingga kecil kemungkinan harga sahamnya akan turun signifikan seperti yang terjadi pada UNVR. Dan satu hal lagi, perlu diingat bahwa BBCA saat ini merupakan emiten Big Caps yang juga memiliki Jumlah saham yang beredar di masyarakat (Free Float) yang tinggi, mencapai 45.06%.

Perlu diingat bahwa perubahan perhitungan IHSG tidak lagi menggunakan Market Cap sebagai patokan (diubah menjadi Free Float Cap). Dengan Free Float yang tinggi, saham BBCA masih menjadi salah satu andalan para Fund Manager dan investor institusi, untuk membenchmark kinerjanya dengan IHSG. Bagi Anda yang belum tahu tentang perubahan perhitungan indeks ini, Anda bisa lihat pembahasannya di link berikut ini :

IHSG Bisa Turun

[Saksikan lagi : IHSG Bisa Turun Karena Ini…]

 

Okay itu dulu pembahasan mengenai Stock Split BBCA kali ini, semoga dapat memberikan gambaran bagi kamu yang masih bingung tentang dampak dari Stock Split BBCA, sekaligus menjawab kekhawatiran apakah harga sahamnya malah akan turun pasca Stock Split.

Silakan share artikel ini jika bermanfaat buat kamu, dan sampai bertemu di artikel-artikel berikut nya….

 

DISCLAIMER : Tulisan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Tulisan ini bersifat untuk edukasi berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Do Your Own Research sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

 

###

 

Info:

 

 

Tags : BBCA Stock Split 1:5 | BBCA Stock Split 1:5 | BBCA Stock Split 1:5 | BBCA Stock Split 1:5 | BBCA Stock Split 1:5 | BBCA Stock Split 1:5 | BBCA Stock Split 1:5 | BBCA Stock Split 1:5 | BBCA Stock Split 1:5

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya