MYOR Beli 3 Aset Tanah, Apa Kabar Kinerjanya Sepanjang Semester I-2021?

MYOR Beli 3 Aset Tanah, Apa Kabar Kinerjanya Sepanjang Semester I-2021?


Salah satu perusahaan Food & Beverages dengan pangsa pasar terbesar sekitar Rp 49.1 triliun di Indonesia, MYOR. Belum lama ini telah merealisasikan langkah ekspansinya dan cukup menyedot perhatian karena dilakukan di tengah kondisi Covid19 yang belum pulih, dengan nilai ekspansi Rp 368.9 miliar. Pertanyaannya, bagaimana review kinerja MYOR di semester I-2021? Apa akan menjadi prospek positif bagi MYOR?

 

Review Kinerja MYOR Semester I-2021

Nampaknya kita sudah cukup lama tidak mengulas salah satu emiten di bidang F&B, yakni PT Mayora Indah Tbk (MYOR). Berkenaan dengan langkah ekspansi MYOR yang dilakukan di tengah kondisi seperti sekarang ini, setidaknya membuat kita ingin tahu bagaimana review kinerja MYOR sepanjang semester I-2021. Langsung saja…

Berdasarkan LapKeu MYOR Q2 2021, pendapatan MYOR masih tumbuh 18.68% YoY menjadi Rp 13.15 triliun per semester I-2021, dari Rp 11.08 triliun pada semester I-2020. Pendapatan yang meningkat itu, didorong oleh kontribusi dari Penjualan Lokal Rp 7.74 triliun dan Penjualan Ekspor Rp 5.41 triliun. Dengan pencapaian tersebut, secara historical mulai dari tahun 2011 – Q2 2021 MYOR terlihat konsisten menjaga pendapatan yang cenderung meningkat. Tercatat dari Rp 9.4 triliun di tahun 2011, sekarang menjadi Rp 26.30 triliun (Annualized) Q2 2021. Dengan rata-rata pertumbuhan CAGR sekitar 10.8%.

Histori Pendapatan MYOR. Source : Cheat Sheet by RK Team Kuartal II-2021

 

Sejalan dengan pendapatan yang meningkat, beban pokok penjualan MYOR juga naik signifikan sekitar 24.5% menjadi Rp 9.56 triliun per semester I-2021, dari Rp 7.70 triliun di semester I-2020. Akibatnya, laba kotor MYOR tertekan menjadi Rp 3.59 triliun, dari sebelumnya Rp 3.37 triliun. MYOR juga menanggung kenaikan beban usaha sekitar 8.3% menjadi Rp 2.34 triliun, dari sebelumnya Rp 2.16 triliun.

Di saat yang sama, MYOR juga harus mencatatkan penurunan laba selisih kurs menjadi Rp 122.60 miliar per semester I-2021, dari Rp 126.22 miliar di semester I-2020, sebagai akibat dari fluktuasi perolehan laba dari selisih kurs yang turun. Demikian halnya dengan penghasilan bunga yang turun -57.67% menjadi Rp 11.64 miliar per semester I-2021, dari Rp 27.5 miliar di semester I-2020.  Oleh karenanya, kinerja laba bersih MYOR merosot -0.84% YoY menjadi Rp 930.5 miliar per semester I-2021, dari Rp 938.4 miliar di semester I-2020. Sampai di bagian ini, kita dapat menarik kesimpulan bahwa kenaikan beban MYOR terbukti menekan kinerja laba bersih pada semester I-2021 :

  • Beban pokok penjualan yang naik signifikan

Catatan Kaki Nomor 25. Source : Laporan Keuangan MYOR Kuartal II-2021

 

  • Beban usaha yang juga naik 8.3%

Beban Usaha MYOR. Source : Laporan Keuangan MYOR Kuartal II-2021

 

  • Menurunnya penghasilan lain-lain

Penghasilan Lain-Lain MYOR. Source : Laporan Keuangan MYOR Kuartal II-2021

 

Dengan pendapatan yang meningkat, namun laba bersih turun, membuat MYOR kembali mencatatkan pertumbuhan Net Profit Margin (NPM) yang tergolong stagnan di kisaran 7% – 8% per tahunnya…

Net Profit Margin MYOR. Source : Cheat Sheet by RK Team Kuartal II-2021

 

 

Bagi Anda yang memiliki keterbatasan waktu untuk bisa mengumpulkan informasi mengenai kinerja terbaru perusahaan, kini Anda bisa memanfaatkan Cheat Sheet sebagai alternatif yang dapat membantu menghemat waktu Anda untuk mengecek kinerja perusahaan yang saham nya Anda pegang. Yuk, dapatkan segera Cheat Sheet Q2 2021 di sini…

 

 

 

Realisasikan Ekspansi

Menariknya, memasuki kuartal III-2021 ini MYOR justru telah merealisasikan ekspansinya dengan membeli aset berupa lahan dengan nilai Rp 368.9 miliar, untuk mendukung ekspansi pabrik baru guna menambah kapasitas produksi biskuit dan wafer dalam beberapa waktu ke depan. Ekspansi juga dimaksudkan untuk menggenjot penjualan di pasar domestik dan juga ekspor. Seperti yang disampaikan oleh MYOR melalui public expose 2021…

Source : Public Expose MYOR 2021

 

MYOR membeli lahan tersebut dari PT Tejopratama Mandiri Gemilang (TMG) dan PT Lubuk Permata (LP). Hal lain yang perlu kita ketahui adalah, kedua perusahaan yang menjual lahannya kepada MYOR itu, merupakan entitas yang sebagian sahamnya juga dimiliki oleh Jogi Hendra Atmadja – Komisaris Utama dan Pemegang Saham MYOR.

Berdasarkan rinciannya : 1) Lahan dari TMG, berada di Pasuruan seluas 99.5 ribu m2 dengan nilai jual Rp 123.33 miliar, dan satu lahan lagi berada di Tangerang seluas 264.36 ribu m2 dengan nilai jual Rp 234.81 miliar. 2) Lahan dari LP, berada di Tangerang dengan luas 12.56 ribu m2 nilai jualnya Rp 10.8 miliar.

 

Prospeknya MYOR Ke Depan?

So, what are the future prospects? Di sisa semester 2021 ini, MYOR masih optimis akan kinerjanya yang masih akan tumbuh, dengan target penjualan sekitar 10.3% atau setara Rp 27 triliun sampai akhir tahun 2021. Begitu juga dengan pertumbuhan laba bersihnya yang ditaksir mencapai Rp 2.14 triliun. Di mana MYOR akan mengupayakannya melalui ekspansi pabrik baru di ketiga lahan yang baru dibelinya, sehingga mendukung hadirnya produk-produk baru hasil inovasi MYOR.

Optimisme lainnya juga muncul dari pabrik kopi di Philipina, yang nantinya akan berkontribusi terhadap kinerja pendapatan dan laba MYOR…

Source : Public Expose MYOR 2021

 

Kembali lagi pada proses pencapaian target MYOR tersebut, mengingat masih cukup beratnya tantangan yang dihadapi oleh MYOR seperti, kenaikan sejumlah beban biaya yang menggerus laba bersih nya, ditambah lagi dengan adanya risiko kurs mata uang asing, hingga ketatnya persaingan pada bidang F&B baru-baru ini, baik dari produk domestik ataupun produk impor yang serupa. Termasuk juga pada stabilitas ketersediaan dan harga bahan baku yang belakangan dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi yang menurun.

 

 

DISCLAIMER : Tulisan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Tulisan ini bersifat untuk edukasi berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Do Your Own Research sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

 

###

 

Info:

 

 

Tags : MYOR Beli 3 Aset Tanah | MYOR Beli 3 Aset Tanah | MYOR Beli 3 Aset Tanah | MYOR Beli 3 Aset Tanah | MYOR Beli 3 Aset Tanah | MYOR Beli 3 Aset Tanah | MYOR Beli 3 Aset Tanah | MYOR Beli 3 Aset Tanah | MYOR Beli 3 Aset Tanah

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

1 Comment

  • Asril
    September 10, 2021 at 1:40 PM

    Untuk demand-nya gmn ??

Komentar

Artikel Lainnya