INDY Kembangkan Motor Listrik

INDY Kembangkan Motor Listrik, Semenarik Apa Prospeknya?


INDY merupakan salah satu perusahaan batubara di Indonesia yang juga mendapatkan berkah dari peningkatan harga batubara. Menariknya, INDY memiliki rencana untuk pivot business model ke sektor motor listrik. Mari kita bahas prospeknya!

.

Dapat diperhatikan dari revenue breakdown milik INDY bahwa mayoritas dari business perusahaan masih bersumber dari coal business yakni sekitar 88-89%, at least di kuartal I-2022.

.

Dan dapat diperhatikan juga pada table di atas adalah kinerja INDY per kuartal I-2022 yang mencatatkan pertumbuhan kinerja yang ciamik juga, seperti perusahaan batubara lainnya. Terlihat pendapatan tumbuh +58% YoY, dan yang menarik adalah Net Profit berbalik arah dari yang sebelumnya rugi bersih $9.4 juta menjadi laba bersih $75 juta. Tidak kalah penting, pertumbuhan laba bersih ini juga sudah di atas level kuartal IV-2021 yang lalu. Meskipun pada kuartal I-2022 INDY mencatatkan revenue yang lebih rendah. Artinya, ada pertumbuhan profitabilitas yang terjadi di kuartal I-2022.

 

.

.

.

RK Team dalam waktu dekat ini akan mengadakan Stockademy yang membahas secara komprehensif kondisi market, beserta dengan sektor yang memiliki prospek dan valuasi terdiskon. Segera ikuti Stockademy di sini

.

.

.

 

Tidak heran, hal ini disebabkan karena harga batubara yang terus mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir seiring dengan adanya shock di bagian supply & demand. Malahan, potensi batubara meningkat ini juga masih ada, dengan up-side surprise dari China re-opening setelah Covid19 outbreak yang terjadi di negara tirai bambu tersebut.

.

INDY memiliki target yang cukup ambisius untuk kinerja perusahaan yakni:

  • Mencapai 50% non-coal revenue di tahun 2025 (latest hanya 11-12%).
  • Dan net-zero emission di tahun 2050.

Dengan demikian, diperlukan pivot ke arah business yang lain. Dan yang dipilih oleh INDY salah satunya adalah motor listrik.

INDY telah membuat satu entitas baru bernama PT Electra Mobilitas Indonesia atau dapat disingkat EMI di Maret 2021 untuk membuat EV 2W di Indonesia. Dapat dilihat pada grafik di kiri bawah bahwa market 2W di Indonesia sangat besar, dapat mencapai 5 juta – 7 juta motor terjual tiap tahunnya. Dari sisi segment, mayoritas masih menggunakan scooter-type (88%), sport 6%, dan sisanya underbone.

Dengan demikian, nantinya akan ada shifting motor dari yang sebelumnya menggunakan combustion engine ke electric-based.

.

INDY sendiri juga sudah melakukan MOU untuk membuat EV Ecosystem di Indonesia. Adapun MOU ini merupakan kerja sama antara INDY, IBC (Indonesia Battery Corporation), Gogoro, dan juga Foxconn. Value chain yang nantinya akan digarap antara lain Electric Battery industry, Electric Vehicle, dan juga supporting industries lainnya seperti battery, exchange station, sampai recycling station.

Kami melihat industri ini masih too early to tell, karena masih banyak moving parts dan belum ada satu yang menjadi champion di sektor ini, at least so far.

INDY sekarang ditransaksikan di harga Rp 2720 per lembar saham dan divaluasikan di PER 3.3x, PBV 1.2x, dan PCFR 1.8x.

 

.

.

.

.

DISCLAIMER : Tulisan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Tulisan ini bersifat untuk edukasi berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Do Your Own Research sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

###

Info:

 

 

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

1 Comment

  • Rara
    24 June 2022 at 4:30 PM

    setelah ikut webinar meet the companynya INDY dari RK Team, saya langsung hold INDY

Komentar

Artikel Lainnya