Simak Kinerja INDY dan ITMG di Tengah Kenaikan Harga Batubara !

Simak Kinerja INDY dan ITMG di Tengah Kenaikan Harga Batubara !


Harga komoditas batubara sedang melaju kencang di atas USD100/ton. Melihat hal ini, tentu saja logis untuk berpikir bahwa perusahaan yang bergerak di sektor batubara akan mendulang keuntungan. Di artikel kali ini, mari kita kupas tuntas kinerja kedua perusahaan batubara terbesar di Indonesia, INDY dan ITMG…

 

Kinerja INDY

Let’s take a step back dan membahas secara singkat bisnis INDY. INDY merupakan perusahaan energi yang terdiversifikasi di seluruh Indonesia. Beberapa bisnis INDY antara lain:

  • Penambang batubara (ke-3 terbesar di Indonesia)
  • Bisnis jasa energi
  • Bisnis infrastruktur energi
  • … dan bisnis lainnya (gold development, evaluating renewable energy, etc).

Dari data di atas kita bisa melihat bahwa memang INDY tidak hanya memfokuskan bisnisnya terhadap sektor batubara saja. Namun, yang perlu Anda ketahui adalah bahwa mayoritas pendapatan INDY masih bersumber dari sektor batubara.

Sebagai gambarannya, perhatikan data di bawah ini…

Per 1Q21, INDY mencatatkan USD582juta pendapatan (-9% YoY, + 8% QoQ). Dapat dilihat pada grafik di samping bahwa 87% pendapatan INDY masih dikontribusikan dari bisnis batubara.

Apabila kita membicarakan tentang bisnis batubara INDY, tentu saja tidak akan jauh dari anak usaha INDY, Kideco.

Kideco adalah anak usaha INDY (91% ownership) yang mengoperasikan Pasir Mine – tambang batubara terbesar ke-3 di Indonesia.

 

Untuk itu kita juga akan melihat sekilas data operasional Kideco,…

Data operasional Kideco. Source : Presentasi INDY 1Q21

Dapat Anda perhatikan di atas adalah data operasional Kideco. Karena mungkin terlalu banyak charts yang terlampir, Anda dapat membaca beberapa key takeaways dari data operasional Kideco berikut ini:

  • Produksi dan penjualan batubara Kideco masih sesuai target – dari INDY sendiri memiliki target produksi dan penjualan yang sama dengan tahun lalu. Namun, apabila ASP Kideco meningkat, maka dapat meningkatkan kinerja perusahaan (tetapi hal yang sama juga berlaku apabila harga ASP Kideco menurun).
  • Stripping ratio turun ke level 5.2x – simplenya, SR yang semakin kecil mengindikasikan penurunan beban operasional perushaaan, yang tentu saja baik karena dapat meningkatkan profitabilitas perusahaan.
  • ASP Kideco mulai meningkat ke level USD45.2/mt – apabila Anda melihat harga jual rata-rata Kideco, telah meningkat apabila dibandingkan dengan ASP pada tahun 2020 lalu yang hanya USD37.8/mt. Peningkatan ASP ini sejalan juga dengan peningkatan harga batubara global.

Maka, secara keseluruhan, apakah Anda melihat kinerja yang positif oleh INDY? Silakan do your own research juga ya..

 

 

Anda yang ingin atau sedang menyusun investing plan Anda, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah banyaknya informasi yang beredar, Anda bisa menggunakan Monthly Investing Plan edisi Juli 2021 yang telah terbit di sini…

 

 

 

Kinerja ITMG

Hampir serupa dengan INDY, ITMG juga merupakan perusahaan yang hampir 100% bisnisnya bersumber dari batubara.

Pendapatan ITMG 1Q21. Source : Presentasi ITMG

ITMG mencatatkan pendapatan sebesar USD 284 juta per 1Q21. Tetapi angka ini masih lebih rendah dibandingkan dengan pendapatan ITMG yang sebesar USD 313 juta di 4Q20, ataupun sebesar USD 366 juta pada 1Q20. Angka itu menunjukkan, memang telah terjadi penurunan pendapatan dari ITMG, tetapi hal ini disebabkan karena adanya penurunan volume penjualan, dan bukan harga jual rata-rata.

Di bawah ini adalah tabel coal sales (penjualan batubara) ITMG :

Dapat terlihat bahwa penjualan batubara ITMG mengalami penurunan dari 5.8mt pada 4Q20 dan 1Q20 menjadi tinggal 4.1mt pada 1Q21 (turun -29% YoY). Penurunan ini disebabkan karena permintaan batubara ITMG yang melesu. Meskipun demikian, penurunan volume penjualan ini sedikit “ditopang” oleh peningkatan harga jual rata-rata (ASP) dari ITMG ke level USD68.1/mt (naik dari USD52.7/mt pada 4Q20 dan USD58.7/mt pada 1Q20 lalu).

Peningkatan harga jual rata-rata ini kemudian meningkatkan margin keuntungan dari ITMG, seperti terlihat pada grafik di atas, gross profit margin ITMG meningkat ke level 30% (lebih tinggi dibandingkan 19% pada 4Q20 dan 18% pada 1Q20). Sehingga, ITMG masih mampu mencatatkan laba bersih sebesar USD42juta pada 1Q21 ini (vs rugi bersih USD1juta pada 4Q20 dan laba USD14juta pada 1Q20).

 

Oleh karena itu, maka setidaknya tantangan yang harus dilalui oleh ITMG ke depannya adalah meningkatnya cost perusahaan. Total cost perusahaan meningkat ke level USD51.8/mt – angka ini meningkat dari USD47.2/mt pada 4Q20 lalu. Selain itu, weighted average stripping ratio ITMG juga meningkat ke level 11.5x (vs 8.9x pada 4Q20 lalu).

Setelah melihat kinerja ITMG dan INDY, apakah menurut Anda kedua perusahaan batubara ini dapat menjadi investasi yang baik? You decide…

 

DISCLAIMER : Tulisan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Tulisan ini bersifat untuk edukasi berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Do Your Own Research sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

 

 ###

 

Info:

 

 

Tags : Simak Kinerja INDY dan ITMG | Simak Kinerja INDY dan ITMG | Simak Kinerja INDY dan ITMG | Simak Kinerja INDY dan ITMG | Simak Kinerja INDY dan ITMG | Simak Kinerja INDY dan ITMG | Simak Kinerja INDY dan ITMG | Simak Kinerja INDY dan ITMG |

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya