Blibli Akan Melantai di Bursa

Blibli akan Melantai di Bursa? Yuk Intip Perusahaannya


Siapa sih yang gatau Blibli? Blibli adalah salah satu e-commerce asal Indonesia yang berdiri mulai tahun 2011 lalu. Mereka fokus pada model bisnis B2B, B2C, dan B2B2C. Pengiriman produk-produk yang ada di Blibli sudah didukung 15 mitra logistik dan armada BES. Selain itu, Blibli punya sebanyak 20 gudang dan 32 hub yang ada di kota-kota besar Indonesia. Aplikasi Blibli ini adalah produk pertama dari PT Global Digital Niaga yang merupakan anak perusahaan Djarum. Kira-kira kenapa ya Blibli pilih jadi perusahaan terbuka dan gimana kondisi perusahaan ini?

.

.

Artikel ini dipersembahkan oleh :

.

.

Blibli berencana bakal menjual 17,77 M sahamnya dengan nominal Rp 250/lembarnya. Berdasarkan prospektus yang diterbitkan mereka, harga penawaran akan berkisar pada Rp 410-460/lembar. Nantinya Blibli akan mendapat dana segar sebesar Rp 7,28 T sampai Rp 8,17 T lewat IPO ini. Blibli memilih jadi perusahaan terbuka dengan penggunaan dana sebesar Rp 5,5 T yang akan digunakan untuk membayar utang bank dan sisanya digunakan untuk modal kerja.

Hal lain yang perlu diketahui, sebelum rencananya melantai di bursa, Blibli ini sudah pernah berkolaborasi bersama dengan PT Intiland Development Tbk (DILD)…

DILD - Blibli

[Baca lagi: DILD – Blibli.com Bekerjasama. Bagaimana Prospeknya?]

.

Dari IPO ini, Blibli juga akan mengalokasikan pembagian saham untuk karyawan sebesar 0,31% atau setara Rp 55 juta dan ini biasa disebut dengan istilah Employee Stock Allocation (ESA). Selain itu berdasarkan notulen Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, perseroan juga akan mengalokasikan hak opsi bagi manajemen dan karyawan sebanyak-banyaknya 2,99% atau sekitar 3,6 M saham dari modal yang ditempatkan dan disetorkan penuh setelah IPO.

Nah, dari sisi keuangan perusahaan, pendapatan bersih per Desember 2021 meningkat menjadi Rp 8,8 M. Pendapatan bersih per Juni 2022 juga melompat tinggi sekitar 123,7% dibanding tahun lalu yaitu sebesar Rp 6,7 T.

Di samping pendapatan bersih yang melonjak tinggi, ternyata Blibli masih mengalami kerugian sebesar Rp 3,3 T per Desember 2021 dan per Juni 2022 juga maish mengalami kerugian sebesar Rp 2,5 T.

Model bisnis dari Blibli pun dinyatakan berbeda dengan kompetitornya. Dilansir dari CNBC Indonesia, Kusumo Martanto yang merupakan CEO Blibli menyatakan bahwa perusahaan tersebut telah membangun jaringan infrastruktur gudang dan dark store sejak awal Blibli berdiri. Blibli pun menjadi pioneer layanan belanja cepat yang berani memperkenalkan pengiriman hanya 2 jam saja.

Nah, itu tadi pembahasan tentang Blibli yang bakal IPO. Kalau menurut kamu, kira-kira Blibli menarik gak nih untuk masuk dalam portofolio kalian?

.

.

.

.

DISCLAIMER : Tulisan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Tulisan ini bersifat untuk edukasi berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Do Your Own Research sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

###

Info:

 

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya