Kupas IPO Saham DATA, Menarik di Beli?

Kupas IPO Saham DATA, Menarik di Beli?


Di tengah persaingan bisnis teknologi, perusahaan teknologi akan menyambut kehadiran aktor baru, yakni PT Remala Abadi Tbk (DATA) bersiap untuk meluncurkan penawaran saham perdana (IPO). Dan segera masuk ke daftar perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Apakah sektor tersebut menarik di lirik di tengah ketidakpastian global? Simak ulasannya…

 

Artikel ini dipersembahkan oleh:

Saham-Rakyat

 

Profil Singkat Emiten

Berdasarkan informasi dari prospektus, perusahaan telah aktif dalam industri telekomunikasi sejak tahun 2004. Mereka menawarkan layanan seperti Akses Internet, Jaringan, dan Solusi TI yang dikelola, yang didukung oleh infrastruktur jaringan yang handal termasuk serat optik dan teknologi nirkabel terbaru. Dengan pengalaman yang dimiliki, perusahaan telah berhasil melayani kebutuhan telekomunikasi dari berbagai segmen usaha, termasuk korporasi dan pemerintah.

Source: Prospektus DATA

Segmen pasar korporasi menitikberatkan pada kebutuhan perusahaan dan organisasi. Ini mencakup berbagai bisnis dan lembaga, mulai dari perusahaan besar hingga UKM, pemerintah, pendidikan, dan nirlaba.

Perseroan memiliki pangsa pasar korporasi sebesar 48.79%, dengan produk utamanya, Tachyon, digunakan oleh sejumlah perusahaan. Sementara itu, segmen pasar pemerintahan fokus pada kebutuhan pemerintah dan lembaga sektor publik. Perseroan mencatat pangsa pasar pemerintahan sebesar 9.96%, juga dengan produk Tachyon yang digunakan oleh beberapa badan pemerintah.

Di sisi lain, segmen pasar perumahan mencakup rumah atau kompleks perumahan individu atau keluarga. Perseroan memiliki pangsa pasar perumahan sebesar 8.61%, dengan produk Nethome yang telah digunakan oleh lebih dari 4500 rumah dan tempat tinggal.

 

Cara-Beli-Saham-IPO

[Baca lagi: Cara Beli Saham IPO dan Tips Cuan Maksimal dari Emiten Baru Listing]

 

IPO Saham DATA

PT Remala Abadi Tbk (DATA) mengadakan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham sebanyak 275 lembar saham biasa dengan nilai nominal Rp50 per saham, yang setara dengan 20% dari modal yang telah ditempatkan dan disetor oleh Perseroan. Dengan penjualan seluruh saham yang ditawarkan dalam IPO, struktur permodalan dan pemegang saham Perseroan sebelum dan setelah IPO secara proforma akan mengalami perubahan sebagai berikut:

Source: Prospektus DATA

Perseroan membuka penawaran harga saham kepada Warga Cuan dengan kisaran harga Rp188 hingga Rp208 per saham. Perkiraan nilai maksimal penawaran umum DATA mencapai Rp 57.2 miliar.

Sementara itu, dana yang dihimpun dari penawaran umum perdana (IPO) saham setelah dikurangi biaya-biaya emisi akan sepenuhnya dialokasikan oleh perusahaan dengan rincian sebagai berikut:

  1. Sebesar Rp19.9 miliar akan digunakan Perseroan untuk mengambil alih saham PT Fiber Media Indonesia (“FMI”) sebanyak 850 lembar saham atau setara dengan 85%
  2. Dana sejumlah Rp26.8 miliar akan dialokasikan untuk pembelian aset tetap, tiang jaringan dan kabel FO, dan aset tetap berupa tanah dan bangunan.
  3. Sisanya dari dana IPO dialokasikan untuk promosi dan pembelian bangunan dan ruko yang berlokasi di Ciputat.

 

Jumlah Aset

Source: Prospektus DATA

Pada akhir periode tanggal 31 Oktober 2023, total aset perseroan mencapai Rp135.8 miliar, mengalami kenaikan sebesar Rp38.9 miliar (40.18%) dibandingkan dengan periode yang berakhir pada 31 Oktober 2022 sebesar Rp96.9 miliar.

Sedangkan total aset pada tanggal 31 Desember 2021 adalah sebesar Rp74.9 miliar atau meningkat sebesar Rp3.1 miliar atau sebesar 4.26% dibandingkan dengan posisi 31 Desember 2020 yang hanya sebesar Rp71.8 miliar.

Secara keseluruhan, setiap periodenya, aset perseroan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam nilai total aset perusahaan selama periode tersebut, dimana hal ini mencerminkan kemungkinan ekspansi atau kinerja positif dari investasi yang dilakukan oleh Perseroan.

  

Kinerja Keuangan

Source: Prospektus DATA

Laba komprehensif untuk periode yang berakhir pada 31 Oktober 2023 sebesar Rp29.4 miliar atau mengalami peningkatan Rp10.7 miliar (57.06%) dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan laba komprehensif dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan dan efisiensi beban pokok pada periode yang sama.

Secara keseluruhan peningkatan laba komprehensif menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun. Hal ini menunjukkan bahwa perseroan berhasil meningkatkan pendapatannya dan mengelola biaya operasionalnya dengan lebih efisien, yang dapat dianggap sebagai tanda positif dalam pengelolaan keuangan perusahaan.

 

Ada lebih dari 800 emiten yang terdaftar di BEI, untuk mempermudah memantau kinerja laporan keuangan dan rasio-rasionya, maka bisa memanfaatkan Cheat Sheet yang telah terbit!

BANNER-ARTIKEL-CHEATSHEET-2024

     Bagi teman-teman investor yang ingin berlangganan Monthly Investing Plan, bisa menggunakan voucher…

 

Rasio Keuangan

Source: Prospektus DATA

Melihat rasio keuangan DATA, khususnya rasio liabilitas dengan ekuitas menunjukkan angka yang cukup wajar di angka 0.43x atau dibawah 100%. Artinya adalah liabilitas perseroan tidak lebih tinggi daripada ekuitas, dimana hal tersebut adalah hal yang wajar dan memungkinkan perseroan terhindar dari gagal bayar.

Selain dari rasio tersebut, keputusan Warga Cuan dalam membeli saham IPO umumnya juga akan ditentukan oleh valuasi suatu saham, dimana salah satu rasio yang dipertimbangkan adalah Book Value dan Price to Book Value (PBV). Jika dikalkulasi Book Value DATA, maka berkisar pada angka Rp494.99 jika mengacu pada perbandingan nilai aset dan jumlah saham beredar.

Dengan menggunakan harga book building DATA pada level maksimal sebesar Rp208 dan book value sebesar Rp494,99, maka nilai PBV DATA menunjukkan undervalue, yaitu sebesar 0.42x.

 

Jadwal IPO

Perlu juga Warga Cuan ingat, masa penawaran awal dilaksanakan pada tanggal 5 – 22 April 2024, tanggal efektif 26 April 2024. Sedangkan penawaran umum saham pada tanggal 29 April – 3 Mei 2024. Sedangkan penjatahan saham dilaksanakan pada tanggal 3 Mei 2024 dan pencatatan saham perdana di BEI: 7 Mei 2024.

Source: Prospektus Ringkas DATA

 

Tantangan Bisnis

Source: Bisnis Tekno

Ditengah tertekannya sektor teknologi akibat berbagai sentimen negatif dan masuknya Starlink di Indonesia tentu akan menjadi tantangan untuk saham DATA.

Starlink saat ini telah memperoleh izin untuk beroperasi di Indonesia dan telah memulai layanan internet kepada konsumen akhir melalui kerja sama dengan penyelenggara jasa internet lokal. Peluncuran perdana Starlink dimulai dengan uji coba di Ibu Kota Nusantara setelah masa Lebaran.

Perencanaan Starlink adalah untuk menjalankan operasinya secara nasional dan menjual layanan internet secara langsung kepada pengguna akhir. Dengan pembangunan hub dan infrastruktur lainnya, perusahaan yang dimiliki oleh Elon Musk ini akan menghadirkan layanan VSAT.

Source: CNBC Indonesia

Starlink tentunya akan menjadi pesaing berat bagi emiten seperti DATA dengan jenis usaha yang sama dan dengan kecepatan yang masih jauh bawah kecepatan Starlink.

 

 

Kesimpulan

Perseroan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam nilai total asetnya dari tahun ke tahun, dengan peningkatan yang konsisten dari Rp71.8 miliar pada akhir 2020 menjadi Rp135.8 miliar pada akhir Oktober 2023. Hal ini mencerminkan kemungkinan ekspansi atau kinerja positif dari investasi yang dilakukan oleh Perseroan.

Kinerja keuangan Perseroan juga menunjukkan tren pertumbuhan yang positif, dengan laba komprehensif meningkat sebesar 57.06% pada periode yang berakhir pada 31 Oktober 2023 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh peningkatan pendapatan dan efisiensi beban pokok.

Rasio keuangan Perseroan, khususnya rasio liabilitas terhadap ekuitas, menunjukkan angka yang cukup wajar di bawah 100%, menandakan bahwa liabilitas Perseroan tidak lebih tinggi daripada ekuitasnya.

Selain itu, valuasi saham Perseroan menunjukkan undervalue berdasarkan Price to Book Value (PBV), yang merupakan pertimbangan penting bagi investor dalam membeli saham IPO.

Namun, sebelum memutuskan untuk mengikuti IPO, ada baiknya memperhatikan persaingan bisnis telekomunikasi dan mempertimbangkan nilai tukar Rupiah dan tingkat suku bunga hingga pesaing bisnis seperti masuknya Starlink di Indonesia.***

 

###

 

DISCLAIMER ON:
Tulisan ini bukan rekomendasi jual dan beli. Semua data dan pendapat pada artikel adalah bersifat informasi yang mengedukasi pembaca, berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Risiko investasi berada pada tanggung jawab masing-masing investor. Do Your Own Research!

 

Temukan Artikel Analisa dan Edukasi Saham lainnya di Google News.

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya

Youtube Update

Our Social Media

Arsip Artikel