PT. Bukit Asam Makin Memanas di tengah Penurunan IHSG, Masih Menarik?


Pergerakan IHSG dari awal Desember terus tertekan, pelemahan IHSG banyak dipengaruhi oleh sentimen negatif dari market global dan pelemahan emiten-emiten dengan market cap jumbo. Di tengah pelemahan itu, saham dengan kode PTBA justru makin memanas. Lantas apakah PTBA masih menarik? 

 

Artikel ini dipersembahkan oleh :

 

Banyak faktor yang membuat saham plat merah ini makin memanas, mulai dari sentimen positif terhadap Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) Blok Kohong Telakon hingga akumulasi investor institusi asing. Nah, sentimen-sentimen semacam itu yang mendorong harga saham PTBA ini makin memanas. Jadi, seberapa menarik sih saham PTBA ini? mari kita ulas…

 

Rencana Penguasaan Blok Kohong Telakon

PT Bukit Asam (PTBA) didorong oleh Komisi VII DPR RI untuk mengambil alih Blok Kohong Telakon, dimana di blok tersebut ternyata punya sumber daya batu bara yang melimpah, sebanyak 305,6 juta ton dengan cadangan 155,6 juta ton. Dorongan pengambilalihan itu dilatarbelakangi oleh banyaknya aktivitas tambang ilegal di blok tersebut. Karena alasan itu, DPR melalui komisi VII mendorong Perseroan untuk mengambil alih dengan prosedur WIUPK.

Singkatnya Warga Cuan, secara aturan yang berlaku, blok Kohong Telakon ini adalah eks Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) dimana secara hukum WIUPKnya adalah menjadi hak prioritas BUMN yang mana PTBA adalah perusahaan milik Negara. Jadi wajar saja ya, jika PTBA semakin hari makin memanas. Karena jika penguasaan itu dapat direalisasikan dengan besaran 51%, maka akan berdampak positif terhadap pendapatan PTBA. Antusias market terhadap sentimen ini cukup bagus untuk kinerja harga saham PTBA di masa datang.

 

Kinerja PTBA

Sepanjang tahun 2022, PTBA menjadi salah satu saham batu bara yang dapat imbas positif dari kenaikan harga emas hitam. Imbas positifnya adalah tercermin dari kinerja saham tersebut. Misalnya, PTBA membukukan pendapatannya pada Q3 tahun 2022 senilai Rp. 31, 07 triliun. Naik sebesar 60,31% secara YoY dari nilai sebelumnya RP. 19,38 triliun.

Selain itu, meraih laba tahunan berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp. 10 triliun, laba tersebut meningkat 109,75 % YoY dari sebelumnya yang hanya Rp. 4,76 triliun.

 

Deretan Investor PTBA

Kinerja keuangan PTBA yang terus positif menjadi salah satu pemikat bagi para investor global untuk berinvestasi di saham tersebut diluar dari perseroan yang sangat rutin bagi dividen. BlackRock misalnya, membeli 1,3 juta lembar saham PTBA pada 12 Desember 2022. Selain itu, First Trust Advisors LP juga membeli 1,03 juta lembar saham PTBA di hari berikutnya (13  Desember 2022). Total kepemilikan First Trust Advisors LP naik menjadi 13,46 juta.

Diluar BlackRock dan First Trust Advisors LP, Investor institusi seperti Allianz SE juga mengakumulasi saham PTBA dengan jumlah 3,48 juta. Dari ketiga investor institusi tersebut, berstatus sebagai pemegang saham dengan jumlah 6,48 juta di saham PTBA.

 

DISCLAIMER : Tulisan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Tulisan ini bersifat untuk edukasi berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Do Your Own Research sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

###

Info:

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya