Saham-saham yang Menarik Ketika Musim Window Dressing Tiba


Kita sudah masuk ke bulan Desember nih, bulan yang sangat identik banget dengan fenomena window dressing. Saham-saham menarik ketika window dressing biasanya masuk kategori blue chip yang dapat dilihat dari index IDX30. Kira-kira saham apa yang menarik?

.

.

Artikel ini dipersembahkan oleh :

.

.

Istilah window dressing umumnya diterjemahkan sebagai strategi para manajer investasi untuk meningkatkan performa portfolio sebelum disajikan kepada klien atau pemegang saham. Istilah ini sangat melekat dengan akhir tahun, tapi tidak menutup kemungkinan juga fenomena tersebut dapat terjadi pada akhir kuartal.

Para manajer investasi tersebut punya kebiasaan untuk membeli saham dengan besar-besaran ke saham-saham top holding, tujuannya adalah agar harga saham tersebut naik sehingga portofolio manajer investasi tersebut terlihat memiliki kinerja yang baik.

Jika kita review IHSG dalam 20 tahun terakhir (2002-2021), maka kita akan melihat IHSG pada bulan Desember di setiap tahunnya selalu memiliki kinerja yang positif. Bahkan median return bulanan IHSG pada bulan Desember bisa mencapai 4.05%. Sedangkan return tertinggi ada pada Desember 2003 dengan kinerja yang mencapai 12.12%. Hal tersebut membuktikan bahwa fenomena window dressing sangat berpengaruh terhadap kinerja IHSG.

Pada fenomena window dressing, para manajer investasi biasanya membidik saham-saham yang masuk ke kategori blue chip. Saham dengan kategori tersebut bisa kita lihat dari indeks IDX30. Saham-saham pada Indeks tersebut bisa menjadi daftar pantau dengan harapan dapat memanfaatkan momen window dressing agar cuan makin maksimal.

Jadi, untuk memanfaatkan fenomena window dressing, saham-saham apa saja yang perlu masuk dalam watch list?

Saham-saham Menarik saat Window Dressing

Setidaknya ada 10 saham konstituen IDX30 dengan market cap lebih dari Rp 100 triliun yang patut di pantau, karena secara seasonality, memiliki probabilitas kinerja bulanan positif lebih dari 50%. Ini dia daftar sahamnya:

Dari data tersebut, terlihat bahwa saham TLKM adalah saham yang paling unggul karena memiliki probabilitas menguat sampai 90%. Namun dari sisi rata-rata return bulan yang dihasilkan adalah paling kecil yakni 2.6% selama bulan Desember dalam 10 tahun terakhir. Jadi, saham TLKM termasuk saham defensif dan cocok untuk investor yang cenderung tidak terlalu agresif.

Selain itu, saham dengan rata-rata return paling tinggi adalah saham EMTK dengan kinerja bulanan mencapai 13.5%. Namun probabilitas penguatannya hanya 70% dan pergerakan return-nya cenderung paling volatil. Ditambah lagi kenaikan yang tinggi diakibatkan oleh return pada 2020 ketika saham-saham teknologi menjadi primadona.

Sedangkan beberapa saham seperti BBCA, BBRI, ASII, dan UNTR memiliki probabilitas penguatan 80% dengan rata-rata return bulanan di setiap Desember sebesar 3.5%-4.7%. Selain itu, saham BMRI dan BBNI memiliki probabilitas menguat 70% dengan kisaran rata-rata gain bulanan di Desember mencapai 4%-4.2%.

Sedangkan saham ICBP memiliki peluang menguat yang sama yaitu 70%, tetapi dengan rata-rata gain 3.9%. Dan ADRO yang memiliki probabilitas menguat paling rendah yaitu 60% tetapi dari sisi capital gain bisa dibilang tertinggi kedua setelah EMTK yaitu 8.1%.

Itulah sekilas saham-saham yang perlu di cermati… Walaupun data tersebut adalah data kinerja saham di masa lampau, dan tidak menjadi jaminan bagi kinerja di masa depan, akan tetapi secara pola historis yang terbentuk dapat dijadikan pertimbangan sebagai dasar untuk memanfaatkan fenomena window dressing.

.

.

.

.

DISCLAIMER : Tulisan ini bukan bersifat rekomendasi beli atau jual. Tulisan ini bersifat untuk edukasi berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Do Your Own Research sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual saham.

###

Info:

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Komentar

Artikel Lainnya