Rivan Kurniawan

MSCI Global Standard Index

MSCI Global Standard Index, Bagaimana Implementasinya ?


Anda yang tertarik berinvestasi saham, setidaknya harus mengenal apa itu MSCI Global Standard Index. Lantaran, MSCI ini menjadi salah satu acuan bagi investor global untuk menempatkan dananya di seluruh dunia. Kalau begitu, seberapa berpengaruhnya MSCI ini ? Dan bagaimana pula implementasinya ? 

 

 

Artikel ini dipersembahkan oleh :

 

 

Dengan menjadi konstituen MSCI, maka saham-saham yang masuk dalam daftar ini menjadi saham blue chips investor global. 

Pengertian MSCI Global Standard Index

MSCI merupakan kepanjangan dari Morgan Stanley Capital International. Ditinjau dari definisinya, MSCI Global Standard Index adalah ukuran dari kinerja pasar saham di area tertentu. Indeks tersebut dipakai sebagai basis untuk dana yang diperdagangkan dalam bursa.

Di dalam bursa tersebut, nantinya ETF akan menduplikasi kepemilikan saham indeks, sehingga memungkinkan investor agar memperoleh untung dari keuntungan saham indeks. Dibentuk sejak tahun 1968, sampai kini telah ada lebih dari 160.000 indeks yang diterbitkan oleh MSCI Global Standard Index. Dengan menjadi konstituen MSCI, maka saham-saham yang masuk dalam daftar indeks ini menjadi saham blue chips investor global.

MSCI Global Standard Index menempatkan dua indeks yakni :

  1. MSCI Global Standard Index
  2. MSCI Global Small Cap Index.

Dari kedua indeks tersebut, pilihan utama investor asing dengan dana jumbo lebih sering ditempatkan pada MSCI Global Standard Index.

 

Aspek-Aspek Penting dalam MSCI Global Standard Index

Di bagian ini, kita akan membahas mengenai apa saja komponen penting yang berhubungan dengan MSCI Global Standard Index.

1. Cara Kerja MSCI Global Standard Index

MSCI memilih saham sebagai indeks ekuitasnya yang tidak sulit untuk diperdagangkan. Sekaligus juga saham yang mempunyai likuiditas tinggi. Saham harus memiliki partisipasi investor aktif tanpa adanya batasan pemilik. Nantinya, MSCI akan menyeimbangkan antara akurasi dengan efisiensi. Karena itu, harus mencakup saham yang cukup guna mewakili pasar ekuitas yang menjadi dasarnya.

Di saat yang sama, ketika MSCI tidak mempunyai cukup banyak saham, maka ETF dan reksadana tidak dapat meniru indeks. Setiap indeks merupakan ikhtisar dari nilai total kapitalisasi pasar seluruh saham.

Harga dari saham itu akan dikalikan dengan jumlah saham yang beredar. Dari setiap indeks yang tergabung, akan diperbarui setiap hari. Oleh karenanya, indeks ini mampu secara akurat mencerminkan komposisi dari pasar ekuitas dasar yang diukurnya.

 

2. Hal yang Diukur dalam MSCI Global Standard Index

MSCI mempunyai indeks untuk berbagai sub area geografis, tidak terkecuali indeks global dalam kategori saham. Misalnya, kapitalisasi kecil, kapitalisasi besar, juga kapitalisasi tengah.

Adapun beberapa jalur pasar berkembang yang paling populer, di antaranya pasar perbatasan, pasar maju, sampai pada pasar dunia.

 

3. Fungsi Indeks MSCI Indonesia

MSCI Indonesia berisi berbagai saham di Indonesia yang tujuannya yaitu, untuk mengukur kinerja pasar saham yang ada di Indonesia.

Tidak jarang MSCI Indonesia ini memberikan pengaruh secara langsung kepada IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan. Termasuk juga memberikan pengaruh kepada saham-saham tertentu yang masuk dalam indeksnya.

Untuk MSCI Indonesia, dilaksanakan rebalancing di setiap bulan Mei serta November. Yang mana rebalancing di sini merujuk pada aktivitas MSCI dalam merombak portofolio saham-saham di Indonesia sebagai dasar dari pembentukan untuk perhitungan indeks.

Adapun saham-saham yang dipilih adalah saham yang likuid serta diminati investor untuk masuk ke dalamnya. Maka dari itu, tidak heran apabila sebagian besar saham Indonesia yang masuk dalam MSCI yaitu saham yang termasuk blue chip. Seperti yang kita tahu, saham blue chip memang paling banyak diminati investor, hal ini tidak lepas dari konsistensi yang dihasilkan oleh kinerja perusahaan, sehingga saham mampu memberikan benefit yang prospektif.

 

4. Dampak dari Rebalancing MSCI Indonesia

Kegiatan rebalancing ini, sudah tentu akan memberikan efek atau dampak kepada berbagai saham perusahaan lain di Indonesia.

Salah satu efek dari rebalancing yang pernah terjadi, yakni penurunan saham BBCA. Tepatnya pada bulan Mei tahun 2017, saham tersebut tiba-tiba jatuh. Yang semula mencapai harga Rp 18.000 hingga turun menjadi Rp 16.900 selama 2 hari.

Beberapa di antaranya, juga banyak argumen yang menilai bahwa hal tersebut lantaran efek luar negeri, efek Donald Trump, serta berbagai alasan lainnya. Padahal kondisi tersebut disebabkan oleh adanya rebalancing oleh MSCI Indonesia, yang mana porsi saham BCA ketika itu mengalami penurunan bobot akibat rebalancing. Sehingga, tidak sedikit para pemain saham besar yang menjalankan aksi jual.

Ngomong-ngomong tentang MSCI ini, kita jadi ingat, di tahun 2017 yang lalu, kita juga pernah membahas mengenai Dampak MSCI Global Standard Index. Review lagi artikelnya di sini…

[Baca lagi : Dampak Rebalancing MSCI Index]

 

5. Mencermati Terjadinya Rebalancing MSCI

Di atas tadi, sudah kita sebutkan kalau rebalancing ini akan sangat berpengaruh terhadap harga saham. Oleh karena itu, sebagai investor Anda harus mencermati betul kondisi ini. Dengan tujuan, supaya bisa mengambil strategi lanjutan yang tepat sebagai respons atas terjadinya rebalancing saham. Hal tersebut bisa membuat Anda terhindar dari risiko kerugian.

Jadi, jangan sampai mengabaikan rebalancing MSCI, khususnya untuk saham-saham blue chip penghuninya.

 

6. Daftar Saham MSCI Indonesia 2021

Di bagian sebelumnya, kita juga sudah menyebutkan kalau sebagian besar saham Indonesia yang tergabung dalam MSCI adalah kelompok saham-saham blue chip. Dengan reputasi baik dan telah terbukti, berikut adalah beberapa saham Indonesia yang masuk dalam MSCI : ANTM, BBRI, BBCA, BBNI, BBTN, dan BDMN.

 

Anda yang ingin mengetahui saham apa saja yang memiliki fundamental bagus dan harganya masih terdiskon (undervalued). Yuk, dapatkan segera di E-Book Quarter Outlook Kuartal I-2021 yang telah terbit hari ini…

 

 

7. MSCI Small Cap Indonesia

MSCI pun menerbitkan MSCI Small Cap Indonesia. Isinya berupa berbagai saham Indonesia yang memiliki nilai kapitalisasi pasar kecil. Sama halnya dengan MSCI Indonesia pada umumnya, pada jenis ini pun akan diadakan rebalancing.

Saat terdapat anggota baru yang memasukinya, maka harga dari saham tersebut biasanya akan mengalami kenaikan secara drastis. Misalnya, saham GIAA (Garuda) yang langsung melonjak sampai 10% setelah masuk MSCI Small Cap Indonesia. Begitu juga sebaliknya, apabila ada saham yang keluar, harganya relatif anjlok.

 

Manfaat Mengenal MSCI Global Standard Index

Dengan mengetahui mengenai MSCI Global Standard Index, setidaknya kita sudah bisa lebih mengetahui bagaimana kondisi dari suatu pasar modal. Dengan itu, kita sebagai investor sudah lebih matang dalam mengambil strategi yang tepat, guna memperoleh keuntungan yang maksimal.

 

Jadi, gimana sudah siap memaksimalkan investasi saham Anda ? 

 

Sumber Referensi:

  • Ike Nofalia, S. Kom. 23 April 2021. MSCI Global Standard Index: Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya. https://www.finansialku.com/mengenal-msci-global-standard-index/

 

###

 

Info:

 

 

Tags : MSCI Global Standard Index | MSCI Global Standard Index | MSCI Global Standard Index | MSCI Global Standard Index | MSCI Global Standard Index | MSCI Global Standard Index | MSCI Global Standard Index | MSCI Global Standard Index | MSCI Global Standard Index

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

1 Comment

  • Bagas
    May 22, 2021 at 10:35 AM

    Kalau saham yg keluar dari MSCI auto anjlok ??

Komentar

Artikel Lainnya

Translate »