
Ketika menganalisis saham tertentu, umumnya investor akan terfokus pada angka-angka dalam laporan keuangan, di mulai dari pertumbuhan laba rugi, konsistensi pendapatan, kondisi neraca, hingga kesehatan arus kas. Termasuk bagaimana valuasi saham di market dan pergerakan harganya. Tak ayal, hal tersebut seringkali membuat investor melewati informasi lain yang tak kalah pentingnya, yakni informasi struktur kepemilikan saham. Pertanyaannya tentu, gimana cara cek pemegang saham di atas 1%? Lantas kenapa informasi tersebut penting diketahui investor?
Daftar Isi
Artikel ini dipersembahkan oleh:

Â
Memahami Struktur Kepemilikan Saham
Struktur kepemilikan saham merupakan komposisi, porsi, dan/atau persentase kepemilikan saham perusahaan berdasarkan pemilik dan besarnya persentase saham yang dimiliki. Struktur kepemilikan ini menjadi indikator penting yang menunjukkan pihak mana saja yang memegang kendali dalam kepentingan ekonomi dan arah strategis perusahaan.
Berdasarkan klasifikasinya, struktur kepemilikan saham terdiri dari beberapa jenis:
Pemegang Saham Pengendali
Saham dikuasai oleh pihak yang mampu mengendalikan perusahaan, baik itu dari persentase saham atau dari mekanisme lain. Pemegang saham pengendali ini seperti direktur maupun komisaris yang berinvestasi langsung di perusahaan, keluarga pendiri, atau bahkan holding usaha. Kepemilikan ini berdampak besar terhadap perkembangan dan rencana strategis perusahaan.
Pemegang Saham Strategis
Kepemilikan saham secara signifikan, yang didasari oleh adanya hubungan bisnis, atau bahkan karena kepentingan strategis lain antar perusahaan.
Pemegang Saham Institusional
Saham yang dimiliki lembaga maupun institusi yang berinvestasi dalam jumlah besar. Umumnya dilakukan oleh Manajer Investasi, Dana Pensiun, Perbankan dan/atau Lembaga keuangan, Perusahaan dan/atau Badan Usaha lain, Asuransi, bahkan Reksa Dana.
Pemegang Saham Publik
Dimiliki oleh masyarakat luas, alias investor ritel yang memperjualbelikan saham secara bebas di Bursa Efek. Jika porsi saham yang disebar ke publik semakin besar, maka saham yang dimiliki investor ritel juga semakin besar.
Pemegang Saham Pemerintah
Saham perusahaan yang dikuasai oleh instansi pemerintah atau Negara secara langsung, biasanya dilakukan melalui BUMN. Saat pemerintah tercatat memiliki saham perusahaan tertentu, maka secara otomatis masuk ke dalam bagian struktur kepemilikan saham perusahaan.
Â
Arti dari Pemegang Saham di Atas 1%
Pemegang saham di atas 1% menunjukkan bahwa pihak tersebut memang memiliki porsi saham lebih 1% dari total saham yang diterbitkan perusahaan. Contoh sederhananya:
- Perusahaan ABCD memiliki 20 miliar saham yang beredar. Sedangkan salah satu investor tercatat memiliki 250 juta saham, maka persentase kepemilikannya:
250 juta ÷ 20 miliar x 100% = 1.25%, berarti kepemilikan saham investor mencapai 1.25%. Kendati demikian, kepemilikan saham di atas 1% ini tidak serta merta membuat pemiliknya otomatis berkuasa mengendalikan perusahaan. Namun persentase kepemilikan saham yang jauh lebih besar dari 1%, akan berpengaruh besar pada kebijakan perusahaan. Tentunya hal ini sangat memudahkan Anda dalam mengetahui pihak-pihak mana yang mempunyai porsi kepemilikan signifikan.
Â
Mengapa Pemegang Saham di Atas 1% Menarik Bagi Investor?
Terdapat sejumlah alasan mengapa pemegang saham di atas 1% layak untuk dianalisa, antara lain:
Pertama, melihat konsentrasi kepemilikan
Tingkat konsentrasi kepemilikan saham dapat menunjukkan kecenderungan perusahaan pada pihak tertentu. Ketika emiten hanya ada satu pemegang saham dengan porsi yang besar, ini mengindikasikan bahwa struktur kepemilikan saham bersifat cukup terkonsentrasi (tidak tersebar). Sementara, saat emiten tidak memiliki satu pemegang saham dengan porsi yang mendominasi, ini berarti kepemilikan saham cenderung tersebar pada beberapa pihak.
Kedua, mengetahui investor/institusi yang memiliki posisi signifikan
Dengan mengetahui pemegang saham di atas 1%, dapat memudahkan analisis pihak mana saja yang berpengaruh besar pada kontrol perusahaan. Dalam hal ini, nama pemegang saham dapat menunjukkan identitasnya, apakah itu perusahaan strategis, perusahaan investasi, atau bahkan adanya holding tertentu. Pada gilirannya dapat membantu Anda memahami potensi pengaruh dari pemegang saham yang terbesar.
Ketiga, memahami perubahan struktur kepemilikan dari waktu ke waktu
Hal lain yang perlu dipahami dari sifat struktur kepemilikan adalah dinamis, berubah-ubah mengimbangi aktivitas pembelian dan penjualan saham, aksi korporasi, jumlah saham yang beredar, hingga berbagai transaksi lain. Oleh sebab itu, penting untuk dianalisa siapa pihak yang mendominasi kepemilikan saham dan apakah strukturnya berubah?
Â
Fitur Ownership Mapping di Ajaib
Ajaib Terminal! Hadir dengan menawarkan fitur Ownership Mapping yang ada pada tab ‘Profile’, menyederhanakan langkah Anda tanpa harus merunut data dari sumber laporan tahunan perusahaan secara terpisah.
Sudahkah Anda tahu tentang Ownership Mapping di Ajaib Terminal? Yap, Ownership Mapping ini merupakan dashboard Shareholders yang secara khusus mengakumulasi dan menyajikan data kepemilikan saham yang terupdate secara interaktif.
Fitur Ownership Mapping menawarkan sejumlah manfaat:
- Pertama, tren komposisi pemegang saham secara mendetail, baik itu untuk investor domestik dan asing yang tercatat ke dalam struktur kepemilikan dalam periode tertentu, yakni 1M, 3M, 6M, YTD, hingga 1Y.
- Kedua, daftar pemegang saham Major (>1%), sebagai pihak-pihak dengan porsi saham yang mendominasi.
- Ketiga, peta investor (investor maps), menghadirkan visualisasi jaringan dengan kemampuan menelusuri keterkaitan sebuah entitas dengan emiten lain di market.
Â
Cara Cek Pemegang Saham di Atas 1%

Fitur Ownership Mapping, pada tab ‘Profile’ di Ajaib Terminal. Source: Ajaib.co.id
- Download Ajaib Terminal pada perangkat Anda.
- Klik kolom pencarian Ajaib Terminal, lalu ketik ticker code saham yang Anda inginkan.
- Buka tab ‘Profile’ yang berada di jajaran tab ‘Insider’ dan tab ‘Berita’.
- Lanjut pada panel Pemegang Saham di kolom kiri, klik ‘Filter Major’ (>1%) hingga tampil daftar pemegang saham dengan porsi kepemilikan besar atau semua untuk menampilkan data lengkap keseluruhan.
- Periksa tren komposisi yang ada pada kolom kanan, lihat widget ‘Komposisi Pemegang Saham’, sehingga dapat memantau tren kepemilikan, apakah didominasi Domestik atau Asing.
- Eksplor Investor Maps, cukup dengan klik salah satu nama pemegang saham pada emiten, untuk menampilkan visualisasi jaringan kepemilikan di emiten lain. Pada fitur Investor Maps ini, Anda dengan mudah melihat bagaimana keterkaitan pemegang saham pada jaringan kepemilikan yang lebih luas.
Â
Contoh Struktur Kepemilikan pada Emiten Populer

Fitur Ownership Mapping, pada tab ‘Profile’ di Ajaib Terminal. Source: Ajaib.co.id
Adapun sebagai contoh, Penulis akan menggunakan emiten BBCA. Berdasarkan screenshot Ajaib Terminal, struktur kepemilikan BBCA didominasi oleh PT Dwimuria Investama Andalan yang tercatat menjadi pemegang saham mayoritas dengan total kepemilikan mencapai 54.94% (sangat jauh dari 1%) – data tersebut di update pada 8 Juli 2026. Sementara pemegang saham dengan kepemilikan saham di atas 1% hanya dimiliki sejumlah pihak saja.
Informasi pada Ownership Mapping menunjukkan bahwa struktur kepemilikan saham di BBCA cukup terkonsentrasi. Hanya saja kembali Penulis ingatkan, adanya pemegang saham terbesar pada emiten tidak otomatis membuatnya menjadi saham yang bagus. Jadi kembalikan keputusan Anda pada hasil analisa fundamental yang sehat dan bagus. Bagaimana pun struktur kepemilikan saham hanya sebagai data tambahan – BUKAN SINYAL BUY.
Â
Kesimpulan
Pemegang saham di atas 1% dapat menjadi informasi tambahan bagi Anda, untuk menilai bagaimana struktur kepemilikan saham di emiten, apakah terkonsentrasi atau sebaliknya tersebar pada pemegang saham lain. Bagaimana pula dengan perubahan struktur kepemilikannya dalam periode waktu tertentu, yang pada gilirannya Anda mendapatkan perspektif lebih luas mengenai kepemilikan saham perusahaan.
Data yang Anda peroleh dari struktur kepemilikan saham, dapat Anda kombinasikan dengan analisa fundamental, prospek bisnis ke depan, valuasi saham perusahaan, hingga berbagai faktor lain yang mendukung keputusan investasi jadi lebih objektif dan terukur.
Hanya saja, perlu diingat kembali bahwa porsi kepemilikan saham yang besar di atas 1%, tidak otomatis membuat saham layak untuk dibeli. Melainkan sebagai acuan penting dalam memahami seluk beluk perusahaan dari sisi kepemilikan.
Sekarang Anda bisa melakukan cek pemegang saham di atas 1% dengan cara mudah dan sederhana. Dengan menggunakan fitur Ownership Mapping di Ajaib Terminal, Anda bisa mengakses data pemegang saham di atas 1%. Termasuk untuk memantau perubahan tren komposisi para pemegang saham, baik domestik maupun asing. Serta mengeksplorasi investor maps untuk mencari tahu keterkaitan kepemilikan saham yang lebih luas.
Ownership Mapping menjadi bagian penting dari analisa saham yang lebih deep, lebih praktis, dan efisien secara waktu. Anda bisa mendapatkannya hanya melalui Ajaib Terminal dan mulai eksplor saham-saham watchlist Anda di Ajaib Terminal, temukan siapa saja yang memegang saham di atas 1%. Download Aplikasi Ajaib Terminal sekarang!***
###
DISCLAIMER ON:
Tulisan ini bukan rekomendasi jual dan beli. Semua data dan pendapat pada artikel adalah bersifat informasi yang mengedukasi pembaca, berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Risiko investasi berada pada tanggung jawab masing-masing investor. Do Your Own Research!
Temukan Artikel Analisa dan Edukasi Saham lainnya di Google News.Â

