Daftar Isi
Artikel ini dipersembahkan oleh:

Mengapa Tabungan Pensiun untuk Masa Depan Penting?
Umumnya orang bekerja tanpa memikirkan persiapan masa pensiun, akibatnya tingkat konsumerisme kian tinggi, tidak seimbang dengan jumlah tabungan yang relatif rendah. Tak heran juga, di usia produktif lebih banyak orang yang terjebak dengan tagihan kartu kredit, bahkan sampai tidak bisa melunasinya. Fatalnya, utang tersebut tidak dilakukan dalam keadaan genting yang benar-benar membutuhkan.
Nah, supaya tidak terjadi kondisi tersebut, tentu seseorang perlu memperbaiki tabungan pensiunnya untuk masa depan. Pasalnya, ketika sudah memasuki masa pensiun, jumlah kebutuhan akan meningkat, salah satunya karena faktor kesehatan. Sayangnya, di masa ini pendapatan justru berkurang karena telah memasuki usia tidak produktif.
Oleh sebab itu, tabungan pensiun menjadi penting untuk masa depan seseorang. Tentunya, agar Anda dapat menikmati masa tua tanpa harus tetap bekerja keras, yang berarti Anda perlu mulai menabung sejak dini. Seperti kata pepatah “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian”. Meski di masa sekarang ini Anda harus mengerem pengeluaran, namun di masa depan nanti tabungan pensiun akan sangat berguna di usia lanjut.
Adapun bagi Anda yang sudah menikah, persiapan dana tabungan pensiun ini perlu melibatkan kerja sama yang kooperatif dengan pasangan. Ketika pasangan memiliki visi dan misi yang sama untuk saling menguatkan dan memotivasi, sudah pasti proses menabung atau berinvestasi dapat lebih mudah dilakukan. Sehingga gangguan dari dalam dan luar diri dapat diminimalisir.
4 Cara Memperbaiki Tabungan Pensiun untuk Masa Depan
Dengan betapa pentingnya tabungan pensiun untuk masa depan, maka tidak heran jika banyak orang bertekad untuk memperbaikinya, dengan harapan dapat memperoleh hasil maksimal. Pasalnya proses untuk mengumpulkan tabungan pensiun, tidak dapat dilakukan dalam setahun dua tahun. Berikut ini ada 4 cara memperbaiki tabungan tabungan pensiun untuk masa depan.
Menghitung Jumlah Gaji Sampai Masa Pensiun
Berapa usia Anda saat ini? Lantaran usia saat ini menentukan berapa banyak gaji yang akan diterima sampai masa pensiun. Sebagai contoh, jika usia Anda sekarang 40 tahun, maka masa pensiun yang ada di usia 55 sampai 60 tahun tinggal menunggu 15 tahunan lagi. Maka ketika gaji Anda adalah Rp5 juta per bulan, maka kalikan dengan 12 bulan dan 15 tahun. Hasil dari perkalian tersebut adalah total uang yang dimiliki.
Namun, perlu diketahui bahwa keseluruhan gaji tidak mungkin ditabung semuanya. Ada cukup banyak kebutuhan saat ini, yang membutuhkan adanya pengeluaran untuk hal tersebut. Ini berarti, Anda perlu mencatatkan anggaran khusus tabungan pensiun. Misalnya, Anda menganggarkan Rp1 juta per bulan untuk tabungan pensiun. Kalikan angka tersebut dengan 12 bulan, maka akan keluar angka Rp12 juta. Kemudian, angka Rp12 juta tadi dikalikan lagi 15 tahun maka hasil akhirnya adalah Rp 180 juta. Itulah tabungan pensiun Anda.
Pertanyaan berikutnya, apakah cukup atau kurang? Semuanya jawabannya akan tergantung pada seberapa besar kebutuhan primer, gaya hidup dan termasuk kondisi kesehatan Anda.
Tetapkan Strategi Investasi Dana Pensiun
Jika dihitung dengan biaya kesehatan para manula yang kian meroket, tentu simulasi tabungan di atas bisa cukup atau bahkan kurang. Apalagi jika tabungannya di bawah dari simulasi perhitungan. Dari sini dapat disimpulkan, jika tabungan saja tidak akan membuat hari tua bisa terjamin, dari kebebasan finansial. Lalu, bagaimana caranya?
Untuk mendapatkan lebih banyak income, perlu cara lain untuk tetap bisa sembari menabung, yaitu investasi. Salah satu caranya adalah menginvestasikan sejumlah uang untuk usaha yang dapat memberikan keuntungan secara berkala. Usaha tersebut bisa berbentuk kongsi atau sejenisnya, sehingga Anda hanya berperan sebagai investor yang menerima sejumlah bagian laba.
Selalu Optimis untuk Sehat
Berapa lama Anda akan hidup? Bagaimana kondisi kesehatan Anda ketika memasuki masa pensiun? Jika Anda belum memikirkan hal ini, maka renungkan sejenak saat ini, tentang usia harapan hidup rata-rata orang. Tidak hanya itu, kondisi kesehatan Anda pun turut mempengaruhi bagaimana usia akan berkurang. Namun demikian, tetaplah berpikir positif dan optimis untuk sehat, serta umur panjang.
Ketika Anda memiliki pemikiran yang positif tentang usia panjang, maka secara tidak langsung Anda memiliki motivasi internal dalam diri untuk bisa menyelesaikan masalah dan menambah tabungan. Hal ini sangat penting dan berpengaruh, dibandingkan dengan seseorang yang tidak memiliki harapan berumur panjang dan melewatkan masa pensiun dalam kondisi sehat.
Perhatikan Faktor Kesehatan dan Produktivitas
Kesehatan dan produktivitas ketika memasuki masa pensiun, tidak akan sama dengan saat ini. Hal tersebut merupakan sebuah kewajaran yang harus disikapi secara bijaksana. Dengan begitu, kebutuhan yang saat ini dirasa tidak penting, namun di masa depan akan menjadi sangat penting. Misalnya saja kendaraan, atau bahkan rumah yang lebih dekat dengan fasilitas kesehatan.
Berkurangnya produktivitas, tentu harus direncanakan sematang mungkin dengan kegiatan-kegiatan positif, agar waktu di masa pensiun tidak terbuang sia-sia. Bahkan akan lebih baik, jika kegiatan tersebut berkaitan dengan investasi yang telah dilakukan sejak saat ini. Misalnya melakukan lobbying dengan rekan bisnis atau membuat inovasi baru tentang pemasaran produk yang diinvestasikan.


