
Terakhir diperbarui Pada 25 Maret 2026 at 4:50 pm
Momentum Lebaran, sangat identik dengan adanya THR (Tunjangan Hari Raya) sebagai bentuk ‘bonus tahunan’. Bagi sebagian orang, THR ini menjadi kesempatan yang baik untuk meningkatkan pertumbuhan aset, melalui investasi. Namun sebagiannya lagi, menerima THR tanpa adanya rencana matang dalam penggunaannya, sehingga tanpa terasa cepat habis hanya untuk konsumtif. Lantas, bagaimana cara mengatur checklist keuangan jelang lebaran, supaya tetap aman?
Daftar Isi
Checklist Keuangan Jelang Lebaran
Terdapat beberapa alokasi keuangan yang sebaiknya, tidak terlewatkan ketika menerima THR, antara lain:
Alokasikan Penggunaan THR, antara Kebutuhan dan Investasi
Langkah paling krusial yang sebaiknya segera dilakukan ketika menerima THR adalah melakukan pembagian alokasi THR ke dalam sejumlah pos keuangan. Hal ini penting dilakukan, agar penggunaan THR dapat lebih bijak. Alokasinya bisa seperti berikut:
- 50% untuk kebutuhan selama lebaran: Makanan, biaya mudik, pakaian, THR ke keluarga, dan lainnya.
- 20% Kewajiban seperti berzakat maupun sedekah.
- 20% Tabungan dan sebagian untuk dana darurat, persiapan kebutuhan dalam jangka pendek.
- 10% Investasi jangka panjang, seperti pada saham.
Dengan alokasi yang terukur, maka lebaran yang dijalankan tidak mengorbankan masa depan finansial. Kondisi keuangan pun tetap imbang dan sehat.
Dana Darurat dalam Kondisi Aman
Namun sebelum berinvestasi saham dalam jangka panjang, pastikan terlebih dulu bahwa ketersediaan dana darurat benar-benar aman dan cukup. Setidaknya untuk:
- 3 – 6 bulan pengeluaran (untuk yang belum menikah)
- 6 – 12 bulan pengeluaran (sudah menikah dan memiliki anak)
Berinvestasi tanpa kecukupan dana darurat akan berisiko, seperti terpaksa menjual saham di harga rendah (jual rugi).
Berinvestasi Hanya dengan Uang Dingin
Pastikan selalu memegang teguh prinsip, bahwa berinvestasi hanya menggunakan uang dingin, yakni dana yang dalam waktu dekat tidak akan dibutuhkan. Nah dalam hal ini, THR dapat menjadi sumber uang dingin, dengan catatan penggunaannya sudah dialokasikan. Dengan begini, maka investasi jadi lebih tenang, karena tanpa tekanan emosional.
Pilih Saham yang Memiliki Fundamental Kuat
Setelah memastikan dana investasi siap, tahap berikutnya adalah melakukan screening saham, berdasarkan kinerja fundamental yang baik, seperti: Pendapatan dan laba yang konsisten bertumbuh setiap tahunnya, manajemen yang kredibel, dan prospek bisnis dalam jangka panjang yang menarik.
Manfaatkan Pasar ketika Menjelang Lebaran
Di waktu menjelang lebaran, biasanya pergerakan IHSG cenderung lebih sepi, yang tercermin dari low volume. Sehingga efeknya pergerakan harga saham akan sideways dan/atau sedikit terkoreksi.
Yang berarti, kondisi tersebut dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi saham secara bertahap (Buy on Weakness). Strategi ini memungkinkan Anda mendapatkan harga saham yang lebih menarik, dibandingkan ketika pasar sedang ramai.
Perhitungkan Valuasi Saham
Ketika sudah mendapatkan saham bagus dari hasil screening, maka pastikan Anda sudah menghitung valuasinya. Lantaran saham bagus sekalipun, berpotensi menjadi investasi yang buruk, ketika dibeli di harga yang sudah overvalued. Dalam hal valuasi ini, penting untuk memperhatikan:
- Price to Earning Ratio (PER)
- Price to Book Value (PBV)
- Margin of Safety (MoS)
Dengan memahami valuasi, maka akan memudahkan Anda dalam menentukan apakah saham yang dipilih masih murah (undervalue), atau berada di nilai wajar (fair value), atau bahkan sudah mahal (overvalue).
Jalani dengan Konsisten dan Disiplin
THR untuk investasi jangka panjang, bukanlah ide buruk. Justru sebaliknya menjadi awal yang baik, untuk itu sebaiknya lanjutkan secara konsisten dan disiplin, sesuai dengan investment planning. Konsistensi dan kedisiplinan dalam jangka panjang merupakan kunci sukses dalam berinvestasi saham. Bentuk konsisten yang dapat Anda lakukan, seperti:
- Mengalokasikan dana investasi dari gaji bulanan.
- Investasi secara disiplin, sesuai dengan investment planning dan strategi investasi.
- Rutin investasi setiap bulan dengan strategi DCA (dollat cost averaging).
- Ikut kelas belajar investasi maupun komunitas investor saham, salah satunya seperti RK Platinum Member.
Ingin menyusun investing plan, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah informasi. Segera manfaatkan Monthly Investing Plan yang telah terbit!
Bagi teman-teman investor yang ingin berlangganan Monthly Investing Plan, bisa menggunakan voucher…
Kesimpulan
Momentum Lebaran selalu erat dengan berbagi rasa bahagia dan kebersamaan. Namun alangkah lengkapnya, jika didukung dengan kondisi finansial yang tetap terjaga kestabilannya. Sehingga masa depan tidak menjadi korban, hanya untuk memenuhi kebutuhan konsumtif yang pada dasarnya masih dapat diminimalisir.
Penerapan checklist keuangan seperti di atas, memandu Anda untuk lebih mudah melakukan alokasi THR. Sehingga bukan hanya kebutuhan Lebaran yang terpenuhi, namun kondisi finansial tetap dibangun dengan lebih baik.
THR ini bukan hanya tentang dana yang dihabiskan di momen Lebaran, namun juga bisa menjadi modal awal untuk menuju kebebasan finansial yang sebenarnya. Nah gimana dengan Anda apakah THR tahun ini sudah siap untuk dialokasikan berinvestasi saham?***
###
DISCLAIMER ON:
Tulisan ini bukan rekomendasi jual dan beli. Semua data dan pendapat pada artikel adalah bersifat informasi yang mengedukasi pembaca, berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Risiko investasi berada pada tanggung jawab masing-masing investor. Do Your Own Research!
Temukan Artikel Analisa dan Edukasi Saham lainnya di Google News.

