Bid-dan-Faktor-faktor-yang-Mempengaruhi

Terakhir diperbarui Pada 27 Mei 2024 at 9:46 am

Dinamika jual-beli saham di pasar modal tak hanya berputar pada harga yang tertera di papan informasi. Ada sebuah mekanisme dinamis yang menentukan harga transaksi sebenarnya antara pembeli dan penjual, yakni “bid” dan “offer” (ask). Mari kita fokus membedah arti dan peran “bid” terlebih dahulu dalam proses transaksi saham.

 

Ilustrasi adanya permintaan pembelian saham atau bid. Source: dialoguereview.com

 

Apa Itu Bid?

Istilah “bid” secara harfiah dapat diartikan sebagai “penawaran beli”. Bid adalah istilah dalam investasi saham yang menunujukkan adanya sebuah permintaan dan/atau pembelian suatu saham pada harga yang lebih rendah, dibandingkan harga terakhir (last price).

Dalam konteks investasi saham, “bid” mengacu pada harga tertinggi yang sedia dibayar oleh seorang calon pembeli untuk membeli saham perusahaan tertentu. Harga “bid” ini biasanya akan sedikit lebih rendah dibandingkan dengan harga saham yang tertera di papan informasi atau “harga pasar”. Mengapa demikian? Para pembeli tentu ingin mendapatkan saham dengan harga semurah mungkin, sehingga mereka akan mengajukan penawaran di bawah harga pasar yang ada.

Sementara mekanisme yang ditetapkan oleh pasar modal dalam pembelian sebuah saham, ialah investor wajib menentukan harga sesuai keinginan untuk dapat membeli saham yang dimaksud. Proses mekanisme inilah yang dinamakan sebagai Bid Price.

 

Bid yang ada dalam saham BBCA. Source: stockbit

 

Dari tabel di atas terlihat daftar harga bid yang mencerminkan adanya minimal harga yang mungkin akan diterima penjual, jika bersedia. Dengan itu maka investor yang akan membeli saham bisa mendapatkannya, jika penjual bersedia untuk melepas saham menggunakan harga bid price yang sudah ditentukan investor pembeli.

Adapun besarnya harga “bid” yang ditawarkan biasanya didasari beberapa pertimbangan investor. Salah satunya adalah analisa fundamental perusahaan. Jika investor yakin prospek perusahaan tersebut cerah, ia mungkin bersedia menawar dengan harga “bid” yang lebih tinggi dari biasanya.

Selain itu, kondisi likuiditas saham dan situasi pasar secara keseluruhan juga dapat mempengaruhi besarnya penawaran beli investor.

Proses “bid” berlangsung secara elektronis di sistem perdagangan BEI (Bursa Efek Indonesia). Calon pembeli akan memasukkan jumlah lot saham yang ingin dibeli dan harga “bid” yang mereka tawarkan. Sistem kemudian akan mencocokkan penawaran beli ini dengan penawaran jual (ask) dari calon penjual lainnya. Transaksi saham akan terjadi ketika harga “bid” dari pembeli sama dengan atau melebihi harga “ask” yang ditawarkan penjual.

 

Ilustrasi adanya permintaan pembelian saham paling potensial. Source: mashable.com

 

Pentingnya “Bid” dalam Investasi

Dunia investasi saham bukanlah sekadar memilih saham dan berharap harganya melejit. Namun terdapat mekanisme dinamis yang menentukan harga beli saham yang sebenarnya, yaitu permainan “bid” dan “offer” (ask). Mengerti fungsi “bid” menjadi sangat penting agar investor dapat berpartisipasi secara aktif dan menguntungkan dalam proses tersebut. Mari kita telusuri mengapa “bid” memegang peran krusial dalam investasi saham.

  • Pertama, “bid” memberikan kendali harga kepada investor.

Tidak seperti toko yang menetapkan harga patokan, pasar saham memungkinkan investor untuk menawar harga pembelian saham. Melalui penawaran “bid”, investor dapat menyesuaikan pengeluaran mereka dengan analisa dan ekspektasi terhadap saham tersebut.

Investor yang optimis dengan prospek perusahaan bisa mengajukan “bid” lebih tinggi untuk mendapatkan saham walaupun harus bersaing dengan penawar lain. Sebaliknya, investor yang lebih berhati-hati dapat mengajukan “bid” lebih rendah sesuai dengan toleransi resiko mereka.

 

  • Kedua, “bid” mencerminkan minat investor terhadap saham tertentu.

Harga “bid” yang tinggi menunjukkan adanya permintaan yang kuat terhadap saham tersebut. Hal ini dapat menjadi isyarat positif bagi investor lainnya untuk berinvestasi di perusahaan yang sama. Sebaliknya, harga “bid” yang stagnan atau terus menurun dapat mengindikasikan kurangnya minat pasar dan potensi pelemahan harga saham di masa depan. Dengan memahami permainan “bid”, investor dapat mengukur sentimen pasar dan membuat keputusan investasi yang lebih strategis.

 

  • Ketiga, “bid” dapat menguntungkan investor dalam kondisi pasar tertentu.

Investor yang cerdas dapat menggunakan “bid” untuk mencari peluang di pasar yang sedang fluktuatif. Misalnya, saat harga saham mengalami penurunan sementara, investor dapat mengajukan “bid” lebih rendah dengan harapan tetap bisa membeli saham tersebut walaupun harganya belum pulih sepenuhnya. Dengan demikian, “bid” menjadi instrumen efektif untuk investor aktif yang ingin memaksimalkan keuntungan di tengah volatilitas pasar.

 

Perbedaan-Bid-dan-Ask

[Baca lagi: Perbedaan Bid dan Ask dalam Transaksi Jual Beli Saham, Yuk Kenali!]

 

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi “Bid”

  • Permintaan dan Penawaran

Faktor utama yang mempengaruhi bid adalah permintaan dan penawaran atas suatu aset atau produk. Semakin tinggi permintaan terhadap suatu aset, biasanya akan meningkatkan harga bid karena banyaknya pembeli yang bersedia membayar lebih untuk mendapatkan aset tersebut.

  • Likuiditas Pasar

Likuiditas pasar juga memainkan peran penting dalam menentukan bid. Pasar yang lebih likuid, di mana ada banyak pembeli dan penjual yang aktif, cenderung memiliki spread bid-ask yang lebih kecil. Sebaliknya, pasar yang kurang likuid dapat memiliki spread yang lebih besar antara harga bid dan ask.

  • Sentimen Pasar

Sentimen pasar, atau persepsi umum investor terhadap suatu aset atau pasar, juga dapat mempengaruhi bid. Jika investor merasa optimis tentang prospek suatu aset, mereka mungkin lebih cenderung untuk memberikan bid yang lebih tinggi.

  • Kondisi Ekonomi

Kondisi ekonomi secara keseluruhan juga dapat memengaruhi bid. Saat ekonomi tumbuh dan stabil, investor cenderung lebih percaya diri dan bersedia memberikan bid yang lebih tinggi. Sebaliknya, dalam kondisi ekonomi yang lesu atau tidak stabil, bid mungkin lebih rendah karena kurangnya kepercayaan.

  • Faktor Fundamental

Faktor-faktor fundamental dari suatu aset atau produk, seperti kinerja perusahaan, prospek pertumbuhan, dan kondisi industri, juga dapat mempengaruhi bid. Investor akan melakukan analisis terhadap faktor-faktor ini sebelum membuat penawaran.

  • Faktor Teknis

Selain itu, faktor-faktor teknis seperti tingkat support dan resistance, serta indikator teknis lainnya, juga dapat mempengaruhi bid. Trader sering menggunakan analisis teknis untuk membantu mereka menentukan level bid yang optimal.

Dengan memperhatikan faktor-faktor di atas, maka teman-teman investor dapat membuat keputusan yang lebih baik saat menentukan bid dalam berbagai jenis transaksi keuangan.

 

 

Tips Menentukan “Bid” yang Tepat

  • Pahami Pasar

Salah satu tips utama dalam menentukan bid yang tepat adalah memahami pasar tempat Anda bertransaksi. Lakukan riset mendalam tentang aset atau produk yang Anda minati, termasuk faktor-faktor yang mempengaruhi harga dan perilaku pasar. Pahami juga likuiditas pasar dan bagaimana harga bergerak dalam kondisi tertentu.

  • Tetapkan Batas

Penting untuk menetapkan batas harga maksimum yang Anda bersedia bayar untuk aset atau produk yang diinginkan. Tentukan juga batas harga minimum yang Anda anggap wajar. Dengan menetapkan batas ini, Anda dapat mengendalikan risiko dan menghindari membayar terlalu tinggi.

  • Gunakan Analisis Fundamental dan Teknis

Lakukan analisis fundamental dan teknis terhadap aset atau produk yang Anda minati. Analisis fundamental melibatkan evaluasi kinerja perusahaan, prospek pertumbuhan, dan kondisi industri. Sementara analisis teknis menggunakan grafik dan indikator untuk mengidentifikasi tren dan pola harga.

  • Monitor Sentimen Pasar

Selalu perhatikan sentimen pasar dan berita terkini yang dapat mempengaruhi harga aset. Sentimen pasar dapat memberi Anda wawasan tentang ekspektasi investor dan potensi perubahan harga yang signifikan.

  • Bersabar dan Fleksibel

Menentukan bid yang tepat membutuhkan kesabaran dan fleksibilitas. Jangan terburu-buru dalam membuat keputusan dan bersedia untuk menyesuaikan bid Anda sesuai dengan perubahan kondisi pasar.

  • Gunakan Order Limit

Manfaatkan order limit untuk menetapkan harga spesifik di mana Anda ingin membeli atau menjual aset. Dengan menggunakan order limit, Anda dapat memastikan bahwa Anda mendapatkan harga yang diinginkan atau lebih baik.

  • Konsultasikan dengan Profesional

Terakhir, jika Anda merasa tidak yakin atau membutuhkan bantuan tambahan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan profesional keuangan atau broker yang berpengalaman. Mereka dapat memberikan wawasan dan saran yang berharga dalam menentukan bid yang tepat.

 

 

Kesimpulan

Bid adalah istilah dalam investasi saham yang menunujukkan adanya sebuah permintaan dan/atau pembelian suatu saham pada harga yang lebih rendah, dibandingkan harga terakhir (last price).

Sementara mekanisme yang ditetapkan oleh pasar modal dalam pembelian sebuah saham, ialah investor wajib menentukan harga sesuai keinginan untuk dapat membeli saham yang dimaksud. Proses mekanisme inilah yang dinamakan sebagai Bid Price.

Jadi dalam proses bid, investor yang akan membeli saham bisa mendapatkannya, jika penjual bersedia untuk melepas saham menggunakan harga bid price yang sudah ditentukan investor pembeli. Artinya kedua belah pihak baik pembeli maupun penjual akan mencapai kesepakatan transaksi bersama.

Terlepas dari bid, ada yang namanya offer saham. Offer ini adalah kebalikannya bid – offer merupakan bagian dalam order book berisikan data harga penawaran saham. Keduanya bid dan offer saham ini penting untuk dipahami dengan baik. Mengingat fungsinya yang dapat memberi gambaran mengenai adanya permintaan/beli suatu saham (bid) dan juga adanya penawaran/jual dari suatu saham (offer).***

 

###

 

DISCLAIMER ON:
Tulisan ini bukan rekomendasi jual dan beli. Semua data dan pendapat pada artikel adalah bersifat informasi yang mengedukasi pembaca, berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Risiko investasi berada pada tanggung jawab masing-masing investor. Do Your Own Research!

 

Temukan Artikel Analisa dan Edukasi Saham lainnya di Google News.

 

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

reCaptcha v3
keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *