LOPI Tiba-tiba Melonjak 51 persen
Artikel telah ditinjau oleh: Stock Market Analyst RK Team   

PT Logisticsplus International Tbk (LOPI) yang bergerak di sektor Logistik, berhasil memberi kejutan di musim LK FY2025 dengan lonjakan pendapatan hingga 51% YoY sebesar Rp130 miliar. Capaian ini sontak mengubah persepsi pasar terhadap prospek bisnis LOPI. Pertanyaannya, apa yang berubah dalam bisnis LOPI sepanjang 2025? Apakah dengan pertumbuhan positif tersebut cukup membuat saham LOPI menarik secara valuasi?

 

Perubahan Apa yang Mendukung Pertumbuhan LOPI?

Sebagai perusahaan dalam bidang jasa logistik dan pengurusan transportasi (freight forwarding), yang melayani pengiriman domestik maupun internasional. LOPI bergerak cepat dalam memanfaatkan percepatan pembangunan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur energi, transportasi kereta api, logistik kesehatan, sampai manufaktur industri. Untuk itu, di tahun 2025 LOPI mulai mengembangkan “Beyond Logistics Ecosystem” – sebuah integrasi layanan logistik dengan dukungan engineering, instalasi, hingga layanan purna jual industri dalam satu platform layanan terpadu. 

Jadi dengan konsep Beyond Logistics Ecosystem tersebut, manajemen LOPI optimis terhadap kemampuan perusahaan untuk terus bertumbuh, dari semula hanya penyedia jasa logistik tradisional, ke depan akan bertransformasi menjadi platform logistik industri yang terintegrasi. Transformasi LOPI, setidaknya akan dilakukan melalui beberapa strategi, seperti:

  • Ekspansi dari Logistik, menjadi End-to-End Supply Chain

Jika dulunya LOPI bergerak pada bidang jasa freight forwarding (pengiriman), maka ke depan akan naik level menjadi penyedia solusi supply chain terintegrasi secara end-to-end. Ini berarti LOPI bukan hanya mengirimkan barang, tetapi akan aktif dalam pengadaan barang, engineering dan instalasi, hingga layanan purna jual. Dampak dari transformasi ini, LOPI berpotensi memiliki value chain yang lebih panjang dan long-term contract dengan klien.

  • Masuk ke Proyek Industrial dan EPC

Ke depan LOPI akan lebih fokus terhadap proyek-proyek yang kompleks, contohnya proyek di pertengahan tahun 2025 lalu yakni PHE Jambi Merang (migas) bernilai ±Rp150 miliar. Keterlibatan LOPI dalam proyek-proyek seperti ini menandakan posisi LOPI adalah bagian dari eksekusi proyek industri.

  • Akuisisi dan integrasi bisnis pendukung

Sebuah langkah baru bagi LOPI yang mengakuisisi PT Wibowo Manajemen Indonesia (WMI), untuk masuk ke bisnis tenaga kerja (outsourcing) dan konsultan manajemen. Langkah ini sebagai bentuk penguatan tenaga kerja operasional dan manajemen proyek, yang pada gilirannya mendukung transformasi LOPI dari sekedar perusahaan logistik, menjadi solution provider.

  • Tangkap peluang di sektor-sektor high value

Dengan adanya strategi transformasi bisnis, LOPI kini tidak lagi general perusahaan logistik, tetapi juga menyasar sektor dengan value tinggi, antara lain seperti:

    • Layanan Kesehatan, mendistribusikan CT Scan Nasional.
    • Energi dan offshore, tender FLNG.
    • Industri Berat, layanan logistik semen dan heavy cargo.
    • Transportasi Publik, bekerja sama dengan Transjakarta.

Pada strategi ini LOPI yang semula berada pada low margin logistics, nantinya akan menjadi specialized logistics, dengan potensi margin yang lebih baik.

Tentunya keempat strategi tersebut berpotensi memposisikan LOPI sebagai mitra jangka panjang bagi proyek-proyek industri dan infrastruktur yang kompleks.

 

🔥 RK Intensive Bootcamp 2026

Program kelas belajar saham intensif bersama Rivan Kurniawan & Team selama 5 bulan.

💡 RK Intensive Bootcamp adalah solusi lengkap untuk mempelajari investasi saham secara menyeluruh. Program ini menggabungkan:

  • 📘 Stock Market Mastery
  • 📗 Stockademy
  • 📙 Valuation Class

Semua kelas tersedia dalam satu paket bundling dengan potongan lebih dari Rp 3 juta.

Peserta mendapatkan akses penuh ke materi eksklusif yang disusun langsung oleh Rivan Kurniawan dan Team. Di akhir program, Anda siap menjadi investor saham profesional yang percaya diri.

🚀 Belajar lebih lengkap, lebih cepat, dan lebih hemat — hanya dalam satu bootcamp.

RK Intensive Bootcamp 2026 - Program Belajar Saham Intensif Rivan Kurniawan

 

Perkembangan Proyek LOPI 2026

Dalam perkembangan proyek, LOPI terbilang agresif dalam menangkap peluang, sebut saja beberapa pencapaiannya:

Pertama, LOPI resmi mengakuisisi 70% saham PT Wibowo Manajemen Indonesia (WMI) – perusahaan konsultan manajemen dan outsourcing dengan nilai transaksi Rp2.63 miliar pada Juni 2025 lalu. Tujuan akuisisi adalah untuk ekspansi ke sektor jasa pengerahan tenaga kerja (outsourcing), yang mendukung kebutuhan logistik dan transportasi. Sehingga pada akan gilirannya mendongkrak pertumbuhan pendapatan LOPI. Berkat akuisisi tersebut, di awal 2026 LOPI berhasil mengamankan kontrak baru senilai Rp80 miliar melalui anak usahanya tersebut, WMI. Kontrak ini merupakan hasil kerja sama dengan Pampas Electrics dan Transjakarta, yang berpotensi memberikan kontribusi pendapatan bagi LOPI. 

Kedua, LOPI juga mendapatkan kontrak tambahan dari GE Healthcare untuk penanganan logistik program CT Scan Nasional, yang mendukung Strengthening Indonesia’s Healthcare Referral Network (SIHREN) Kementerian Kesehatan Indonesia. Proyek ini akan melakukan distribusi dan penanganan logistik ke >200 lokasi fasilitas kesehatan di seluruh Indonesia, dan diperkirakan dapat memberi kontribusi terhadap pendapatan LOPI sekitar Rp25 miliar.

Ketiga, LOPI pun berhasil mendapatkan kontrak dari PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB) untuk memberikan layanan pengangkutan semen (bulk logistics) dengan perkiraan pendapatan Rp30 miliar per tahun. Menariknya kontrak ini akan mempercantik portofolio logistik curah dan heavy cargo LOPI.

Dari sejumlah perkembangan LOPI yang cukup baik di tahun 2025 kemarin, lantas bagaimana dengan kinerja fundamentalnya? Apakah benar-benar capaian tersebut tercermin ke dalam laporan keuangannya secara menyeluruh?

 

Update Kinerja Fundamental LOPi FY2025

  • Neraca Keuangan

LOPI di sepanjang FY2025 tercatat memiliki Liabilitas sebesar Rp45.31 miliar dan total Ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp60.50 miliar. Mencerminkan DER 0.74x, yang artinya struktur permodalan perusahaan didominasi oleh modal internal, dibandingkan utang. Hal ini membuat LOPI memiliki banyak ruang untuk meningkatkan leverage dalam mendukung pertumbuhannya. Porsi utang LOPI yang tidak dominan tersebut, membuat risiko gagal bayar lebih kecil.

Sementara dari sisi total Aset Lancar, tercatat sebesar Rp92.96 miliar di FY2025 dan total Liabilitas Jangka Pendek Rp40.68 miliar di FY2025. Dengan porsi Aset Lancar yang jauh lebih besar dari total Liabilitas Jangka Pendeknya, menghasilkan Liquidity Ratio LOPI di level 2.28x yang menandakan kemampuan bayar kewajiban jangka pendek sangat kuat dengan rasio di atas 2x pada umumnya. Hal ini membuat LOPI sangat aman dari sisi likuiditas.

Adapun ketika di breakdown pada akun Aset Lancar, yang menjadi salah satu kontributor terbesar kenaikan Aset Lancar ini adalah posisi Kas dan Setara Kas LOPI di FY2025, yang melonjak lebih dari 10x lipat per YoY. Membuat LOPI memiliki lebih banyak uang tunai untuk mendanai operasional maupun ekspansinya.

Akun Aset Lancar LOPI. Source: Laporan Keuangan FY2025 LOPI

  • Laba Rugi

Berdasarkan laporan keuangan FY2025, pendapatan LOPI tercatat sebesar Rp130.06 miliar, naik 50.56% YoY, dari periode sebelumnya FY2024 sebesar Rp86.38 miliar. Pendapatan LOPI ini mengalami penguatan di seluruh segmen bisnis, dengan masing-masing kontribusi terhadap total pendapatan berikut ini: Jasa Pengiriman Pihak Ketiga 80.89%, Sewa Gudang Pihak Ketiga 0.62%, Lain-lain 18.48%.

Rincian Pendapatan LOPI. Source: Laporan Keuangan FY2025 LOPI

Faktor yang mendukung pertumbuhan pendapatan LOPI tersebut, adalah hasil dari transformasi perusahaan untuk menjadi platform logistik industri dan solusi rantai pasokan yang terintegrasi. Di mana ini menjadi pendorong meningkatnya permintaan terhadap layanan logistik, diikuti dengan project-based supply chain untuk diberbagai sektor industri.

Kenaikan pendapatan LOPI, juga diikuti dengan kenaikan Beban Pokok Pendapatan sekitar 55.08% YoY menjadi Rp110.03 miliar di FY2025, dari sebelumnya Rp70.95 miliar di FY2024. Yang disebabkan oleh kenaikan biaya Beban Pengangkutan sekitar 25.36% YoY dan adanya biaya Lain-lain mencapai Rp21.58 miliar, setelah di periode FY2024 nihil. Meski begitu, Laba Kotor yang dihasilkan LOPI tercatat meningkat 29.81% YoY menjadi Rp20.03 miliar di FY2025, dari Rp15.43 miliar pada FY2024. 

Demikian halnya dengan Laba Usaha LOPI yang naik 22.22% YoY menjadi Rp4.73 miliar di FY2025, dari sebelumnya Rp3.87 miliar di FY2024. Setidaknya menunjukkan adanya perbaikan efisiensi dalam operasional LOPI, tercermin dari Beban Usaha yang masih terkendali di Rp15.29 miliar di FY2025, dari sebelumnya Rp11.55 miliar pada FY2024.

Dari sisi non operasional, LOPI juga mencatatkan kenaikan Penghasilan Keuangan yang cukup signifikan 1.601% YoY menjadi Rp284.40 juta di FY2025, dibandingkan Rp17.76 juta di FY2024, yang berasal dari adanya Pendapatan bunga deposito dan jasa giro. Selain itu, LOPI juga mencatatkan Pendapatan Lain-lain naik signifikan menjadi Rp2.05 miliar di FY2025, dari Rp727.67 juta di FY2024. 

Hanya saja untuk Beban Keuangan LOPI melonjak 95.79% YoY menjadi Rp2.33 miliar di FY2025 di FY2025, dari sebesar Rp1.19 miliar di FY2024. Salah satu pemicunya adalah kenaikan Bunga pinjaman bank yang sebesar Rp1.59 miliar dari hanya sebesar Rp754.6 juta. Disusul Administrasi Bank sebesar Rp448.7 juta di FY2025, dari Rp91.1 juta di FY2024. 

Secara keseluruhan kinerja LOPI di sepanjang FY2025 menandakan adanya transformasi bisnis yang memberikan hasil nyata. Tercermin dari pertumbuhan pendapatan yang solid 50.56% YoY, didorong penguatan di seluruh segmen bisnis, seiring permintaan layanan logistik berbasis supply chain terintegrasi yang terus meningkat. Meski Beban Pokok Pendapatan dan Beban Keuangan naik signifikan, namun LOPI masih dapat menjaga pertumbuhan laba di semua lini. Dapat dikatakan efisiensi operasional masih cukup terjaga, walaupun tekanan biaya mulai meningkat sejalan ekspansi. Hal ini berdampak baik terhadap pertumbuhan Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada Pemilik Entitas Induk sebesar Rp3.42 miliar di FY2025.

  • Arus Kas

LOPI mencatatkan kas operasi negatif Rp5.91 miliar, yang menunjukkan bahwa sebenarnya perusahaan telah mengeluarkan lebih besar uang, dibandingkan yang dihasilkan dari aktivitas operasionalnya. Tercatat Penerimaan dari Pelanggan Rp108.79 miliar di FY2025, namun pengeluarannya melebihi angka tersebut. Berikut rinciannya:

Arus kas operasi. Source: Laporan Keuangan FY2025 LOPI

Namun di waktu yang sama, arus kas investasi tercatat negatif Rp1.66 miliar di FY2025. Ini berarti LOPI melakukan banyak aktivitas investasi untuk menjaga keberlanjutan bisnis. Setidaknya LOPI melakukan tiga aktivitas penempatan dana investasi, berikut ini:

Arus kas investasi. Source: Laporan Keuangan FY2025 LOPI

Kemudian untuk arus kas pendanaan positif Rp16.32 miliar di FY2025, menunjukkan bahwa LOPI lebih banyak menerima dana masuk yang berasal dari eksternal, baik itu dari bank maupun relasi yang membayar sewa. Hal ini menegaskan bahwa benar adanya LOPI sedang berekspansi bisnis. Namun di lain sisi justru menimbulkan persepsi bahwa LOPI ketergantungan dengan pendanaan eksternal. Sebenarnya pendanaan yang masuk ini bisa menjadi hal wajar bagi perusahaan yang berada di fase growth, seperti LOPI. Namun sumber pendanaan ini juga bisa menimbulkan risiko tersendiri bagi LOPI, jika berasal dari bank maka ada potensi risiko beban bunga yang meningkat.

Arus kas pendanaan. Source: Laporan Keuangan FY2025 LOPI

Adapun jika berdasarkan Cash Flow Indicators, maka:

Kas Operasi

Kas InvestasiKas PendanaanRemarks
Negatif Rp5.91 miliarNegatif Rp1.66 miliarPositif Rp16.32 miliar

Bad Indicator

Indikator yang kurang baik pada LOPI, menggambarkan bahwa arus kas yang dimiliki perusahaan logistik ini sebenarnya tidak cukup ideal. Di mana bisnis yang dijalankannya belum benar-benar menghasilkan uang tunai, sekalipun pendapatan tumbuh positif sebesar Rp130.06 milliar (+50.56% YoY).

  

Prospek dan Risiko LOPI

Bercermin dari perkembangan bisnis LOPI saat ini, tentu terdapat prospek yang baik:

  • Diversifikasi sektor bisnis, peta bisnis yang dijalankan LOPI sangat terdiversifikasi dalam industri logistik, perusahaan ini memilih untuk terus melebarkan sayap pelayanannya, mulai dari sektor kesehatan, energi, transportasi, hingga ke industri berat. Hal ini membuat LOPI tidak hanya bergantung pada satu jenis sektor saja.
  • Posisi perusahaan sebagai integrated logistics, transformasi bisnis yang diambil LOPI lebih berfokus pada layanan Heavy Cargo, Healthcare Logistics, dan Offshore Logistics. Ketiga jenis segmen tersebut merupakan bisnis yang memiliki barrier to entry tinggi, dengan potensi margin yang juga lebih baik.

Sedangkan potensi risiko yang tetap ada bagi LOPI:

  • Skala bisnis LOPI masih tergolong kecil, yang berarti masih ada lebih banyak tantangan di depan dalam memperluas cakupan layanannya.
  • Potensi pendapatan LOPI masih cukup bergantung pada kontrak proyek-proyek.

 

Kesimpulan

Pertumbuhan kinerja LOPI di sepanjang FY2025 memberikan sinyal dari awal keberhasilan transformasi bisnis perusahaan logistik tradisional, menuju platform logistik yang terintegrasi. LOPI berhasil mencatatkan pendapatan yang signifikan hingga 50% YoY, diikuti dengan peningkatan laba dan struktur keuangan yang relatif sehat. Kondisi ini kian menegaskan bahwa strategi ekspansi dan diversifikasi bisnis yang dilakukan LOPI mulai membuahkan hasil.

Didukung, likuiditas yang kuat dan leverage yang masih cukup rendah, menawarkan ruang bagi LOPI untuk terus berkembang. Tercermin dari pipeline proyek 2026 yang solid, baik dari sektor kesehatan, industri berat, hingga ekspansi ke outsourcing.

Namun demikian, kualitas arus kas LOPI ini masih negatif, yang mengindikasikan bahwa pertumbuhan yang terjadi di FY2025 belum sepenuhnya diikuti oleh kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas tunai dari operasional. Belum lagi dengan adanya catatan pinjaman bank, baik itu jangka pendek maupun panjang. Tentunya ini menjadi perhatian yang sebaiknya tidak diabaikan investor, lantaran secara perputaran kas kurang baik.

Secara keseluruhan, LOPI ada dalam fase early growth, dengan prospek bisnis yang menjanjikan namun juga dengan risiko eksekusi dan skala usaha yang masih terbatas. Dari sisi valuasi saham, LOPI kini sedang diperdagangkan dengan PER 33.42x dan PBV 1.89x. Sementara untuk emiten lain yang berada dalam satu industri dengannya, seperti ASSA yang memiliki PER 7.29x dan PBV 1.39x. Tentu valuasi saham yang dimiliki LOPI ini dapat dikatakan mahal, dengan skala pertumbuhan bisnis yang terbilang baru bertransformasi. Berbeda dengan ASSA yang posisi bisnisnya sudah jauh lebih mapan dan pertumbuhan laba yang relatif konsisten. Jadi secara valuasi, LOPI tergolong mahal karena nilainya sudah di atas rata-rata industri. Di lain sisi, LOPI sendiri membutuhkan kehati-hatian yang cermat guna menjaga keberlanjutan kinerja dan realisasi proyek-proyek lainnya. Lantas bagaimana dengan pendapat Anda terhadap keberlangsungan LOPI?***

 

###

 

DISCLAIMER ON:
Tulisan ini bukan rekomendasi jual dan beli. Semua data dan pendapat pada artikel adalah bersifat informasi yang mengedukasi pembaca, berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Risiko investasi berada pada tanggung jawab masing-masing investor. Do Your Own Research!

 

Temukan Artikel Analisa dan Edukasi Saham lainnya di Google News. 

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

reCaptcha v3
keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right