
Terakhir diperbarui Pada 27 Maret 2026 at 11:49 am
Mendekati momen Lebaran, pasar saham Indonesia biasanya akan berada pada fase yang cenderung melambat, imbas pelaku pasar yang mulai fokus pada persiapan libur panjang. Namun di momentum ini, justru investor yang jeli membaca kondisi pasar akan menemukan peluang. Nah, strategi investasi apa yang sebaiknya dilakukan menjelang libur Lebaran?
Daftar Isi
Pergerakan IHSG Jelang Lebaran
Secara historis, pergerakan IHSG menjelang Lebaran cenderung:
- Sideways atau cenderung melemah akibat berkurangnya likuiditas.
- Umumnya terjadi aksi profit taking dari investor jangka pendek.
- Volume transaksi cenderung menurun, dampak dari pelaku pasar yang memilih “wait and see”.
Berikut ini historical pergerakan IHSG menjelang lebaran dalam 5 tahun terakhir:
Tanggal Libur Lebaran + Cuti Bersama | Seminggu Sebelum |
12 Mei – 16 Mei 2021 | -0.43% |
29 April – 8 Mei 2022 | -0.65% |
19 April – 25 April 2023 | 0.15% |
| 6 April – 15 April 2024 | -0.76% |
| 28 Maret – 7 April 2025 | 5.76% |
Pergerakan harga seminggu dalam 5 hari perdagangan aktif. Source: PhillipSekuritas.Bandung
Alhasil pasar di momen jelang libur lebaran, nampak kurang menarik, namun ini terjadi hanya dalam jangka pendek. Meski begitu, justru di sinilah peluang muncul, terutama bagi investor dengan perspektif lebih panjang.
Strategi Investasi Jelang Libur Lebaran
Terdapat beberapa strategi investasi yang dapat dilakukan menjelang libur lebaran, yang antara lain:
Amankan Keuntungan, Tekan Potensi Risiko
Strategi pertama yang perlu diperhatikan adalah mengamankan keuntungan yang diperoleh (profit taking) pada saham-saham pegangan yang sudah mengalami kenaikan signifikan. Tujuan profit taking ini
- Hindari risiko volatilitas selama libur panjang.
- Taking Profit segera, ketika keuntungan sudah mencapai target.
- Jaga likuiditas portofolio investasi, melalui monitoring berkala.
Persiapkan ‘Cash’ ketika Lebaran Usai
Libur panjang acap kali menawarkan peluang investasi yang menarik, terutamanya ketika pasar kembali dibuka pada hari pertama perdagangan. Oleh sebab itu dibutuhkan persiapan cash yang ditujukan untuk akumulasi, lantaran pasar setelah Lebaran usai, biasanya:
- Likuiditas akan kembali meningkat.
- Baik investor maupun trader mulai aktif kembali.
- Terdapat potensi rebound dan/atau tren baru.
Ketersediaan cash ini ibarat ‘peluru’ yang siap terhadap target, yang berarti memungkinkan Anda lebih leluasa bersiap untuk menangkap peluang investasi ketika pasar kembali aktif.
Pilih Saham Fundamental Kuat
Ketika pasar cenderung sepi, sebaiknya Anda dapat lebih selektif dan fokus hanya pada saham dengan fundamental yang solid. Di mana pendapatan dan laba tumbuh konsisten; arus kas yang sehat; porsi ekuitas yang kuat; prospek bisnis yang menarik. Saham dengan fundamental yang kuat ini lebih tahan terhadap tekanan pasar, bahkan potensi rebound nya cenderung lebih baik setelah libur panjang.
Batasi Transaksi Jual Beli
Volatilitas pasar akan semakin tidak menentu dan volume transaksi juga cenderung menurun, ketika mendekati momen libur lebaran. Di kondisi ini, transaksi yang terlalu sering (overtrading) akan memicu kerugian. Untuk itu, lebih baik menahan posisi (hold) pada saham yang berkualitas. Guna terhindar dari keputusan impulsif, sekaligus untuk menunggu momentum yang lebih jelas.
Hitung Valuasi Saham
Salah satu kesalahan yang sering diabaikan investor ketika membeli saham ialah tidak memperhitungkan valuasinya. Sehingga mereka hanya membeli, tanpa paham apakah harga sahamnya masih murah, wajar atau sudah terlalu mahal.
Padahal dengan memahami valuasi saham, maka potensi keuntungan dapat lebih optimal. Bahkan valuasi ini menjadi kunci utama keberhasilan dalam investasi jangka panjang.
Kesimpulan
Menjelang libur Lebaran, biasanya IHSG akan bergerak cukup lambat, imbas penurunan likuiditas dan meningkatnya wait and see dari para investor. Namun hal tersebut akan berbeda, bagi investor yang disiplin dan fokus pada jangka panjang, di mana mereka mampu melihat peluang yang ditawarkan pasar
Dengan menerapkan langkah seperti profit taking untuk mengamankan keuntungan, menyiapkan cash untuk peluang pasca-Lebaran, fokus pada saham fundamental kuat, serta menghindari transaksi yang terlalu sering. Maka investor dapat menjaga portofolio tetap sehat dan lebih siap menghadapi potensi rebound setelah libur panjang.
Hal yang tak kalah penting adalah mampu memahami bahwa valuasi saham adalah hal penting sebelum memutuskan membeli saham tertentu. Tanpa memahami valuasi saham, maka potensi keuntungan bisa menjadi tidak optimal, bahkan berisiko.
Adapun bagi Anda yang ingin meningkatkan kemampuan dalam membaca valuasi saham dan mengambil keputusan investasi lebih rasional di masa depan. Anda dapat mengikuti program belajar Valuation Class yang akan segera diadakan oleh Rivan Kurniawan pada April 2026 mendatang. Melalui kelas ini, Anda akan belajar bagaimana cara menilai harga wajar saham secara sistematis, sehingga tidak hanya sekadar ikut tren. Artinya Anda mampu berinvestasi dengan dasar analisa yang kuat.
Pada akhirnya, strategi investasi terbaik bukan hanya tentang waktu, melainkan juga soal pemahaman dan disiplin dalam mengambil keputusan. Jadi, sudah siap memanfaatkan momentum Lebaran untuk menjadi investor yang lebih cerdas?***
###
DISCLAIMER ON:
Tulisan ini bukan rekomendasi jual dan beli. Semua data dan pendapat pada artikel adalah bersifat informasi yang mengedukasi pembaca, berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Risiko investasi berada pada tanggung jawab masing-masing investor. Do Your Own Research!
Temukan Artikel Analisa dan Edukasi Saham lainnya di Google News.

