
Daftar Isi
Artikel telah ditinjau oleh: Stock Market Analyst RK Team
Strategi bisnis ANTM baru-baru ini, fokus pada penguatan fundamental bisnis emas yang diwujudkan melalui kerja sama pasokan dengan MDKA dan EMAS. Di mana kedua emiten emas tersebut akan menyuplai kebutuhan emas domestik untuk ANTM selama dua tahun ke depan hingga tahun 2028. Kesepakatan kerja sama ini memberikan jaminan akan ketersediaan bahan baku yang terjaga kestabilannya, sekaligus bentuk integrasi bisnis emas dari hulu ke hilir. Lantas akan seperti apa dampaknya terhadap kinerja fundamental ANTM?
Terbentuknya Kesepakatan GSPA antara ANTM dengan MDKA dan EMAS
Penguatan rantai pasokan emas baru-baru ini diwujudkan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), melalui kesepakatan kerja sama Gold Sales & Purchase Agreement (GSPA) yang ditandatangani pada 4 Maret 2026, dengan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) melalui anak usahanya PT Bumi Suksesindo (BSI) dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) melalui anak usahanya PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PETS).
Dalam skema kerja sama ini, BSI dan PETS bertindak sebagai penjual emas. Sedangkan ANTM sebagai pembeli emas granula hasil pemurnian domestik. Kerja sama ini akan berlaku selama dua tahun ke depan, dengan total volume transaksi sebesar 3 metrik ton atau setara 100.000 ounce emas per tahunnya. Dan tersedia opsi untuk menambah 3 metrik ton lagi per tahunnya. Sehingga total sebanyak 6 metrik ton emas.
Perjanjian GSPA ini, secara tidak langsung menjamin kepastian penyerapan produksi emas. Serta menetapkan syarat, ketentuan penjualan dan pembelian emas, termasuk volume, harga, kualitas, hingga jadwal pengiriman. Sekaligus memperkuat kontribusi emiten emas terhadap industri pertambangan emas. Sebagai tambahan informasi, GSPA ini merupakan fasilitas perjanjian yang menawarkan tingkat kepastian yang tinggi untuk volume besar dan durasi lebih panjang. Membuat GSPA ini sebagai pilihan efektif untuk perusahaan tambang yang ingin mengamankan penyerapan produksi emas.

Penandatanganan kerja sama ANTM, dengan MDKA dan EMAS 4 Maret 2026. Source: cnbcindonesia.com
Sumber Tambang yang Siap Memproduksi Emas
Dalam hal supply yang masuk dalam klausul kerja sama, produksi emas dari Grup Merdeka di ambil dari dua operasi tambang:
Pertama, Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi – Jawa Timur yang dikelola BSI, yang merupakan anak usaha MDKA yang memulai produksinya dari tahun 2016. Tambang ini merupakan aset utama tambang terbuka konvensional menggunakan proses heap leach.
Kedua, Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo – Sulawesi yang dikelola oleh PT Puncak Emas Tani Sejahtera, di bawah kendali EMAS. Tambang Emas Pani, merupakan operasi tambang baru Grup Merdeka yang baru melaksanakan first mining di awal Oktober 2025. Melalui proses heap leach, tambang ini melakukan penuangan emas perdana (first gold pour) di 14 Februari 2026. Bahkan telah mengirimkan batangan drone seberat 44.04 kg ke ANTM untuk pemurnian perdana di 27 Februari 2026.
Adapun tenggat waktu penjualan pertama emas murni perdana dari MDKA ke ANTM berdasarkan GSPA, ditargetkan sebelum akhir Maret 2026.

Tercapainya kesepakatan kerja sama antara ANTM dengan MDKA dan EMAS. Source: merdekacoppergold.com
Ingin menyusun investing plan, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah informasi. Segera manfaatkan Monthly Investing Plan yang telah terbit!
Bagi teman-teman investor yang ingin berlangganan Monthly Investing Plan, bisa menggunakan voucher…
Optimisme ANTM terhadap MDKA dan EMAS
Tercapainya kesepakatan kerja sama antara ANTM dengan MDKA dan EMAS, tidak lepas dari peran ANTM sebagai connecting mines to market yang menghubungkan hasil galian tambang bumi di Indonesia, sehingga menjadi emas murni yang siap dipasarkan ke masyarakat. Sekaligus untuk memperkuat visi emas ANTM yang bersumber dari tambang Indonesia, kemudian dimurnikan di satu-satunya dan tertua refinery bersertifikasi LBMA di Indonesia.
Fyi, ANTM dan BSI ini sudah memiliki Perjanjian Jasa Pemurnian, di mana dore dari tambang dimurnikan di fasilitas pemurnian ANTM. Dengan hasil pemurnian berupa emas dan perak, lalu diproses menjadi emas butiran (granula) dengan kadar 99.99%. Jadi dengan adanya kerja sama ini, emas granula hasil pemurnian domestik akan dilakukan secara terstruktur, sehingga dapat memperkuat rantai pasokan dari hulu ke hilir.
Keuntungan bagi ANTM
Terjaminnya ketersediaan bahan baku emas
Kerja sama ANTM dengan MDKA dan EMAS memberi kepastian akan pasokan bahan baku emas, yang berasal dari sumber domestik dan dapat dipertanggungjawabkan. Pasokan emas yang terjaga ini membantu ANTM lebih stabil dalam volume produksi dan kapasitas pemurnian, termasuk refinery yang sudah sertifikasi LBMA.
Memperkuat posisi ANTM sebagai pemimpin pasar emas domestik
Dengan pasokan bahan baku dari MDKA dan EMAS, maka peluang ANTM dalam mempertahankan diri sebagai pemimpin pasar emas di domestik semakin besar. Lantaran ANTM dapat menjaga kontinuitas produksi emas batangan maupun granula; menambah stok produk jadi dalam memenuhi permintaan domestik maupun ekspor; sekaligus memperkuat merk jual emas ANTM sebagai produk nasional yang tersertifikasi internasional. Hal ini tentunya dapat memperkuat pangsa pasar ANTM di tengah kompetisi bisnis logam mulia dan berpotensi meningkatkan kapabilitas hilirisasi emas.
Mendukung model bisnis yang terintegrasi
Fokus kerja sama ini adalah memperkuat rantai pasok emas untuk nasional, di mulai dari hulu ke hilir. Terlebih lagi ANTM menjalankan peran pemurnian dan pemasaran, sedangkan MDKA dan EMAS berperan dari sisi produksi tambang. Dengan strategi tersebut, maka akan mendukung ANTM memiliki model bisnis yang terintegrasi, lantaran lini bisnisnya bukan hanya emas dan logam mulia, tetapi juga ada nikel, bauksit.
Dengan adanya kerja sama dengan MDKA dan EMAS, kian mempertegas strategi ANTM untuk: Memperkuat hilirisasi emas nasional; integrasi rantai pasokan domestik; berkurangnya risiko ketergantungan impor bahan baku; semakin meningkatnya nilai tambah produk tambang Indonesia.
Potensi penjualan dan produk hilir yang lebih besar
Dengan volume pasokan yang memadai, tentu akan mendukung ANTM dalam memperluas penjualan emas ke pasar yang lebih luas, bahkan termasuk ekspor. Sekaligus kesempatan untuk meningkatkan penjualan baik kepada investor maupun industri yang membutuhkan emas batangan sebagai bahan baku.
Lantas Bagaimana Proyeksi Kinerja ANTM ke Depan?
Berdasarkan kinerja 3Q 2025, secara annualized pertumbuhan pendapatan ANTM mencapai Rp96.03 triliun, melonjak cukup signifikan sekitar 39% YoY. Secara historical pendapatan ANTM sendiri konsisten terus bertumbuh setiap tahunnya, berikut ini:

Historical pendapatan ANTM. Source: Cheat Sheet Kuartal III-2025 by RK Team Analyst
Dengan capaian penjualan emas domestik per 3Q 2025 sebesar Rp69.31 triliun atau setara 96% dari total penjualan bersih ANTM di periode tersebut. Bahkan jika dilihat secara rinci, baik di penjualan domestik pihak berelasi dan pihak ketiga sama-sama mengalami kenaikan cukup signifikan…
Dan untuk penjualan emas ANTM sendiri melonjak 64% YoY sebesar Rp58.67 triliun di 3Q 2025, dibandingkan Rp35.70 triliun per 3Q 2024. Penguatan pangsa pasar ANTM di dalam negeri, berhasil memberikan kontribusi pada peningkatan volume penjualan emas sebesar 20% YoY menjadi 34.164 kg atau setara 1.098.398 ons troi di 3Q 2025. Sementara produksi emas dari tambang ANTM mencapai 590 kg atau 18.969 ons troi di 3Q 2025.
Tidak hanya itu, penjualan lokal ANTM sendiri turut melonjak signifikan 74% YoY sebesar Rp69.31 triliun di 3Q 2025, lebih tinggi dari Rp39.79 triliun per 3Q 2024. Di mana untuk penjualan lokal pihak berelasi naik 125.3% YoY menjadi Rp12.55 triliun, dari hanya Rp5.57 triliun. Demikian juga dengan penjualan lokal terhadap PT Sinar Inti Maju yang naik 40% YoY menjadi Rp9.20 triliun, dari sebesar Rp6.53 triliun. Sedangkan untuk penjualan lokal lain lain naik 71% YoY menjadi Rp47.54 triliun, dari sebelumnya Rp27.67 triliun.
Dari capaian ANTM di periode 3Q 2025 saja, sudah tergolong besar. Adapun jika diperkirakan dengan tambahan volume transaksi sebesar 3 metrik atau 100.000 ounce per tahun yang berasal dari kerja sama dengan MDKA dan EMAS. Maka asumsinya:
Komponen | Estimasi Nilai |
| Volume transaksi | 3 metrik atau 100.000 ounce per tahun |
| Harga emas rata-rata | US$5.000 – US$5.100 per ounce |
| Kurs USD/IDR | Rp16.000an |
Maka asumsi tambahan pendapatan ANTM:
Untuk nilai transaksi bruto, dengan volume transaksi sebesar 100.000 ounce pertahun dikalikan dengan harga emas rata-rata sebesar US$5.100 per ounce, diperkirakan mencapai US$510 juta. Kemudian jika dikonversikan ke dalam Rupiah, dengan harga emas rata-rata tadi US$510 juta, lalu dikalikan dengan kurs USD/IDR 16.000an, maka dapat diasumsikan pendapatan ANTM dari tambahan pasokan emas berpotensi mencapai sebesar Rp8.16 triliun per tahun.
Sedangkan asumsi dampak ke laba bersih ANTM, di mana dengan tambahan pasokan emas, maka beban operasional tambahan jadi relatif lebih kecil, karena refinery sudah berjalan. Adapun untuk margin bersih dari refinery emas diperkirakan berada di 2% untuk perhitungan moderate. Diperkirakan pertumbuhan laba bersih ANTM dengan perhitungan moderate memiliki margin 2%, yang dikalikan dengan potensi pendapatan sebesar Rp8.16 triliun tadi, maka potensi laba bersih ANTM sebesar Rp163.2 miliar.

Historical laba bersih ANTM. Source: Cheat Sheet Kuartal III-2025 by RK Team Analyst
Namun jika dilihat berdasarkan historical kinerja laba bersih ANTM yang dalam beberapa tahun terakhir ada di kisaran Rp 2 – 3 triliun. Maka kontribusi tambahan laba bersih ANTM, yang sebesar Rp163.2 miliar, dengan perolehan laba bersih ANTM rata-rata Rp 3 triliun. Dapat diasumsikan kontribusinya sekitar 5.4% terhadap laba bersih ANTM.
Risiko Perjanjian GSPA
Meski kerja sama ini memberi kepastian, namun tidak serta merta melepaskan industri emas dari risiko, seperti:
- Fluktuasi harga emas global yang tetap menjadi faktor berpengaruh terhadap nilai transaksi. Terlepas dari GSPA yang memiliki mekanisme penyesuaian harga.
- Kualitas emas yang diserahkan harus memenuhi standar yang sudah disepakati, agar terhindar dari sengketa.
- Risiko geopolitik global setidaknya tetap akan berpengaruh terhadap harga komoditas.
- Berubahnya kebijakan pertambangan domestik, sehingga merubah struktur perjanjian.
- Risiko operasional dari mitra produksi tambang, yang berada di luar kendali ANTM sebagai pembeli.
- Keamanan kemasan dalam proses pengiriman maupun penyimpanan emas harus menjadi prioritas utama, dengan mengedepankan standar keamanan maupun profesionalisme.
Kesimpulan
Dengan ANTM perkuat rantai pasokan emas, melalui kesepakatan GSPA dengan MDKA dan EMAS menandakan adanya upaya penguatan industri emas domestik. Pasalnya kerja sama ini bukan hanya menjamin penyerapan produksi emas dalam negeri, tetapi juga memperkuat komitmen terhadap pengelolaan sumber daya alam dan penguatan rantai pasokan dari hulu ke hilir.
Bahkan bukan itu saja, keputusan ANTM kali ini mencerminkan langkah bisnis yang strategis dengan berbagai manfaat, mulai dari: Kepastian pasokan bahan baku emas untuk proses pemurnian; Penguatan posisi ANTM sebagai pemimpin pasar emas nasional; Integrasi rantai pasokan emas yang lebih solid; hingga prospek kinerja yang lebih stabil, diikuti dengan peningkatan penjualan emas. Terlebih lagi ketika harga emas global terus mendukung.
Untuk lebih tahu mengenai prospek ANTM, termasuk MDKA dan EMAS, Anda dapat bergabung ke dalam layanan Platinum Member Rivan Kurniawan dan dapatkan berbagai layanan yang mendukung pertumbuhan investasi.***
###
DISCLAIMER ON:
Tulisan ini bukan rekomendasi jual dan beli. Semua data dan pendapat pada artikel adalah bersifat informasi yang mengedukasi pembaca, berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Risiko investasi berada pada tanggung jawab masing-masing investor. Do Your Own Research!
Temukan Artikel Analisa dan Edukasi Saham lainnya di Google News.

