High Risk High Return

Istilah high risk high return terdengar familiar bagi para investor saham, di mana semakin besar risiko yang diambil, maka semakin besar pula potensi keuntungan yang akan diraih. Namun, benarkah konsep ini selalu berlaku? Dan apakah strategi high risk high return cocok untuk semua orang? Langsung saja kita bahas konsep high risk high return secara menyeluruh, agar mudah memahami kapan konsep ini digunakan dan harus dihindari.

 

Mengenal Konsep High Risk High Return

High risk high return ialah sebuah prinsip dasar dalam investasi, yang menyatakan bahwa potensi imbal hasil yang tinggi, akan selalu disertai dengan tingkat risiko yang tinggi pula. Artinya, peluang mendapatkan keuntungan yang besar, akan datang bersama kemungkinan kerugian yang besar pula.

Dalam praktiknya, instrumen aset dengan karakter high risk high return antara lain:

  • Saham pertumbuhan (growth stocks)
  • Saham IPO
  • Saham sektor siklikal
  • Cryptocurrency
  • Instrumen derivatif

Sebaliknya, untuk instrumen seperti deposito, obligasi pemerintah, atau reksa dana pasar uang tergolong aset dengan risiko yang lebih rendah, yang sebanding pula dengan imbal hasilnya yang juga terbatas.

Konsep high risk high return, secara langsung mengajarkan satu hal penting bahwa: tidak ada return besar tanpa risiko, hanya saja tidak semua risiko layak diambil!

 

🔥 RK Intensive Bootcamp 2026

Program kelas belajar saham intensif bersama Rivan Kurniawan & Team selama 5 bulan.

💡 RK Intensive Bootcamp adalah solusi lengkap untuk mempelajari investasi saham secara menyeluruh. Program ini menggabungkan:

  • 📘 Stock Market Mastery
  • 📗 Stockademy
  • 📙 Valuation Class

Semua kelas tersedia dalam satu paket bundling dengan potongan lebih dari Rp 3 juta.

Peserta mendapatkan akses penuh ke materi eksklusif yang disusun langsung oleh Rivan Kurniawan dan Team. Di akhir program, Anda siap menjadi investor saham profesional yang percaya diri.

🚀 Belajar lebih lengkap, lebih cepat, dan lebih hemat — hanya dalam satu bootcamp.

RK Intensive Bootcamp 2026 - Program Belajar Saham Intensif Rivan Kurniawan

 

Strategi High Risk High Return dalam Investasi

Strategi high risk high return bukan sekadar “berani ambil risiko”. Namun bagi investor yang cerdas, akan membutuhkan pendekatan yang terukur, seperti:

  • Fokus pada Potensi Pertumbuhan

Investor yang baik hanya akan memilih perusahaan dengan peluang pertumbuhan pendapatan dan laba yang tinggi di masa mendatang, meski di masa kini valuasinya masih belum murah.

  • Mampu Memanfaatkan Momentum dan Siklus

Strategi investasi memanfaatkan momentum dan siklus, umumnya sering digunakan pada sektor yang sedang berada di fase awal siklus naik. Sebut saja, seperti komoditas, teknologi baru, atau sektor yang sedang turnaround.

  • Alokasi Portfolio dibuat Terbatas

Investor berpengalaman biasanya hanya akan mengalokasikan sebagian kecil dana, pada aset-aset high risk high return, dan bukan di seluruh portfolio.

  • Melakukan Analisis Fundamental dan Menghitung Valuasi

Risiko investasi yang tinggi, membutuhkan analisis laporan keuangan secara akurat, riset prospek industri, dan mengukur efektivitas manajemen perusahaan. Tanpa adanya strategi, bukan tidak mungkin high risk high return hanya akan berubah menjadi high risk, no return. Tentu ini sangat merugikan investor.

 

Risiko Investasi dari Aset High Risk High Return

Kembali Penulis tegaskan, bahwa di balik potensi keuntungan yang besar, terdapat risiko besar yang perlu dipahami:

  • Volatilitas Tinggi

Harga aset, seperti saham bisa bergerak secara liar, baik itu naik dan turun tajam hanya dalam waktu singkat. Tak jarang hal ini akan menguji mental dan kedisiplinan investor.

  • Risiko Kerugian Permanen

Tidak semua perusahaan yang sudah besar, akan selalu berhasil. Apabila ternyata bisnis gagal, tentu akan kehilangan sebagian besar modal.

  • Overconfidence dan Emosi

Return yang besar di awal, sebenarnya dapat memicu seorang investor untuk merasa terlalu percaya diri dan pada gilirannya mengabaikan manajemen risiko. Lantaran lebih mengikuti emosional semata dalam mendapatkan keuntungan yang besar.

  • Kesalahan Timing Ketika Membeli Saham

Kebanyakan investor juga merugi hanya karena kesalahan timing. Misalnya saja ketika memutuskan masuk di harga yang salah, akibatnya investor terjebak di puncak euforia dan menunggu lebih lama untuk bisa balik modal.

  • Sangat Bergantung pada Faktor Eksternal

Perlu diketahui, aset seperti saham ini sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga, kebijakan pemerintah, dan sentimen global. Sayangnya, risiko-risiko seperti ini mudah diremehkan oleh para investor pemula yang hanya fokus mengejar keuntungan besar.

 

Konsep High Risk High Return Cocok untuk Semua Orang?

Jawabannya: Jelas tidak untuk semua orang. Pasalnya kecocokan antara instrumen investasi dengan investornya akan sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor:

  • Profil risiko investor
  • Tujuan investasi
  • Jangka waktu (time frame) investasi
  • Kesiapan mental dan persediaan finansial

Namun faktor di atas bisa saja tidak berlaku, terutamanya bagi para investor pemula, investor dengan dana terbatas, dan/atau bahkan investor yang tidak siap melihat penurunan pada portfolionya. Maka sebaiknya tidak menjadikan strategi ini sebagai pendekatan utama.

Berbeda hal dengan investor berpengalaman (ulung) yang memiliki kesiapan:

  • Dana dingin yang lebih siap menghadapi risiko
  • Pertumbuhan portfolio sudah lebih stabil
  • Memiliki pemahaman siklus pasar dan perubahan situasi makroekonomi

Dengan kesiapan tersebut, investor yang sudah berpengalaman lebih andal dalam memanfaatkan strategi high risk high return sebagai akselerator, dan bukan fondasi utama dalam portfolio.

 

Ingin menyusun investing plan, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah informasi. Segera manfaatkan Monthly Investing Plan yang telah terbit!

Banner Monthly Investing Plan 2024

Bagi teman-teman investor yang ingin berlangganan Monthly Investing Plan, bisa menggunakan voucher…

Voucher Monthly Investing Plan RK

 

Studi Kasus High Risk High Return

Kasus 1: Saham IPO

Terdapat banyak saham IPO yang mampu memberikan return hingga ratusan persen hanya dalam waktu singkat. Tetapi tidak sedikit juga, yang justru turun ke bawah harga IPO, setelah euforia pasar mereda. Nah ini akan seringkali merugikan investor, yang masuk tanpa analisis terlebih dulu, sehingga menjadi korban distribusi.

Kasus 2: Saham di Sektor Siklikal

Dalam beberapa momentum, saham komoditas seringkali mampu memberikan keuntungan besar, ketika berada pada siklus naik. Tetapi bisa jatuh, ketika siklus berbalik. Bagi investor yang tidak paham siklus, tentu akan mudah kehilangan momentum baik untuk membeli maupun menjual.

 Kasus 3: Saham Turnaround

Saham yang berasal dari perusahaan yang sedang merugi, namun berpotensi mengalami perbaikan kinerja. Dapat menawarkan return yang besar, apabila turnaround tersebut berhasil. Akan tetapi, ketika gagal, sudah tentu risiko kerugian menjadi sangat besar.

Dari tiga studi kasus di atas, jelas bahwa pengetahuan dan timing merupakan kunci keberhasilan invetasi.

 

Kesimpulan

High risk high return bukanlah sebuah mitos dalam aktivitas investasi. Bukan pula, jalan pintas untuk cepat sampai menuju kekayaan. Konsep high risk high return, hanya akan efektif jika diterapkan dengan: Analisis yang kuat; Manajemen risiko yang terkelola dan disiplin; dan Pemahaman diri yang baik sebagai investor. Tanpa itu semua, risiko tinggi dari aset hanya akan menghasilkan kerugian yang juga tinggi.

Namun, apabila Anda ingin belajar: Menentukan kapan strategi high risk layak digunakan; Cara mengelola risiko tanpa mengorbankan peluang; hingga membangun portfolio investasi yang seimbang dan berkelanjutan.

Program RK Intensive Bootcamp 2026 yang digawangi oleh Rivan Kurniawan, dimaksudkan untuk membantu investor lebih mudah memahami pasar saham secara menyeluruh. Dengan itu harapannya, investasi yang Anda jalankan bukan sekadar mengejar return besar, tetapi juga membangun keputusan investasi yang lebih terukur dan matang, serta tidak tergesa-gesa. Bagaimana pun, risiko yang tinggi harus dikelola, bukan untuk dihindari! Gabung RK Intensive Bootcamp 2026, sekarang!***

 

###

 

DISCLAIMER ON:
Tulisan ini bukan rekomendasi jual dan beli. Semua data dan pendapat pada artikel adalah bersifat informasi yang mengedukasi pembaca, berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Risiko investasi berada pada tanggung jawab masing-masing investor. Do Your Own Research!

 

Temukan Artikel Analisa dan Edukasi Saham lainnya di Google News.

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

reCaptcha v3
keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *