E IPO SAHAM PERUSAHAAN

Terakhir diperbarui Pada 6 Januari 2026 at 12:07 pm

Seiring berkembangnya pasar modal Indonesia, E-IPO (Electronic Initial Public Offering) menjadi pintu masuk andalan bagi para investor ritel untuk dapat berpartisipasi dalam penawaran saham perdana perusahaan. Dulu IPO identik dengan akses terbatas dan proses yang rumit, namun kini E-IPO membuat proses penawaran saham perdana jadi lebih transparan, mudah, dan inklusif. Meski begitu, kemudahan yang ada saat ini perlu diiringi dengan pemahaman yang benar, agar investor tidak terjebak euforia sesaat semata!

 

Memahami E-IPO!

E-IPO merupakan sistem elektronik resmi yang disediakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), untuk memfasilitasi proses penawaran umum perdana saham yang dilaksanakan secara online. Melalui platform E-IPO, investor ritel dapat melihat informasi rinci mengenai perusahaan yang akan IPO, melakukan pemesanan saham, hingga transaksi pembayaran yang transparan.

Tujuan utama adanya E-IPO adalah untuk meningkatkan keterbukaan informasi tentang perusahaan. Sekaligus, memberikan kesempatan yang adil bagi investor ritel, untuk ikut serta sejak awal perusahaan melantai di bursa.

Nah, di tahun 2026 ini, minat terhadap saham IPO diperkirakan masih akan tinggi, terutamanya dari sektor-sektor yang sejalan dengan agenda pertumbuhan ekonomi Nasional. Oleh sebab itu, memahami proses E-IPO yang aman dan sah menjadi langkah awal yang penting bagi setiap investor.

 

Ingin menyusun investing plan, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah informasi. Segera manfaatkan Monthly Investing Plan yang telah terbit!

Banner Monthly Investing Plan 2024

Bagi teman-teman investor yang ingin berlangganan Monthly Investing Plan, bisa menggunakan voucher…

Voucher Monthly Investing Plan RK

 

E-IPO Saham Perusahaan yang Aman dan Sah

Supaya terhindar dari kesalahan dan risiko kerugian, maka Anda sebagai investor perlu memahami tahapan E-IPO secara beruntut, yang antara lain:

  • Membaca Prospektus Perusahaan Secara Menyeluruh

    Prospektus merupakan dokumen wajib yang diterbitkan perusahaan yang akan IPO. Didalamnya, memuat seluruh informasi lengkap tentang perusahaan, mulai dari: model bisnis, laporan keuangan di dalam beberapa periode, alokasi penggunaan dana IPO, hingga peta risiko usaha yang dijabarkan secara rinci. Untuk itu, investor yang benar-benar serius sebaiknya tidak melewatkan tahap membaca prospektus.

  • Registrasi dan Pemesanan Saham

    Investor dapat melakukan pemesanan saham perusahaan, melalui sistem E-IPO menggunakan akun sekuritas masing-masing. Pada tahap ini, investor dapat memilih jumlah saham dan rentang harga (bookbuilding).

  • Penjatahan Saham

    Jika nantinya permintaan melebihi jumlah saham yang ditawarkan, maka akan terjadi masa penjatahan. Di fase ini, tidak semua pesanan akan dapat terpenuhi 100%, sesuai jumlah yang diinginkan investor.

  • Distribusi Saham dan Pencatatan di Bursa

    Setelah proses penjatahan selesai, langkah berikutnya saham perusahaan akan masuk ke portfolio investor. Yang artinya sudah dapat mulai diperdagangkan di pasar sekunder sesuai dengan jadwal pencatatan.

Selama seluruh proses dilakukan melalui sistem resmi BEI dan perusahaan sekuritas berizin, maka E-IPO saham perusahaan tergolong aman dan sah secara hukum.

 

Saham IPO 2026: Apa yang Harus Diperhatikan?

Perlu digarisbawahi, untuk IPO 2026 masih akan diramaikan oleh beberapa sektor potensial, berikut:

  • Sektor Energi dan Energi Baru Terbarukan (EBT), sejalan dengan transisi energi bersih dan target net zero emission.
  • Sektor Infrastruktur dan Konstruksi Pendukung, mengikuti keberlanjutan proyek strategis Nasional.
  • Sektor Teknologi dan Data Center, didukung oleh pertumbuhan digitalisasi dan kebutuhan cloud yang terus meningkat.
  • Sektor Kesehatan dan Konsumsi, yang tergolong relatif defensif dan masih terus berkelanjutan.

Terlepas dari sektor mana yang akan IPO di tahun 2026 ini, investor tetap perlu berhati-hati terhadap euforia IPO. Mengingat tidak seluruh saham IPO akan langsung bergerak naik dan/atau cocok untuk investasi jangka panjang. Justru sebaliknya, banyak saham IPO yang mengalami volatilitas tinggi di awal perdagangan.

 

Kesalahan Umum Investor Saat Membeli Saham IPO

Saham IPO memang cenderung lebih menarik, dibandingkan saham-saham yang sudah lama ada dalam Bursa. Padahal, untuk membeli saham IPO, seharusnya tetap diperlakukan sama seperti saham biasa lainnya: butuh dianalisis secara rasional, bukan karena emosional.

Beberapa kesalahan umum saat membeli saham IPO, antara lain:

  • Beli karena ikut hype atau euforia

Umumnya para investor ritel akan berbondong-bondong membeli saham IPO, karena ramai dibicarakan. Sudah tentu, tanpa paham mengenaui kualitas bisnis maupun prospek perusahaan ke depan.

  • Tidak membaca seluruh isi prospektus

Dengan melewatkan isi dokumen penting, seperti prospektus. Dapat dipastikan investor tidak memiliki banyak informasi akurat mengenai seluk beluk perusahaan: baik itu dari kinerja fundamental, struktur keuangan perusahaan, penggunaan dana IPO, hingga peluang maupun risiko bisnis yang berpotensi muncul.

  • Anggapan semua saham IPO akan naik

Seringkali investor ritel beranggapan saham-saham IPO akan bergerak naik dan memberikan banyak keuntungan. Faktanya cukup banyak saham yang justru turun, setelah hari pencatatan hanya karena valuasi yang terlalu mahal.

  • Tidak menghitung valuasi saham

Kesalahan fatal lainnya, investor terlalu fokus pada cerita pertumbuhan saham IPO. Tanpa menghitung sendiri, apakah benar harga IPO sudah mencerminkan kinerja perusahaan secara wajar.

  • Tidak paham model bisnis perusahaan

Ibarat beli kucing dalam karung, dan hal yang sama berlaku ketika Anda membeli saham tanpa tahu bagaimana model bisnis yang dijalankan perusahaan, sehingga dapat menghasilkan keunagan. Termasuk tidak tahu apa yang menjadi keunggulan kompetitif perusahaan di dalam industrinya.

  • Tidak ada rencana lanjutan, setelah perusahaan listing

Umumnya investor yang berburu saham IPO ini cenderung abai dan tidak memiliki strategi investasi ke depan: apakah untuk investasi jangka panjang? atau sebaliknya untuk jangka pendek?

  • Modal yang digunakan berasal dari utang maupun dana darurat

Tidak semua investor memahami pergerakan dari saham IPO yang cenderung volatile. Jika dalam pelaksanaannya, dana yang digunakan adalah dari utang atau dana darurat. Dapat dipastikan akan menimbulkan tekanan emosional, hingga terciptanya keputusan yang keliru.

  • Tidak mempersiapkan risiko lock up

Ketika periode lock-up selesai, saham berpotensi tertekan akibat aksi jual saham oleh para pemegang saham lama.

  • Mengandalkan rekomendasi instan

Kebanyakan investor ritel terlalu mengandalkan beragam bentuk rekomendasi instan, seperti dari grup chat, influencer, atau bahkan rumor pasar, yang kemudian diikuti tanpa menganalisis secara mandiri. Tentu hal ini akan meningkatkan potensi risiko kerugian yang lebih besar.

  • Tidak mempelajari situasi pasar secara keseluruhan

Meski targetnya adalah saham IPO, namun investor perlu memahami situasi pasar. Jangan sampai berinvestasi ketika pasar tengah bearish atau bahkan suku bunga sedang tinggi, karena sentimen pasar yang tidak mendukung hanya memperbesar risiko kerugian.

 

Belajar Bersama Stock Market Mastery 2026

 

 

Untuk dapat memahami E-IPO, tidak cukup hanya tahu prosesnya saja. Investor juga perlu kemampuan menyusun kerangka analisis yang tepat, agar mudah menilai apakah saham IPO layak dibeli, ditunggu, atau dihindari.

Melalui Stock Market Mastery 2026, Rivan Kurniawan bersama RK Team akan membimbing investor memahami pasar saham secara menyeluruh. Dilengkapi pula cara belajar menganalisis fundamental, menghitung valuasi saham, pengelolaan manajemen risiko, hingga membaca momentum pasar. Termasuk menyikapi saham-saham IPO, yang merupakan pendatang baru.

Program belajar Stock Market Mastery 2026, dirancang secara terstruktur dari level dasar hingga lanjutan. Sehingga investor tidak hanya tahu tentang “cara membeli saham”, tetapi juga tahu alasan rasional di balik setiap keputusan investasi.

Ingin lebih percaya diri dalam menghadapi saham IPO 2026? tanpa terjebak euforia pasar, maka Stock Market Mastery Rivan Kurniawan 2026 menjadi langkah tepat untuk membangun fondasi investasi saham yang aman, sah, dan berkelanjutan. Langsung gabung di sini!***

 

###

 

DISCLAIMER ON:
Tulisan ini bukan rekomendasi jual dan beli. Semua data dan pendapat pada artikel adalah bersifat informasi yang mengedukasi pembaca, berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Risiko investasi berada pada tanggung jawab masing-masing investor. Do Your Own Research!

 

Temukan Artikel Analisa dan Edukasi Saham lainnya di Google News.

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

reCaptcha v3
keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *