Ascending dan Descending Triangle

Terakhir diperbarui Pada 7 Januari 2026 at 4:20 pm

Dalam analisis teknikal saham, chart pattern menjadi salah satu alat penting dalam membaca psikologi pasar. Di antara berbagai pola grafik yang sering digunakan adalah Ascending Triangle dan Descending Triangle, termasuk pola klasik yang cukup reliabel untuk mengidentifikasi potensi kelanjutan tren. Kedua pola ini sangat membantu investor untuk memahami keseimbangan, antara tekanan beli dan jual sebelum harga bergerak signifikan. Mari kita bahas selengkapnya dalam artikel ini!

 

Apa Itu Pola Grafik Ascending dan Descending Triangle?

Ascending Triangle dan Descending Triangle merupakan pola grafik yang berbentuk segitiga. Pola ini terbentuk dari pergerakan harga yang semakin menyempit (konsolidasi), sebelum akhirnya mengalami breakout.

 

 

Penjelasan masing-masing pola tersebut:

  • Ascending Triangle

Ascending Triangle, sebuah pola bullish continuation, yang umumnya muncul saat tren naik atau fase akumulasi. Dengan ciri utama:

    • Garis resistance horizontal (harga tertahan di level yang sama)
    • Garis support naik (higher low)

Ilustrasi Ascending Triangle:

Pola Ascending Triangle ini menunjukkan bahwa adanya pembeli yang semakin agresif, sehingga mampu mendorong harga bergerak naik. Sedangkan penjual hanya mampu menahan harga di level tertentu, hingga akhirnya ditembus.

 

  • Descending Triangle

Descending Triangle, sebuah pola grafik kebalikan dari ascending triangle dan bersifat bearish continuation. Ciri-ciri utamanya:

    • Garis support horizontal
    • Garis resistance turun (lower high)

Ilustrasi Descending Triangle:

Pola Descending Triangle ini menggambarkan adanya tekanan jual yang semakin kuat. Sedangkan, pembeli hanya mampu bertahan di level support tertentu, sebelum akhirnya breakdown.

 

🔥 RK Intensive Bootcamp 2026

Program kelas belajar saham intensif bersama Rivan Kurniawan & Team selama 5 bulan.

💡 RK Intensive Bootcamp adalah solusi lengkap untuk mempelajari investasi saham secara menyeluruh. Program ini menggabungkan:

  • 📘 Stock Market Mastery
  • 📗 Stockademy
  • 📙 Valuation Class

Semua kelas tersedia dalam satu paket bundling dengan potongan lebih dari Rp 3 juta.

Peserta mendapatkan akses penuh ke materi eksklusif yang disusun langsung oleh Rivan Kurniawan dan Team. Di akhir program, Anda siap menjadi investor saham profesional yang percaya diri.

🚀 Belajar lebih lengkap, lebih cepat, dan lebih hemat — hanya dalam satu bootcamp.

RK Intensive Bootcamp 2026 - Program Belajar Saham Intensif Rivan Kurniawan

 

Aspek Perbedaan Ascending dan Descending Triangle

 

Perbedaan

Aspek

Ascending Triangle

Descending Triangle

Arah dominanBullishBearish
Garis datarResistanceSupport
Garis miringSupport naikResistance turun
Tekanan pasarPembeli dominanPenjual dominan
Sinyal utamaBreakout ke atasBreakdown ke bawah

Secara sederhana, untuk pola grafik ascending triangle lebih mencerminkan adanya akumulasi. Sebaliknya, untuk descending triangle mencerminkan adanya proses distribusi.

 

Mengidentifikasi Pola Grafik Ascending dan Descending Triangle

Agar kedua pola triangle tersebut valid dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan. Maka investor perlu memahami beberapa hal berikut:

  • Minimal Dua Titik Sentuh

Garis resistance maupun support harus tersentuh, setidaknya sebanyak dua kali agar dianggap valid.

  • Volume Transaksi yang Cenderung Menurun

Selama fase pembentukan pola segitiga, biasanya akan ditandai oleh volume transaksi yang menurun, sebagai tanda bahwa pasar sedang menunggu arah selanjutnya.

  • Breakout yang Dikonfirmasi Volume

Breakout atau breakdown yang valid idealnya, akan disertai oleh peningkatan volume guna mengonfirmasi adanya kekuatan pergerakan harga.

Ilustrasi Breakout Ascending Triangle:

Ilustrasi Breakdown Descending Triangle:

Jika terjadi tanpa konfirmasi volume, maka breakout berisiko menjadi false breakout.

  

Strategi Menggunakan Grafik Ascending dan Descending Triangle

  • Strategi Ascending Triangle

    • Entry: Buy saat harga menembus resistance
    • Stop Loss: Di bawah garis support atau swing low terakhir
    • Target: Tinggi segitiga ditambahkan ke titik breakout

Contoh:
Ketika tinggi segitiga 100 poin, maka target kenaikan juga sekitar 100 poin dari level breakout.

  • Strategi Descending Triangle

    • Entry: Sell atau short saat harga menembus support
    • Stop Loss: Di atas resistance atau swing high terakhir
    • Target: Tinggi segitiga dikurangkan dari titik breakdown

Strategi ini lebih cocok digunakan pada saham dengan likuiditas yang tinggi, guna menjaga eksekusi tetap berjalan optimal.

 

Kombinasi Pola

Meski ascending dan descending triangle termasuk pola yang populer, namun keduanya tidak boleh digunakan secara tunggal. Akan lebih ideal, apabila pola ini dikombinasikan dengan:

  • Trend utama (uptrend atau downtrend)
  • Support & resistance level
  • Indikator teknikal (volume, RSI, atau moving average)

Selain itu, bagi investor jangka panjang sebaiknya menggunakan chart pattern sebagai alat timing. Jadi jangan jadikan ascending dan descending triangle sebagai satu-satunya dasar keputusan investasi.

 

Kesimpulan

Ascending dan Descending Triangle merupakan pola grafik yang mencerminkan kekuatan antara pembeli dan penjual dalam fase konsolidasi. Ascending triangle akan menunjukkan tekanan beli yang semakin kuat, sedangkan descending triangle lebih mencerminkan dominasi penjual.

Dengan memahami struktur pola, konfirmasi volume, hingga strategi entry dan exit yang tepat, maka investor dapat memanfaatkan pola ini secara lebih objektif dan terukur. Pada gilirannya, chart pattern bukan lagi tentang menebak arah harga, melainkan membaca probabilitas dan mengelola risiko secara lebih disiplin.***

 

###

 

DISCLAIMER ON:
Tulisan ini bukan rekomendasi jual dan beli. Semua data dan pendapat pada artikel adalah bersifat informasi yang mengedukasi pembaca, berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Risiko investasi berada pada tanggung jawab masing-masing investor. Do Your Own Research!

 

Temukan Artikel Analisa dan Edukasi Saham lainnya di Google News.

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

reCaptcha v3
keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *