Volatility-adalah

Terakhir diperbarui Pada 11 Desember 2023 at 11:31 am

Volatility adalah sesuatu yang lazim terjadi pada pergerakan saham, baik saham blue chip maupun tidak pasti akan mengalami volatility dan yang berbeda hanya volumenya. Sebenarnya apakah itu volatility dan apakah bisa mendapatkan keuntungan dari volatility harga saham?

 

 

Pengertian Volatility

Volatility atau juga volatilitas ialah besarnya jarak antara naik dan turunnya harga saham. Volatilitas dapat dibagi menjadi dua jenis:

  • Volatilitas tinggi
  • Volatilitas rendah

Volatilitas tinggi adalah ketika harga saham naik dengan tinggi. Biasanya terjadi dalam jangka waktu singkat. Lalu akan turun ke titik yang rendah, juga dalam jangka waktu singkat.

Volatilitas dapat dikaitkan dengan risiko dari suatu pergerakan harga saham. Di mana saham-saham yang memiliki volatilitas tinggi, seringkali dianggap mampu memberikan keuntungan dalam waktu singkat. Namun dengan risiko yang lebih tinggi.

Sebaliknya, saham-saham dengan volatilitas yang rendah, cenderung memiliki pergerakan yang tidak signifikan. Namun memiliki risiko yang relatif lebih rendah.

 

 

 

Untuk Anda yang ingin atau sedang menyusun investing plan Anda, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah banyaknya informasi yang beredar, Anda bisa menggunakan Monthly Investing Plan edisi Desember 2023 yang telah terbit…

 

Penyebab Terjadinya Volatility (Case Study: LRNA)

Dalam beberapa artikel sebelumnya, Penulis sudah pernah membahas mengenai jenis-jenis saham. Di mana ada saham yang aktif diperdagangkan setiap harinya dan volume transaksinya bisa mencapai triliunan. Saham yang aktif diperdagangkan ini dapat ditemui pada saham-saham yang ada dalam indeks LQ45. Lalu ada juga, jenis saham yang transaksinya tidak terlalu aktif dan jumlah transaksi hariannya sangat minim.

Pertanyaannya apakah saham yang memiliki volatilitas tinggi, selalu saham yang aktif dan saham-saham dengan volatilitas yang rendah selalu saham pasif? Jawabanya tidak.

Hal itu dikarenakan kedua jenis saham tersebut memang tidak berelasi dengan volatilitas. Itu mengapa persepsi kebanyakan pelaku pasar seringkali salah. Terutamanya bagi para ‘trader’ yang menginginkan saham yang ada dalam indeks LQ45 memiliki volatilitas tinggi. Namun karena market cap dari saham-saham indeks LQ45 sudah tinggi, bahkan sangat tinggi. Maka akan sulit untuk menggerakan harga.

Ini mengapa investasi saham jangka panjang menjadi alternatif terbaik, untuk mengatasi volatilitas pasar yang tidak pasti.

Nah untuk itu, mari kita bandingkan dengan saham-saham berkapitalisasi rendah. Saham dengan market cap rendah, akan lebih mudah volatile karena “driven” untuk menggerakan harga sahamnya cukup mudah. Sebagai contoh lihat saham LRNA di bawah ini:

 

Harga Saham LRNA. Source: Investing.com

 

LRNA memiliki market cap yang cukup kecil hanya sekitar 80 miliar. Namun pada tanggal 11 October – 13 October 2023 yang lalu LRNA mengalami kenaikan yang luar biasa sebesar 60% dalam jangka waktu 1 minggu, padahal yang di transaksikan hanya 88 miliar.

 

Source: RTI Business

 

Angka tersebut sangat sedikit, namun dapat membuat saham memiliki volatilitas yang tinggi.

Kebanyakan asset manager atau investment bankers tidak menyukai saham yang tidak terlalu likuid. Hal ini dikarenakan memiliki risiko yang lebih besar, dibandingkan saham-saham dengan market cap besar. Ya, salah satu bentuk risikonya adalah volatilitas.

 

Dari kasus di atas dan pengamatan Penulis dari beberapa kejadian di pasar, berikut ini penyebab dari volatilitas harga saham:

  1. Faktor Industri

Tidak dapat dipungkiri salah satu industri yang mati saat terjadinya covid adalah transportasi. Di mana perusahaan tidak diminati dalam hal industri dan market cap tidak besar, maka di waktu itulah perusahaan menjadi sepi peminat. Secara tidak langsung akan terjadi penurunan harga saham sampai kepada titik jenuh tertentu.

Ketika ada turnaround dari industr, contohnya saham-saham pada industr transportasi di 2023. Maka saham tersebut akan mengalami peningkatan volatilitas. Beberapa contoh selain LRNA adalah BAYU, BIRD dan PANR.

 

  1. Faktor Ekonomi dan Bank Sentral

Pergerakan ekonomi suatu negara seperti tingkat inflasi, GDP, tenaga kerja dan beberapa indikator makro ekonomi lainnya adalah pendorong dari volatilitas.

Sederhananya, hal ini dapat dilihat dari pergerakan saham setelah adanya pengumuman tingkat inflasi maupun tingkat GDP. Di mana setelahnya, IHSG pasti akan mengalami volatilitas. Apalagi jika pengumumannya tidak sesuai dengan prediksi para Analis maupun pelaku pasar.

Begitu pula dengan sentral bank, kebijakan bank sentral dalam hal suku bunga dan kebijakan lainnya dapat mendorong bursa saham untuk menjadi volatile. Terutamanya setelah merilis BI7DRRR, maka bursa saham biasanya akan volatile khususnya saham-saham yang berhubungan dengan sektor finansial dan keuangan.

 

  1. Kinerja Perusahaan

Kinerja perusahaan seperti yang di contohkan pada kasus LRNA adalah salah satu bukti bahwa kinerja dapat menentukan volatilitas. LRNA terkonfirmasi turnaround setelah perusahaan bis tersebut yang selalu membukukan rugi pada setiap laporan keuangannya. Namun mendadak membukukan keuntungan pada 2023 ini. Hal tersebut membuat saham LRNA menjadi saham yang memiliki kinerja sangat mengejutkan, sehingga volatilitasnya tinggi.

Hal tersebut juga terjadi pada saham-saham pada sektor batu bara pada tahun 2022 dimana kinerjanya mayoritas mengalami turnaround setelah pandemic. Pada tahun tersebut saham-saham batubara memiliki volatilitas yang cukup tinggi.

 

  1. Corporate Action

Penyebab selanjutnya adalah corporate action. Apa sajakah corporate action itu? Beberapa contohnya adalah pembagian dividen, merger dan akuisisi, right issue dan berbagai corporate action lain.

Hal ini akan terlihat dari pergerakan saham, setelah adanya pengumuman-pengumuman aksi korporasi, maka volatilitas akan meningkat. Khususnya jika terjadi aksi korporasi merger ataupun akuisisi.

Salah satu yang paling fenomenal adalah meningkatnya volatilitas saham BRIS ketika merger menjadi Bank Syariah Indonesia. Pada saat itu volatilitas BRIS meningkat sangat tajam hingga sahamnya diperdagangkan secara all time high pada level Rp3656 per lembar sahamnya.

 

Itu tadi keempat faktor-faktor pendorong volatilitas harga saham. Berkenaan dengan volatilitas, maka teman-teman investor juga dapat mengecek apakah saham yang saat ini di hold memiliki potensi volatilitas yang tinggi atau tidak. Mengingat hal tersebut akan berdampak pada portfolio investasi yang dimiliki.

 

 

 

 

E-Book Quarter Outlook Q3 2023 telah terbit, Anda bisa mengetahui saham apa saja yang memiliki fundamental bagus dan harganya masih terdiskon (undervalued). Yuk, dapatkan segera!!!

 

 

 

 

Jenis-jenis Volatility

Dilihat berdasarkan jenis-jenisnya maka volatility terbagi menjadi beberapa, yakni:

  1. Stock Volatility

Volatility ini dapat terlihat dengan cara mengukur beta, sehingga bisa diketahui seberapa baiknya harga saham tertentu.

  1. Historical volatility

Volatility jenis ini menunjukkan seberapa banyak volatilitas yang terjadi pada suatu saham dalam akumulasi 12 bulan terakhir.

  1. Price volatility

Price volatility ini menunjukkan perubahan gejolak harga saham yang dipengaruhi oleh faktor situasi pasar, sentiment pasar, termasuk dengan emosi para pelaku pasar.

  1. Market volatility

Volatilitas ini menunjukkan seberapa besar tingkat perubahan harga pasar yang terjadi di berbagai sektor saham.

  1. Implied volatility

Implied volatility ini menunjukkan seberapa besar volatilitas yang terjadi pada suatu saham tertentu di masa mendatang.

 

 

Cara Menghitung Volatility

Beberapa cara untuk menghitung volatilitas harga saham antara lain:

  1. Kumpulkan data rata-rata harga saham sebelumnya.yakni harga saham harian secara rata-rata.
  2. Hitung rata-rata atau mean dari harga saham tersebut.
  3. Temukan perbedaan tinggi dan rendah pergerakan harga saham secara harian.
  4. Kuadratkan devisiasinya.
  5. Tambahkan tiap kuadrat devisiasi pada periode yang ditentukan.

Perhitungan volatilitas. Source: Resourcegate.com

Dengan kamu menghitung volatilitas kamu juga akan mendapatkan gambaran bagaimana volatilitas harga saham suatu perusahaan secara historis sehingga hal tersebut akan bermanfaat untuk menetukan strategi investasi kamu.

 

 

Keuntungan Volatility

Volatility adalah hal lazim yang terjadi pada pergerakan saham yang berpengaruh besar terhadap hasil investasi. Hal itu dipengaruhi oleh tinggi maupun rendahnya volatility yang terjadi.

Volatility yang tinggi, menunjukkan adanya risiko yang juga tinggi. Sedangkan volatility yang cenderung rendah menunjukkan harga yang stabil.

Meski berisiko, namun volatility bisa mendatangkan keuntungan selama digunakan dengan strategi yang benar.

 

 

 

 

Dapatkan seluruh layanan dari RK Team secara lengkap dan harga spesial hanya untuk member RK. Yuk gabung sekarang juga menjadi Platinum Member !

Platinum-Members

 

 

 

 

Tips Menghadapi Volatility dalam Saham

Volatilitas dalam pasar saham adalah hal yang hampir tidak bisa dihindari. Adapun untuk mengatasi volatilitas yang terjadi adalah seperti berikut:

1. Persiapkan mental

Umumnya ketika volatilitas terjadi, banyak investor yang belum berpengalaman justru bernafsu untuk melakukan transaksi jual beli. Semata-mata untuk bisa mendapatkan keuntungan besar, padahal tidak selalu demikian.

Lantaran volatilitas yang terjadi bisa menimbulkan kerugian yang besar. Untuk itu mempersiapkan diri dan mental sangat diperlukan. Tujuannya adalah untuk dapat mengelola emosi dengan baik, seiring dengan tingginya risiko yang mungkin terjadi.

 

  1. Jangan gunakan margin yang besar

Strategi lain mengatasi volatilitas agar terhindar dari rugi besar, ialah jangan menggunakan margin yang besar dari broker terkait.

Adapun hal yang sebaiknya dilakukan ialah dengan mengurangi lot yang dimiliki. Sehingga bisa memasang stop loss pada level tertentu. Selain mengatasi volatilitas, maka akan terhindar dari swing harga yang terjadi.

 

  1. Terapkan stop loss

Langkah umum yang banyak dilakukan untuk mengatasi volatilitas ialah menerapkan stop loss. Sebagai cara untuk memperkecil potensi kerugian.

Sayangnya banyak pelaku pasar yang enggan menerapkan stop loss, dengan alasan dapat menggerakkan harga saham ke level awal.

 

 

Kesimpulan

Volatility adalah salah satu bagian yang tidak lepas dari transaksi jual beli saham. Sehingga akan lebih baik, jika dipahami karena tinggi rendahnya volatility dapat membantu memperhitungkan perubahan nilai asset.

Namun di waktu yang sama, kita juga perlu mempersiapkan mental. Karena volatility yang tinggi, memiliki potensi kerugian yang juga tinggi.***

 

 

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

reCaptcha v3
keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *