Kebutuhan konsumsi yang meningkat di momentum Lebaran, merupakan hal yang lumrah. Sayangnya setelah euforia tersebut, sebagian besar orang mulai menyadari adanya keuangan yang berantakan. Tak jarang dana tabungan menipis, bahkan keseluruhan gaji sudah terpakai habis. Tentunya hal ini menimbulkan kecemasan, meski sebenarnya dapat segera diperbaiki. Langsung saja simak strategi recovery keuangan yang tepat!

 

Cara Recovery Keuangan yang Tepat

Perbaikan arus keuangan yang berantakan usai lebaran, masih dapat Anda selamatkan dengan beberapa langkah bijak berikut ini:

  • Evaluasi Keuangan Secara Transparan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memeriksa perputaran keuangan, antara pendapatan dan pengeluaran. Dengan evaluasi sederhana seperti:

    • Total pendapatan?
    • THR yang diterima?
    • Dana tabungan jangka pendek?
    • Apakah ada utang dan/atau cicilan di sebelum maupun setelah lebaran?
    • Kebutuhan konsumtif apa saja yang dibeli?

Pos sederhana tersebut, akan membantu Anda mengetahui posisi keuangan secara transparan, berapa besar yang diterima dan pengeluaran apa saja yang dilakukan. Nantinya setelah evaluasi ini, akan terlihat berapa besar dana yang tersisa. Sekaligus menentukan strategi pemulihan keuangan yang realistis berdasarkan pendapatan yang diterima. Jadi perbaikan keuangan yang baik itu bukan karena asumsi, melainkan dengan perhitungan yang terukur.

  • Prioritaskan Kebutuhan Pokok

Usai lebaran, usahakan segera kembali pada prinsip dasar keuangan yaitu selalu prioritaskan kebutuhan pokok dan menunda keinginan. Di sini Anda harus mulai membiasakan diri untuk selalu membedakan mana kebutuhan dan keinginan, sehingga uang hanya akan dikeluarkan untuk hal-hal yang penting. Seperti:

    • Kebutuhan rumah tangga
    • Kewajiban finansial bulanan (membayar cicilan rumah, dana sekolah, dan lainnya).
    • Biaya transportasi harian

Beda hal dengan pengeluaran konsumtif yang sekedar untuk memenuhi keinginan, seperti nongkrong di kafe maupun belanja secara impulsif. Sebaiknya pengeluaran konsumtif tersebut ditunda terlebih dulu, setidaknya sampai kondisi keuangan kembali stabil.

  • Rancang Ulang Alokasi Bulanan

Recovery keuangan tidak dapat berjalan secara tepat, tanpa adanya perencanaan. Di sinilah kenapa Anda perlu merancang ulang alokasi bulanan. Di bawah ini terdapat dua asumsi kondisi keuangan.

    • Pendekatan keuangan yang sederhana:
      • 50% kebutuhan pokok
      • 30% investasi
      • 20% dana darurat
    • Pendekatan keuangan yang konservatif:
      • 60% kebutuhan pokok
      • 30% investasi
      • 10% dana darurat
  • Persiapkan Kembali Dana Darurat

Dana darurat seringkali akan terpakai di masa-masa euforia Lebaran. Padahal dana darurat merupakan fondasi keamanan finansial, untuk kebutuhan yang sifatnya benar-benar mendesak. Oleh sebab itu, ketersediaan dana darurat ini perlu dipulihkan kembali secara bertahap, meski dengan nilai yang kecil.

  • Hindari Mengulangi Kesalahan dengan Balas Dendam Finansial

Tekanan akibat keuangan yang tergerus ketika Lebaran, biasanya akan memicu seseorang untuk mengulangi kesalahan. Umumnya mereka akan mudah berpikir untuk balas dendam dengan belanja maupun investasi secara impulsif, dan memberanikan diri untuk mengambil risiko besar. Padahal tanpa disadari, langkah ini hanya akan memperburuk kondisi keuangan dan semakin jauh dari pulih.

  • Bangun Keuangan Kembali melalui Investasi

Saat kondisi keuangan sudah mulai stabil dan alokasi dana darurat juga telah tersedia. Sebaiknya Anda mulai berinvestasi, salah satunya di pasar saham. Bertepatan dengan pergerakan IHSG yang setelah lebaran kembali aktif, sejalan dengan likuiditas pasar yang meningkat. Hal ini dapat dimanfaatkan untuk:

    • Mengakumulasi saham potensial secara bertahap.
    • Memanfaatkan potensi rebound pasar.
    • Bangun portofolio jangka panjang.

Perlu diingat, bahwa investasi yang dilakukan hari ini bukan untuk mengejar kecepatan untung. Melainkan lebih pada strategi dan konsistensi dalam berinvestasi saham di jangka panjang.

  • Pelajari Berapa Valuasi Saham yang Akan Dibeli

Salah satu bentuk kesalahan terbesar dalam berinvestasi saham ialah membelinya, tanpa tahu apakah saham tersebut berada pada nilai yang murah (undervalue), wajar (fair), atau sudah mahal (overvalued).

Lantaran ketika Anda berhasil membeli saham bagus di harga yang murah, maka potensi keuntungan di masa depan akan lebih optimal. Dibandingkan Anda membeli saham yang harganya sudah melonjak tinggi, tentu potensi kerugian semakin besar.

Valuasi saham efektif membantu Anda untuk dapat membeli saham di harga yang tepat, sehingga keuntungan dapat lebih optimal dan risiko lebih terkendali.

 

Kesimpulan

Kondisi keuangan berantakan usai lebaran, sebenarnya bukan sebuah akhir perjalanan. Justru di titik ini Anda berkesempatan untuk membangun kembali finansial dengan kebiasaan yang lebih baik dan konsisten.

Keuangan yang berantakan secara tidak langsung akan memaksa Anda untuk disiplin dalam mengatur alokasi pengeluaran, membangun kembali dana darurat, hingga lebih siap untuk berinvestasi saham. Dengan begitu, Anda akan mampu membangun keuangan yang lebih stabil.

Jika Anda membutuhkan dukungan dalam membangun portofolio investasi dalam jangka panjang, di mana Anda dapat membaca valuasi saham dan membuat keputusan investasi. Maka Anda dapat mengikuti Valuation Class yang diselenggarakan oleh Rivan Kurniawan.

Tentunya dengan output, Anda menjadi investor andal yang bukan hanya memulihkan keuangan, namun juga membangun aset dengan strategi yang matang. Join Valuation Class!!!***

 

###

 

DISCLAIMER ON:
Tulisan ini bukan rekomendasi jual dan beli. Semua data dan pendapat pada artikel adalah bersifat informasi yang mengedukasi pembaca, berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Risiko investasi berada pada tanggung jawab masing-masing investor. Do Your Own Research!

 

Temukan Artikel Analisa dan Edukasi Saham lainnya di Google News. 

1
Pastikan rekan Investor tidak ketinggalan Informasi ter-update

Subscribe sekarang untuk mendapatkan update artikel terbaru setiap minggunya

reCaptcha v3
keyboard_arrow_leftPrevious
Nextkeyboard_arrow_right

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *