
Terakhir diperbarui Pada 27 Maret 2025 at 9:38 am
Perencanaan keuangan untuk diaspora penting dipraktikkan mengingat biaya hidup luar negeri yang relatif mahal. Istilah diaspora sendiri, merujuk pada sekelompok orang yang memilih untuk menetap dan/atau tinggal di luar negeri. Baik itu sebagai pekerja migran, profesional, sebagai pelajar atau bahkan sebagai individu. Nah pertanyaannya, bagaimana menetapkan rencana keuangan bagi diaspora yang tepat?
Daftar Isi
Artikel ini dipersembahkan oleh:
Tips Rencana Keuangan bagi Diaspora
Jika teman-teman investor di sini merupakan salah satu diaspora yang tengah berada di Negara tertentu. Maka penting untuk mengetahui beberapa tips rencana keuangan bagi diaspora, seperti berikut ini:
Persiapan Keuangan Awal dan Rencana Sebelum Keberangkatan
Sebelum memutuskan menjadi seorang diaspora, maka teman-teman investor perlu mengalokasikan dana untuk memenuhi keperluan administratif. Misalnya untuk mengurus paspor, visa kerja, memeriksakan kesehatan, dan mengikuti pelatihan sebelum keberangkatan. Termasuk memenuhi biaya agensi rekrutmen jika diperlukan.
Nah selain itu, sangat penting untuk mempersiapkan ketersediaan dana darurat. Tujuanya jelas, untuk dapat menutupi kebutuhan mendesak selama masa transisi awal di Negara yang menjadi tujuan. Seperti memenuhi biaya hidup sebelum mendapatkan gaji pertama di tempat kerja pada Negara tersebut. Nah sebagai calon diaspora, teman-teman investor juga harus memastikan bahwa agensi rekrutmen yang dipilih memiliki reputasi yang baik. Terutamanya agensi tidak mengenakan biaya yang tidak wajar.
Tidak hanya itu, teman-teman investor juga harus memiliki pemahaman yang mendalam terhadap kontrak kerja yang diterima. Hal ini mencakup adanya rincian penerimaan gaji, tunjangan, dan fasilitas lain, yang sangat penting untuk dapat memperkirakan pengeluaran bulanan. Serta menentukan alokasi tabungan.
Menyusun Alokasi Keuangan Bulanan Secara Terstruktur
Dalam hal mengelola keuangan, maka teman-teman investor perlu melakukan penyusunan aloksai keuangan bulanan secara realistis. Alokasi keuangan bulanan ini, perlu dibuat secara terstruktur guna memudahkan teman-teman investor memantau perputaran arus kas dan memastikan keuangan digunakan dengan bijaksana. Berikut ini beberapa proses nenyusun alokasi keuangan, antara lain:
- Menghitung total pendapatan yang diterima dari berbagai sumber.
- Tentukan prioritas pengeluaran, mulai dari kebutuhan pokok seperti tempat tinggal, makanan, transportasi, dan asuransi.
- Alokasikan minimal 20% dari total pendapatan, untuk berinvestasi maupun menabung.
- Tentukan batasan pengeluaran untuk hiburan maupun rekreasi.
- Manfaatkan aplikasi manajemen keuangan digital, agar memudahkan pemantauan keuangan bulanan.
Ingin menyusun investing plan, tapi memiliki waktu yang terbatas untuk mengolah informasi. Segera manfaatkan Monthly Investing Plan yang telah terbit!
Bagi teman-teman investor yang ingin berlangganan Monthly Investing Plan, bisa menggunakan voucher…

Tentukan Strategi Pengiriman Uang ke Indonesia, Jika Diperlukan
Bagi sebagian diaspora, ada yang secara rutin melakukan pengiriman uang dari penghasilan yang didapatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di Indonesia. Sayangnya, hal ini masih seringkali menjadi kendala dalam merencanakan keuangan bagi para diaspora. Karena biasanya dalam proses pengiriman dapat menghabiskan banyak uang dari yang seharusnya. Oleh karena itu, sebagai diaspora teman-teman investor harus menentukan strategi yang efisien ketika akan mengirimkan uang ke Indonesia. Beberapa strategi yang akan dilakukan:
- Memilih layanan transfer uang, dengan biaya transaksi yang rendah dan nilai tukar kompetitif, serta terpercaya. Misalnya Western Union, Wise, maupun Remitly.
- Menetapkan batas nominal uang yang akan dikirimkan, pastikan bahwa alokasi sudah sesuai dengan anggaran bulanan. Hal ini menghindari keuangan yang boncos.
- Beri pemahaman keuangan yang baik kepada keluarga yang ada di Indonesia. Sehingga keluarga juga memiliki pemahaman yang baik mengenai pengelolaan keuangan.
Optimalisasi Pengeluaran Bulanan
Lakukan optimalisasi pengeluaran bulanan, biasanya ini dapat dimulai dengan cara mengurangi jenis-jenis biaya yang tidak esensial sekalipun nilai nominalnya kecil. Pasalnya, pengeluaran terkecil sekalipun, jika terakumulasi secara bulanan, bisa menjadi beban keuangan yang cukup signifikan apabila tidak dikelola dengan baik. Oleh karena itu, penting bagi teman-teman investor melakukan evaluasi pengeluaran bulanan secara berkala, agar optimalisasi dapat dilakukan. Beberapa strategi untuk mengurangi biaya-biaya yang seharusnya tidak ada:
- Berlangganan layanan streaming dan/atau layanan lainnya yang benar-benar dimanfaatkan.
- Mulai disiplin masak makanan di rumah, guna mengurangi biaya makan di luar yang seringkali membengkak.
- Manfaatkan diskon dan/atau promosi yang ditawarkan oleh toko-toko lokal, guna menghemat biaya belanja bulanan.
Persiapan Dana Darurat yang Memadai
Dana darurat merupakan komponen krusial yang perlu diperhatikan, dalam merencanakan keuangan, begitu juga bagi diaspora. Ketersediaan dana darurat ini dapat mengantisipasi terjadinya risiko keuangan yang tidak terduga. Contohnya ketika kehilangan pekerjaan, biaya kesehatan, atau kebutuhan darurat lainnya. Beberapa strategi persiapan dana darurat:
- Buat target dana darurat, minimal setara 6x – 12x pengeluaran bulanan.
- Alokasikan dana darurat pada rekening yang terpisah, sehingga lebih terstruktur dan mudah diakses.
- Jangan gunakan dana darurat untuk memenuhi kebutuhan harian, yang sifatnya tidak mendesak.
Diversifikasi pada Instrumen Investasi di Pasar Keuangan Internasional
Jika teman-teman investor telah berinvestasi di instrumen pasar uang Indonesia. Maka tidak ada salahnya, ketika sudah menjadi diaspora di Negara lain, teman-teman investor juga berinvestasi di pasar uang internasional. Dalam hal ini, teman-teman investor juga dapat menerapkan strategi investasi dengan pendekatan fundamental, untuk memaksimalkan akumulasi kekayaan. Nah, sebagai diaspora teman-teman investor juga memiliki akses ke beragam instrumen investasi internasional yang potensial. Beberapa opsi investasi tersebut antara lain:
- Pasar saham: Untuk dapat berpartisipasi pada pasar saham intermasional, terutamanya di perusahaan terkemuka. Maka, dapat memanfaatkan platform-platform perdagangan online.
- Reksadana dan ETF: Lakukan diversifikasi portofolio investasi, dengan memanfaatkan produk-produk investasi kolektif. Misalnya Reksa Dana dan/atau Exchange-Traded Fund (ETF).
- Investasi properti: Selain instrumen di atas, teman-teman investor juga dapat mempertimbangkan investasi properti sebagai aset jangka panjang. Pertumbuhan investasi properti lebih potensial dari sisi kenaikan nilai dan juga dapat menjadi pendapatan pasif.
Catatan Penting Sebelum Berinvestasi:
- Lakukan riset mendalam terhadap instrumen investasi yang dipilih, guna meminimalisir potensi kerugian.
- Pahami prinsip-prinsip dasar investasi, sehingga investasi dapat berjalan sesuai rencana dan target.
- Mulai segera, dengan alokasi dana yang konservatif. Setelahnya barulah tingkatkan secara bertahap jumlah alokasi dana. Seiring dengan pemahaman mengenai investasi yang meningkat, diikuti juga dengan pengalaman.
- Konsultasikan dengan penasihat investasi profesional, agar investasi berjalan sesuai panduan investasi, yang disesuaikan dengan profil risiko dan tujuan keuangan.
Edukasi Menentukan Rencana Keuangan bagi Diaspora Indonesia
Menetapkan rencana keuangan bagi diaspora, memiliki keterkaitan erat pada tingkat kesejahteraan diri pribadi dan keluarga. Serta dengan potensi kontribusi terhadap perekonomian nasional, usai kembali ke Indonesia. Tidak heran, jika ada banyak pihak yang memberi dorongan terhadap generasi muda, misalnya dari universitas-universitas dalam negeri, untuk dapat memberikan pelatihan-pelatihan dalam bidang keuangan di berbagai negara, dengan konsentrasi diaspora yang besar.
Edukasi mengenai rencana keuangan, dapat memberi pemahaman yang lebih baik kepada teman-teman investor yang menjadi diaspora. Mulai dari pengelolaan pendapatan yang efektif, pengelolaan keuangan secara bijak, hingga membangun investasi yang berkelanjutan untuk masa depan.
Di lain sisi, rencana keuangan yang diatur secara komprehensif, dapat membantu tersusunnya strategi investasi yang tepat. Yang pada gilirannya, juga akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan hidup dan tumbuhnya perekonomian nasional. Demikian halnya dengan para diaspora yang juga mampu memberi kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Hal tersebut juga senada dengan ungkapan Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan – Edukasi Perlindungan Konsumen OJK, Friferica Widyasari Dewi.
“Diaspora merupakan salah satu pilar penting dalam pertumbuhan ekonomi dan juga terhadap peningkatan produktivitas nasional. Kontribusi yang diberikan diaspora melalui remitansi juga telah memberi manfaat signifikan, bagi kesejahteraan keluarga pekerja migran. Sekaligus sebagai katalisator untuk meningkatkan devisa negara,” ujar Friferica.
Jadi jelas, dibutuhkan dukungan dari semua pihak untuk dapat memberdayakan pekerja migran dan diaspora Indonesia di seluruh dunia. Dengan begitu, dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh diaspora, terutamanya dalam berinvestasi.
Tips Diaspora Memiliki Tabungan Ketika Kembali ke Indonesia
Mempersiapkan rencana keuangan bagi diaspora, juga secara langsung membantu teman-teman investor tetap sejahtera secara keuangan ketika kembali ke Indonesia. Nah ada beberapa cara agar diaspora tetap memiliki tabungan dari hasil pendapatan di luar negeri:
Buat Alokasi Keuangan Bulanan
Menyusun alokasi keuangan bulanan, akan membantu teman-teman investor dalam menetapkan prioritas keuangan. Baik itu untuk dana kebutuhan satu bulan, investasi dan juga keinginan. Alokasi keuangan ini bukan bentuk sikap pelit. Melainkan, untuk membantu lebih paham mana kebutuhan prioritas. Umumnya, dalam menetapkan alokasi bulanan bisa mengikuti skema 50%: 20% 30%. Di mana 50% untuk kebutuhan biaya hidup, 20% untuk investasi, dan 30% untuk keinginan. Dengan gambaran berikut ini:
Komponen | Penerimaan | Pengeluaran | Total Saldo |
Gaji | 40 juta | – | 40 juta |
Biaya Kebutuhan | – | 20 juta | 20 juta |
Investasi | – | 8 juta | 12 juta |
Keinginan | – | 12 juta | 0 |
Rinci Setiap Pengeluaran
Setelah membuat alokasi seperti di atas, langkah selanjutnya adalah membuat rincian perhitungan mengenai pengeluaran. Dengan melakukan perincian, maka akan lebih mudah dalam mengalokasikan dana, seperti berikut:
Komponen | Penerimaan | Pengeluaran | Total Saldo |
Gaji | 40 juta | – | 40 juta |
Biaya Kebutuhan | |||
Makan satu bulan | 5 juta | 35 juta | |
Tempat tinggal | 7 juta | 28 juta | |
Biaya Transportasi | 1 juta | 27 juta | |
Air | 1 juta | 26 juta | |
Listrik | 1 juta | 25 juta | |
Internet | 500 ribu | 24.5 juta | |
Kebutuhan Pribadi | 1 juta | 23.5 juta | |
Pakaian | 2 juta | 21.5 juta | |
Tabungan | |||
Simpanan | 2 juta | 19.5 juta | |
Investasi Saham | 5 juta | 14.5 juta | |
Investasi Emas | 1 juta | 13.5 juta | |
Keinginan | |||
Kirim Uang ke Indonesia | 4 juta | 9.5 juta | |
Dana Darurat | 500 ribu | 9 juta | |
Total | 40 juta | 31 juta | 9 juta |
Dari tabel rencana keuangan bagi diaspora di atas, terlihat bahwa jumlah simpanan masih sangat kecil, dibandingkan dari keseluruhan pendapatan yang sebesar Rp40 juta per bulan. Namun dengan sisa uang belanja bulanan yang sebesar Rp9 juta, tentu sebenarnya masih dapat dialokasikan sebagai dana simpanan, atau bahkan untuk menambah porsi investasi emas. Dengan begitu, maka alokasi keuangan bulanan bisa menjadi lebih merata dan seimbang.
Kesimpulan
Dengan menetapkan rencana keuangan bagi diaspora, maka kondisi keuangan selama berada di Negara orang, atau bahkan setelah kembali ke Indonesia tetap terjaga keseimbangannya. Di mana pendapatan tetap bertumbuh berkat adanya investasi yang dilakukan secara terukur dan investasi tetap berkelanjutan. Tidak hanya itu, sebagai diaspora pastikan diri untuk terus memperkaya literasi keuangan, agar lebih mudah mengambil keputusan investasi. Serta dapat melindungi diri dari risiko keuangan yang lebih besar.
Jadi dengan rencana keuangan bagi diaspora, maka membuka peluang baik terhadap masih adanya tabungan yang memadai untuk menjamin hidup selama di Negara orang. Selain itu, investasi juga membantu dalam menumbuhkembangkan nilai aset di kemudian hari.***
###
DISCLAIMER ON:
Tulisan ini bukan rekomendasi jual dan beli. Semua data dan pendapat pada artikel adalah bersifat informasi yang mengedukasi pembaca, berdasarkan sudut pandang penulis pribadi. Risiko investasi berada pada tanggung jawab masing-masing investor. Do Your Own Research!
Temukan Artikel Analisa dan Edukasi Saham lainnya di Google News.